Waiting

Waiting
Bab6


Di saat yang sama


Di caffe Pelangi


"Lama nunggunya? "tanya Iyan kepada Vanya, "maaf, tadi aku nunggu Vigo buat temenin Dira" Ucap nya lagi


" Enggak masalah, malah makasih udah mau nemuin aku" ucap Vanya sambil tersenyum


" Ada apa Vanya"? Maaf apa terlalu lama nunggu aku? Ucap iyan merasa tidak enak hati membuat vanya menunggu karena melihat muka vanya tidak seceria seperti setiap kali mereka bertemu


" Iyan apa kamu akan kembali lagi setelah pendidikan mu selesai" tanya Vanya


"iya, ada orang tua ku dan keluarga ku semua di sini, pasti aku kembali, aku dan vigo pasti kembali, kami punya rencana di masa depan" terang Iyan


"Rencana bersama Dira? " Ucap Vanya ,Sebelum kamu pergi aku cuma mau kamu tahu, aku suka kamu Iyan, seandai nya kamu belum bertemu Dira, apa kamu bisa kasih sedikit perasaan kamu ke aku? " Ucap Dira sambil tersenyum


"Vanya" Panggil Iyan lirih


"Maaf Iyan, aku egois, aku enggak akan minta apapun dari kamu, aku cuma mau kamu tahu tentang perasaan aku, aku akan selalu bahagia liat kamu dan Dira, dan aku akan selalu anggap Dira seperti adikku, rasanya aneh tapi itu yang ingin aku sampaikan " terang Vanya panjang Lebar


" Vanya..... Terimakasih, tapi apa kamu janji akan menganggap Dira seperti adik mu saat aku di london? Ucap Iyan


"Vanya mengangguk sambil tersenyum" walaupun hati nya perih" ( tidak apa asal kamu bahagia, asal kan aku masih bisa tahu tentang mu nanti) bantin Vanya


"Terimakasih Vanya" aku sangat lega banyak yang menjaga adikku" ucap Iyan


"Hahhhhh!!!!!!! Maksud kamu????? Adik? Ucap vanya kaget karena yang dia tahu Iyan menyukai Dira karena dia tidak tahu dan tidak ada yang tahu jika Dira dan Iyan bersaudara


"Jadi yayasan sekolah kita punya keluarga Vigo," ucap vanya kaget (enggak heran kalau rahasia kalian enggak bocor) batin vanya


" Aku harap kamu bisa mengerti, kenapa aku dan vigo sangat menjaga Dira" ucap Iyan dan terimakasih kamu sudah mau mencoba menganggap Dira sebagai adik" ucap nya lagi


"Iyan,,,,,, boleh kah aku menunggu mu" Ucap Vanya mantap


"Apa kamu yakin, bisa menunggu ku? Sedangkan aku tidak tahu pasti kapan aku kembali" ucap Iyan


"Asal kamu mengijinkan aku menunggu mu, aku yakin, kamu pasti akan kembali" " balas Vanya


"kamu boleh menunggu ku, dan jangan pernah mengecewakanku" ucap Iyan


"Terimakasih, dan percaya pada ku iyan" balas Vanya


Mereka pun menikmati malam sebelum kepergian Vigo dan Iyan kelondon


Iyan selama ini menganggap Vanya teman yang sangat baik dan tulus, saat Vanya mengatakan akan menjaga Dira, hati Iyan menjadi lebih tenang, seperti menemukan sosok yang dia cari, sosok yang akan selalu menyayangi nya tanpa ambisi untuk menjatuhkan dan melukai orang-orang terdekat Iyan.


****


Keesokan harinya Iyan dan Vigo berkunjung dan sekalian berpamitan kepada orang tua Iyan yang sudah Vigo anggap seperti orang tua sendiri karena memang hubungan mereka sangat dekat.


Setelah Iyan dan Vigo terbang Kepulau K untuk menemui dan berpamitan ke Ayah dan Bunda iyan, Mereka pun terbang ke London


Iyan dan Vigo di London tinggal dengan Keluarga Vigo, Orang tua dan sebagian keluarga besar Vigo semua berada di sana mengurus bisnis keluarga. Hubungan keluarga Iyan dan keluarga Vigo sangat dekat karena orang tua mereka adalah sahabat karib.