
Pagi ini seperti biasa Dira selalu ngedumel setiap berangkat ke sekolah
"Selaluuuuu aja gini, diturunin di pinggir jalan, " gerutu dira sambil terus jalan menuju gerbang sekolah
Iyan kakak Dira, mereka satu SMA, Iyan kelas 11 dan Dira kelas 10, dari rumah mereka berangkat bersama tapi sampai di pertigaan Dira harus jalan kaki, karena iyan tidak mau kalau di sekolah ada yang tahu kalau mereka bersaudara. Kecuali Vigo, Erik dan Jonatan sahabat iyan dan dewi sahabat Dira.
"Dira, !!!" panggil Dewi, teman satu kelas sekaligus sahabat Dira dari kecil
"Di turunin di jalan lagi sama kak iyan????" Ucap Dewi yang melihat Dira jalan kaki menuju gerbang
"Iya dee, kak iyan selalu gitu, berangkat sendiri enggak di bolehin, tapi selalu aja aku diturunin di pinggir jalan gini "Ucap Dira kesal
"Besok berangkat sama aku aja dir, nanti aku yang ngomong sama kak iyan ya " Ucap Dewi, kasian melihat Dira semenjak pindah sekolah selalu jalan kaki dari pertigaan yang lumayan jauh
Mereka berjalan sampai ke kelas mereka, dan tak lama pelajaran dimulai, sampai lah pada jam istirahat
"Ada kak Iyan sama temen-temennya "Ucap beberapa Siswi di kelas Dira
"Haduhhhhh ngapain lagi sih kak Iyan kesini, " Batin Dira
"Dir, lihat deh temen-temen pada lebay banget lihat mereka " Bisik Dewi sambil menunjuk ke arah Iyan dan teman-temannya
Iyan memang berwajah tampan, dengan badan tinggi, hidung mancung dan mempunyai bibir seksi dan merah, teman-temannya pun memiliki postur dan perawakan yang tidak kalah seperti iyan terutama vigo, sahabat terdekat iyan.
Iyan memang sengaja mengajak teman-temannya untuk ke kelas Dira
"Vig, ajak Dira keluar gih, ajak makan dikantin, ngambek dia, gak sarapan dia tadi" Bisik Iyan ke Vigo
"Dira, dewi, kantin yuk, kakak traktir " Ajak Vigo
"Di jawab anggukan oleh Dira" mereka bertiga pun berjalan menuju kantin
"Kak iyan kemana? " tanya Dira ke Vigo
"Biasalah, ayok cepet abisin makannya, iyan udah ngirim pesen" ucap vigo
"Nyuruh kakak nyamperin??? " tanya Dira
"Udah cepetan makannya, nanti kakak anter kekelas " Ucap viga
"Udah ah males, ayok kekelas, kak iyan mah udah keterlaluan " ucap Dira kesal, sambil berdiri dan pergi menuju kelas
******
Di rumah Iyan
"Kasian dira, jangan gitu lah, lo enggak bolehin ada yang tahu kalian kakak adik, tapi jangan terlalu atur Dira juga lah, kasian dia, "ucap Vigo yang merasa Iyan sudah keterlaluan terhadap Dira
"Gue cuma jagain Dira aja" ucap Iyan
Semenjak mereka SMA iyan dan dira tinggal berdua dan ada bi imah dan suami nya yang membantu mereka di rumah, orang tua mereka tinggal bersama adik mereka di Pulau K mengurus usaha keluarga, iyan merasa harus menjaga dira menggantikan orang tua mereka, walaupun sikap iyan kadang keterlaluan, selalu mengawasi dan mengatur Dira seenak nya.
"Coba lo perhatiin dira semenjak SMA gue gx pernah liat dira ceria " ucap Vigo
"Vigo, gue belom bisa lupain semua kejadian yang Dira alamin karena gue, gue minta Dira kaya sekarang ini. Semua buat jaga Dira, gue enggak mau Dira salah pilih temen " Ucap Iyan panjang lebar
***
Dikamar Dira
Tok tok tok, Dira, ini kak Vigo,,,, buka dong " seru vigo dari balik Pintu
"Masuk kak, "ucap Dira sambil membuka pintu dengan mata sembab, dan muka lusuh
"Nangis lagi? Cobalah buat ngertiin Iyan, kamu tau kan kenapa iyan kaya gini? " Ucap Vigo, karena dia tau betul kenapa iyan sampai seperti ini
"Besok berangkat sama dewi, iyan bakal kurangi sifat over nya ke kamu, "ucap Vigo sambil melihat dira duduk menunduk, di kursi belajar
"Hanya di jawab anggukan oleh dira" vigo pun keluar dari kamar
Seketika Dira terbayang saat Dira dan Iyan dulu, mereka sangat dekat, seperti sahabat, tapi semua nya berubah semenjak 6 bulan lalu, Iyan lebih mengatur dan memaksakan kehendak nya ke dira sehingga membuat jarak diantara mereka.