
ke esokannya di pagi hari vita di bangunkan dengan suara berisik di luar. vita kemudian mencium kening anaknya yg masih terlelap itu dan kemudian keluar dan menuruni tangga untuk melihat apa yang sedang terjadi di luar sehingga ada keributan di rumahnya di pagi buta ini. vita sayup sayup mendengar suara seseorang yang di kenal dan sangat di bencinya yang sedang teriak teriak tidak jelas di teras rumahnya. "jangan halangi aku untuk menjemput putraku, atau akan ku laporkan kalian kepada pihak yang berwajib" semakin melangkah kan kakinya vita semakin geram dengan kejadian ini dia kemudian mempercepat langkahnya.
"selamat pagi nyonya hahahaha" sapaan yang pertama kali di dwngar oleh vita dari ayah putranya yang sudah sangat tidak ingin dia temui tapi dengan terpaksa dia harus menemuinya dalam keadaan yang seperti saat ini.
"ada apa kamu kemari" sahut vita sambil menyunggingkan bibirnya seraya mengejek laki laki ******** itu.
"aku hanya ingin menjemput putraku"
"tidak akan ku biarkan kau untuk mengambilnya. aku tidak ingin putraku di didik dengan orang sepertimu" ucap vita dengan amarahnya yang semakin ia luapkan.
"pergi kamu dari sini dan jangan pernah menginjakkan kakinu ke aini lagi atau jika tidak aku yang akan melaporkanmu" tantang vita.
"baiklah hari ini aku mengalah tapi ingat aku tidak akan membiarkan putraku bersama mu" ucap laki laki ******** itu lagi dan kemudian pergi meninggalkan kediaman vita.
vita membalas pelukan kedua orang tuanya dan kemudia ia baru teringat dengan anaknya yang pastinya sekarang sudah terbangun. vita bergegas menuju ke kamarnya. benar saja sekarang putra mungilnya itu kini sedang menangis. vita kemudian bergegas masuk dan menggendong putranya. yang kemudian dia peluk dan dia cium itu. vita mwnimang terus tubuh putranya dan tak lama putranya itu kini menghentikan tangisannya. vita kemudian segera menyusui putranya dan setelahnya itu vita segera memandikan putra kesayangannya dan setelah selesai vita meminta tolong kepada mamanya untuk bersama alvi sebentar agar dia juga bisa segera membersihkan dirinya dan segera bergabung untuk sarapan.
seperti biasanya dengan senang hati mama vita akan mengajak cucunya bermain terlebih dahulu baby alvi yang berusia lima bulan itupun kini sudah sangat lihai untuk tengkurap dan sekarang ini diapun sudah mulai duduk meskipun sesekali dia harus terjatuh di atas karpet bulu yang empuk dan lembut itu. mama vita terus mengajak baby alvi berbicara meskipun baby alvi hanya mampu untuk menjawab dengan dua huruf saja. ayah vita yang duduk di sofa sambil membaca koran itu kini mulai terusik dan lebih memilih untuk ikut bermain dengan cucunya.
"wah sepertinya cucuku ini sudah mulai akrab dwngan omanya hahah" goda ardinata kepada putranya sambil tertawa terbahak bahak yang tanpa dia sadari tawanya itu telah membuat takut cucunya. sontak baby alvi yang mendengar tawa sang opa lanhsung merenggangkan tangannya kepada omanya ingin di pangku karena ketakutan mama vita tersenyum dan mencubit kecil perut suaminya.
"oh lihatlah kamu membuatnya takut sayang" ucap mama vita kepada suaminya.
"baiklah sekarang ayo sama opa sayang, opa janji akan mengabulkan semua permintaan cucu opa ini" bujuk rayu ardinata tetapi tidak membuahkan hasil karena sang baby alvi hanya memanyunkan bibirnya melihat opanya dan kemudian memeluk erat tubub sang oma. sang oma lantas tertawa kecil melihat kelakuan suami dan juga cucunya yang sedang ketakutan dan jual mahal sekarang ini.
vita yang telah selesai mandkm dan keluar kamar sedang melihat kelakuan ayah, ibu dan juga baby alvi. vita sangat bersyukur. karena memiliki orang tua yang bisa memaafkan kesalahan terbesarnya. sekarang vita harus bangkit dari kwterpurukannya demi orangtuanya dan juga putra semata wayangnya itu. vita berharap akan terus hidup dalam kebahiaan. dan urusan dengan suaminya bisa cepat terselesaikan.