Waiting

Waiting
Bab 7


Setelah beberapa tahun kepergian Iyan dan Vigo, Dira menjalani hari-hari nya dengan semangat dan bahagia, ada Ayah, Bunda dan duta adik nya, yang sekarang tinggal bersama mereka,


Ada Kenan, Dewi, Vanya, Erik dan Jonatan yang selalu saling melengkapi, hubungan mereka layaknya saudara yang sangat akrab


Dira dan Dewi melanjutkan pendidikan mengambil jurusan Bahasa Asing mereka berdua mendirikan bimbingan belajar bahasa asing dan sudah memiliki beberapa cabang, dan banyak karyawan, sedangkan, Vanya membuka butik karena sudah selesai sekolah disain, kenan, erik dan Jonatan mereka mengambil jurusan bisnis, dan bekerja di perusahaan milik keluarga mereka.


Saat senggang mereka selalu berkumpul dan makan bersama, karauke, BBQ, itu yang sering mereka lakukan


Kenan menjalin hubungan dengan Dewi, karena sering bersama membuat mereka nyaman satu sama lain


sedangkan, Erik menjalin hubungan Dengan Adel mereka bertemu, karena sama2 hobby bersepedah


Sedangkan Jonatan masih menjomblo, dan dia lebih sering pergi menemani Dira atau Vanya saat mereka pulang kerja


Kehidupan Dira terlihat bahagia, namun dalam hati nya selalu merasa sepi, bertahun-tahun tanpa kak Iyan kakak yang selama ini sangat menjaga nya, mereka melepas rindu hanya melalui panggilan Video


Sedangkan Vigo, bertahun-tahun Dira bertahan menunggu tanpa kabar yang pasti, komunikasi mereka berhenti setelah Vigo berada di London selama 1 tahun, setalah nya tanpa kabar apapun, Iyan selalu menghindari pertanyaan Dira tentang Vigo, seakan ada sesuatu yang mereka tutupi


"Kak Vigo, menunggumu tanpa Kabar? hmmmmmmm, Hati kuatlah kita sudah berjanji " Lirih Dira perih


Sayang" panggil Bunda saat melihat Dira melamun dan tahu apa yang Dira pikirkan


" Iya bund" Jawab dira singkat


"Sayang, kamu tahu sewaktu Kakakmu dan Vigo temuin Bunda, Vigo janji dia akan pulang buat kamu, bahkan Vigo minta tunangan sebelum berangkat, tapi bunda yang melarang, karena hal semacam itu tidak bisa kan buru-buru, bunda minta mereka selesai dulu dengan tujuan mereka di sana. " terang bunda sambil membelai kepala Dira


" Tapi kenapa bund udah hampir 4 tahun lebih kak Vigo enggak pernah kabari Dira, apa kak Vigo tidak akan kembali untuk Dira" tanya Dira kecewa


" Vigo dan Kak iyan selalu kasih kabar ke Bunda dan Ayah" ucap Dira


" Iyan yang minta, kamu juga enggak pernah tanya kan? Ucap bunda sambil tersenyum " Sekarang kamu tidur, percaya sama Vigo


Hampir 5 tahun tanpa kabar, apa kamu juga bisa jaga hati kamu ke aku, seperti aku saat ini. Kenapa semua nya sengaja seolah mempermainkan aku, aku nangis setiap kali nunggu kamu hubungi aku, apa aku yang terlalu bodoh, " Ucap Dira pada diri nya sendiri


***


Di Butik Vanya


Setelah menyelesaikan semua pekerjaan mereka di kantor tempat Bimbel mereka Dewi dan Dira memutuskan mampir ke butik Vanya


Setelah bertemu Vanya dan saling berpelukan Mereka duduk dan mengobrol akrab.


"Kak Vanya pernah dapat kabar dari kak Iyan? Kapan mereka Pulang" tanya Dira lesu


(kasian Dira, Bukan salah Vigo sih, keadaan yang buat mereka kaya gini" Batin Vanya)


"Belum ada kabar lagi Dira, aku juga nunggu kabar dari Iyan" ucap Vanya


" Seenggak nya kak Iyan, masih hubungi Kak Vanya, enggak nyangka ya kak iyan yang malah balik jatuh cinta banget sama ka Vanya sedangkan aku, kayaknya cuma aku yang cinta sama kak Vigo" Ucap Dira sambil tersenyum kecut


"Dira kamu percaya sama Vigo, dia pasti ada alasan sama semua ini" Ucap Vanya meyakinkan


"Dir, selama 5 tahun ini, kamu nunggu Vigo, semua nya kamu lakuin karena kamu semangat nunggu Vigo, enggak mungkin dia enggak pulang buat kamu dira, Di sana ada kak Iyan, enggak akan biarin Vigo nyakitkin kamu" ucap Dewi


"Dira masih terdiam dengan pikirannya sendiri, (Aku kecewa tapi aku masih percaya buat nunggu, apa aku akan terus sekuat ini kalau nanti kenyataannya kamu kecewain aku) batin Dira