Waiting

Waiting
Bab4


Beberapa bulan setelah kejadian bolos sekolah, hubungan Dira dan Kenan menjadi dekat, mereka sering bertemu di perpustakaan.


Setelah ujian semester berakhir Kenan menemui Dira yang sedang mengembalikan buku di perpustakaan


" Dira kamu masih punya hutang ke aku" Ucap Kenan


"Hutang??? " Tanya Dira bingung


"Iya hutang penjelasan, tentang kamu, kak Iyan dan yang lain" Ucap Kenan


" Oh... Kamu mau tau banget" Ucap Dira


" Iya, minggu kita ke cafe, Aku jemput kamu, harus mau" Ucap kenan memaksa


" Aku tunggu di taman jam 10 pagi , jangan jemput di rumah di taman aja " Balas Dira dan di jawab anggukan oleh Kenan


***


Di cafe


"Kenapa enggak jadi ketemu di taman? " selidik kenan, " karena tiba-tiba Dira menelpon dan minta langsung bertemu di cafe


" Kamu mau aku cerita tentang apa dulu? Tanya Dira tanpa perduli pertanyaan Kenan


"Semua nya dan senyaman kamu mau cerita yang mana dulu " Ucap Kenan


" Kenan aku harap kamu bisa jadi temen buat aku, dan nanti setelah aku cerita semua kamu bisa simpen semua cukup kamu tahu dan kamu simpen buat diri kamu, aku mau cerita ini bukan karena hutang tapi karena aku anggap kamu temen yang bisa di percaya " Ucap Dira kepada kenan


" Kamu bisa percaya sama aku Dira, makasih " Balas Kenan


" Kenapa " tanya Kenan


" Kamu tahu kan kak Iyan, siapa pun pasti suka sama dia, Aku dan kak Iyan sebelumnya dekat sangat dekat, kak iyan pernah deket sama kakak kelas ku di SMA ku sebelumnya, kak Lisa cantik dan baik, kak Lisa terlalu terobsesi dengan kak iyan, dia enggak mau kak iyan deket siapapun termasuk sama aku, sampai dia nekat mau bunuh aku, dari kejadian itu, aku dipindahkan kesini ikut kak iyan " Terang Dira


" Apa dia enggak tahu kamu adik kak Iyan? Tanya Kenan


" Tahu, sangat tahu, dia merasa setiap kak Iyan pulang ke kota kami, selalu aku yang di dahulukan, terobsesi, sekarang kak Lisa sedang dirawat untuk pengobatan mentalnya, Apapun alasannya Kak Iyan enggak bisa maafin Ka Lisa dan mereka yang bantu kak Lisa buat celakain aku, mereka semua temen-temen deket aku, dan ada beberapa teman kak Iyan , " terang Dira


Dira berhenti sejenak sebelum melanjutkan ceritanya kembali, " Aku di sekap beberapa hari di gudang tua dan mereka yang menyekap aku, temen2 perempuan ku yang aku anggap teman terbaik, dan ada teman kak Iyan yang kak Iyan percaya buat jaga aku, malah dia mau perkosa aku, nasib baik masih ada sama aku, entah kayamana kak Vigo dateng nolong aku, hampir 1 bulan aku di rawat, kak Iyan merasa bersalah banget sama aku, padahal aku udah ngerasa aman dan berusaha terima semua nya, toh aku selamat dan sekarang aku sehat, kak Vigo atur semua nya biar orang lain enggak tahu masalah ini, dan enggak ada yang tahu kalau aku dan kak Iyan saudara kandung" Jelas Dira panjang lebar


"Sekarang aku faham Dira kenapa Kak Iyan ngelakuin semua ini, maaf kamu harus inget semua kejadian yang harus nya kamu lupain" Ucap kenan merasa bersalah


" Kenan, aku harap kamu tulus bisa jadi temen aku, seperti dewi" Ucap Dira


" Dira aku gak tahu kayamana aku yakinin kamu, tapi aku bakal bisa buktiin aku bisa jadi teman terbaik buat kamu, kamu bisa anggap aku sebagai saudara kamu, seperti dewi " Uacap kenan meyakinkan


" Kenan, boleh aku anggap hari ini jadi hari pertama kali aku kenal kamu sebagai teman " Ucap Dira tulus


" Hahaha kenan tertawa terbahak mendengar ucapan Dira, " Apapun itu Dira senyaman yang kamu mau, oke


Kapan - kapan kita ajak dewi " ucap kenan lagi


Mereka pun berbincang sambil makan dengan suasana akrab selayaknya teman


Tanpa mereka sadari ada Vigo yang mengawasi, tentu ini kemauan Vigo bukan permintaan dari Iyan. Ada perasaan senang melihat Dira bisa tertawa lagi tapi perasaan sedih kenapa Dira bisa senyaman itu bukan karena Vigo tapi karena Kenan.