Waiting

Waiting
Bab2


*****


Di sekolah


"Iyan, lo ada hubungan apa sih sama Dira kelas 10 anak pindahan itu? "tanya luna"karena memang dira baru sekitar semester ini pindah ke sekolah iyan


"Dira Siapa? Tanya erik ke luna


"Lo kan pernah samperin, pura2 deh lo" Balas Luna ke erik


Iyan dan yang lain tidak menjawab dan memilih pergi meninggalkan luna


Heran deh sm Iyan kalo dia suka sama anak baru itu, terus kenapa yang sering ngobrol sama anak baru itu malah vigo sih" Ucap luna ke vanya


"Tapi lun, yang sering banget samperin kan mereka bukan dira, malah dira nya cuek2 aja sama mereka " Balas Vanya


" Inget ya lun, jangan sampai lo macem2 sama Dira" Iyan bakal benci banget sama lo, dan lo tau kan sekolah kita anti banget sama bully, lo bisa di keluarin tanpa bisa sekolah di tempat lain" Ucap Vanya mengingat kan Luna, mengingat sifat Luna yang keras kepala


" Apa sih lo, enggak asik" balas Luna


" Gue bakal awasin lo" Ancam Vanya


***


Di kelas Dira


"Dira ini ada titpan bekal buat kamu, buat sarapan katanya " ucap teman sekelas dira


"Dari siapa? " kata Dira heran


"Pak satpam bilang dari bi imah " ucap teman sekelas dira


"Pasti dari kak iyan, " ucap dira lirih


"Baik banget kakak kamu dir, perhatian lg " ledek dewi tertawa, yang pasti dewi tau kalau mereka pasti berantem lagi


Dira langsung duduk dan memakan bekalnya dengan Dewi, sambil menceritakan masalahnya dengan kak Iyan, saat mereka asik bercerita Dira di panggil teman sekelas mereka


"Dira ... "Panggil Tia , teman satu kelas dira


"Iya, kenapa? " balas dira


"Kamu deket ya sama kak iyan juga sama yang lain? Kamu suka nya sama siapa? Kak iyan apa kak vigo? Mereka sahabatan loh dir, " tanya tia panjang lebar


"Iya tau kok, hubungan aku sama mereka enggak seperti yang kamu pikirin kok, " balas dira kesal


"Bukan gitu dira, kamu kan anak baru, aku cuma kasih tau aja, karena yang aku liat kamu malah sering pergi dengan kak Vigo sedangkan kak Iyan terus kasih perhatian sama kamu, aku cuma enggak mau mereka ribut karena kamu, dan kamu malah buat masalah karena sikap kamu" ucap tia sinis


"Makasih ya tia kamu udah kasih tau aku, " jawab dira sangat kesal, namun berusaha tersenyum


"Semua karena peraturan kak iyan, peraturan berlebihan, ngelarang orang tau kalau kita saudara, tapi terlalu sering nyamperin aku, hissssss buat orang salah paham aja, ribetttttt " batin dira


******


Dirumah


"Kak iyaaaaaaannnnnnnnnn!!!!!! "Teriak dira di dalam rumah


"Apa sih dira, jangan teriak lah, di dalam rumah loh ini " Ucap Iyan lembut, dia tahu dira marah tapi tidak tahu alasannya


"Kak, peraturan kakak, malah buat banyak orang salah paham, banyak yang selalu tanya kita ada hubungan apa, tolong lah kak, berhenti buat samperin aku disekolah, kita pura2 enggak kenal, itu jauh lebih baik " ucap dira kesal


"Dir, kakak cuma mau jagain kamu" ucap iyan


"Kak, aku pengen punya temen, jangan buat teman-temen yang lain salah paham terus ke aku, tolong kak Iyan ngerti" Lirih Dira


"Dira, kamu tahu alesan kakak, semua buat jaga kamu Dira" Ucap Iyan, berusaha memberi penjelasan ke Dira


Dira pergi begitu saja keluar meninggalkan Kak Iyan yang sedang berbicara