
6 bulan berlalu
Dengan dukungan dari orang tua, dan semua sahabat yang sudah seperti saudara Dira semangat kembali, rasa sedih yang membuat nya bimbang kini sudah memudar, Aku harus semangat lagi, jodoh atau bukan serahkan pada takdir.
"Kak Vigo, saat aku sangat merindukanmu, semua rasa sedihku, ku alihkan pada study ku, andai kamu tahu semua pencapaian terbaikku semua berkat semangat karena mu, aku bisa menyelesaikan study ku dengan predikat Coumloude IPK 4.00, beasiswa S2 ku selesaikan dengan cepat untuk membunuh rasa bosan ku karena menunggu mu, karena semangat karena pengalihan rasa sedih ku karena kamu, aku bisa mendirikan tempat belajar dan mempunyai beberapa cabang, dan ratusan pengajar pun semua pencapaian ini karena mu, andai aku bisa ungkapkan semua ini ke kamu, aku harus apa?????, harus merasa bodoh atau harus bertimakasih" Ucap Dira dengan isakan tangis nya, dia tidak bisa membohongi diri, rasa percaya yang kuat namun juga rasa kecewa yang sangat menyakitkan terhadap Vigo yang sudah lebih dari 5 tahun lalu meminta menunggu nya, menunggu tanpa kabar, hanya kabar melalui kak Iyan, bagaimana jika tanpa kak Iyan juga di sana??? Apa aku masih mampu tanpa kepastian? Ucap dira dalam tangis nya
Lama Dira menangisi diri nya sendiri, merasa lelah, Dira pun bangkit, " Aku harus semangat" Aku percaya kamu dan jika kamu mengecewakan aku, " Aku yakin kamu yang menyesal, Karena di belahan bumi manapun, kamu tidak akan bisa menemukan cinta sebaik aku" Ucap Dira percaya diri
Dira masih duduk di kursi kerja nya, melihat beberapa dokumen, untuk memberikan bimbingan belajar gratis kepada siswa berbakat dalam bahasa asing di setiap sekolah, terutama yang memiliki minat besar terhadap bahasa asing namun kurang mampu dalam biaya
Saat Dira sedang asik dalam tumpukkan kertas, tiba2 ada yang mengetuk pintu, Dira pun langsung mempersilahkan masuk
Saat Dira melihat siapa yang datang , ada rasa sakit yang amat dalam di hati nya, namun rasa rindu mengalahkan rasa kecewa di sana
" Dira" ucap Vigo lirih dengan sorot mata bahagia namun ada rasa bersalah disana
Vigo menghampiri Dira yang masih diam dengan semua rasa bercampur di hati nya, Vigo memeluk Dira dengan sangat erat, rasanya ingin dia meluapkan segala perasaan di hati nya
Dira hanya bisa terisak dalam pelukan Vigo, " Kamu punya 5 tahun penjelasan ke aku kak" Ucap dira dengan suara terisak
Vigo merasa sangat bersalah, dia meminta maaf dan berterimakasih karena Dira masih percaya dan selalu menunggu nya " Dewi dan Vanya sudah menceritakan semua nya pada vigo selama 5 tahun Dira tanpa dia.
"Maaf" ucap Vigo mengawali semuanya
"Berikan penjelasan kak, baru aku bisa memaafkan semua nya" Ucap Dira
"Dira setelah beberapa bulan di sana, awal kita tanpa komunikasi lagi, saat itu kakek meminta aku meneruskan perusahaan di sana, dan kakek tidak mengijinkan aku kembali kesini lagi, kakek selalu mencoba pernikahan bisnis untukku, mama, papa dan Iyan sudah berusaha meyakinkan kakek, tapi selalu mendapatkan bantahan bahkan ancaman dari kakek, itu lah sebabnya Iyan juga tidak bisa pulang, "Vigo behenti sejenak sebelum melanjutkan, dia menatap Dira
"Maaf Dira kamu pasti kecewa dengan ku sampai pada akhirnya kakek menyerah dengan usaha dia menjodohkan ku dengan cucu dari teman bisnisnya tapi dia tetap tidak mengijinkanku kembali ke sini, sampai pada akhirnya, dia memberi tantangan pada ku dan iyan, sambil study kami membangun bisnis disana, itu tantangan kakek, "terang Vigo
"Lalu,,, bagaimana sekarang? Tanya Dira takut, hati nya terluka dengan jawaban Vigo
"Lalu,,, aku di sini, aku kembali, sekarang semua baik2 saja, " Ucap vigo semangat
"Sekarang, bolehkah aku menepati janji ku Dira" Tanya Vigo penuh harap
" Bagaimana dengan kakek"? Tanya Dira
"Bagaimana dengan kamu"? Tanya Vigo lagi, Dira bisakah aku menepati Janjiku, apa masih berlaku untuk ku" tanya Vigo sendu
"Aku selalu tunggu kamu kembali ke aku kak Vigo" Ucap Dira sambil terisak, sangat sesak rasanya dira menangis dan Vigo memeluknya sambil terus mengucapkan terimakasih