
Hari Minggu.
Rada masih enggan keluar dari selimutnya walau terik matahari sudah memasuki jendela kamarnya.Semalam dia menangis meratapi nasibnya dikhianati tunangan ama ciuman pertamanya diambil orang tak dikenalnya, tapi terkenal di televisi atau pun yang lainnya kecuali Rada saja yang tak cukup update.
Tok.....,tok......,to........
Pintu kamar gadis itu terus saja diketok orang dari luar. Hingga Rada bangkit juga dari kasur empuknya.Rada membuka pintu kamar yang lansung menampakkan Cici si adik Rada dengan ekspresi panik dan shock,tapi tidak untuk Rada yang masih setengah ngantuk.
"Ada apa kau mengetok pintu kamar ku,nggak tahu orang lagi libur apa ? Ucap Rada menguap sembari memegang handle.
Cici menggoyang goyangkan kepala kakaknya"Kau ciuman ama tuan muda Zhiang kemarin, hah? Tanyanya
Rada langsung terperanjat mendengarkan.Darimana adiknya ini tahu tentang ciumannya itu?Perasaan dia nggak cerita deh.Eh,tunggu.Tuan muda Zhiang?Pengusaha muda sukses yang disebut sebut orang itu,kenapa ikutan disebut?
"Apa maksudmu tuan muda Zhiang?"Tanya balik Rada sesudah melamun.
Cici gusar berkeliling kamar Rada."Iya,kau ciuman ama tuan muda kaya raya itu kemarin, kan? Cici menatap penuh penasaran.Rada jadi bingung. Jangan bilang kalau lelaki yang nyium dia kemarin ialah tuan muda itu?Dia benar-benar tak tahu rupanya,cuma namanya aja yang sering ia dengar.
Cici tak tahan lagi melihat ekspresi kakaknya yang terus melamun. Segera dia menyeret Rada ke ruang tengah dimana ada televisi terpampang di sana,memperlihatkan adegan ciuman sang kakak bersama Maxsi dia acara berita hot selebriti. Walau mereka bukan seleb,tapi ketenaran Maxsi sudah lebih memuncak dari para selebriti kelas atas yang dikenal playboy sadis.
Rada pingsan di atas sofa setelah melihat nama yang tertera di berita.
TUAN MUDA MAXSI ZHIANG YANG TERKENAL PLAYBOY,BARU-BARU INI MENCIUM SEORANG GADIS TAK DIKETAHUI NAMANYA DI SALAH SATU KAFE.
Cici menepuk nepuk pipi kakaknya.Mencoba menyadarkan gadis itu.
Mala yang baru pulang dari kafe dikarenakan mengetahui berita putrinya dicium tuan muda di kota ini.Wanita paruh baya itu terkejut mendapati Rada pingsan di sofa yang terus saja diusahakan sadar ama Cici,putri bungsunya.
Mala berlari menghampiri putrinya hingga hampir terpeleset di lantai rumah.
"Kenapa dia sampai pingsan Ci?"Tanya Mala sudah duduk di dekat Rada sembari ikut menepuk pipi gadis itu.
"Karna kaget lihat berita tentang dia bu"Jawab Cici cemas melihat Rada yang belum sadarkan diri.Tiba-tiba muncul sesuatu ide dibenak gadis itu.Cici berlari ke kamarnya lalu kembali lagi ke sofa dengan membawa sesuatu di tangannya.
"Mau kau apakan barang itu Ci?"Mala mencium sesuatu yang busuk dari barang yang dipegang Cici.
"Biar kak Rada sadar bu"Cici mulai mendekatkan barang yang dia bawa ke hidung Rada hingga sesuai prediksi Cici,gadis itu bangun karna mencium bau kaus kaki Cici yang belum dicuci selama seminggu.
"Bau amat kaus kakimu Ci"Rada berkomentar sembari memposisikan tubuhnya duduk di sofa,sebelah ibunya duduk.
"Hehehe, sorry kak,kalo baunya nggak enak.Namanya juga kaus kaki"Ucap Cici cengengesan melemparkan kaus kakinya ke sembarangan arah.Sepertinya dia harus beli kaus kaki baru soalnya kaus lamanya itu sudah sangat-sangat tak tertolong.
Mala tak terlalu mempedulikan soal kaus kaki.Dia lebih fokus ke televisi yang masih memperlihatkan putrinya.
Rada jadi takut kena amukan ibunya itu.Segera dia menggeser tubuh menjauhi ibunya. Dia takut kalau ada serangan mendadak dari Mala baik secara tubuh atau perasaannya yang akan mendapat ceramah santunan hati rohani.Jangan lupa telinganya harus ditutup nanti kalo suara cempreng ibunya terbit.
*******************
Wlau hari libur,Maxsi tetap berkutat dengan laptopnya. Bedanya tempat saja,hari biasa di kantor dan sekarang di apartemennya lebih tepatnya di ranjang dalam kamarnya.
Dan jangan lupa asisten Leah yang setia layaknya pendamping hidup majikannya.Tadi malam pemuda itu menginap di apartemen Maxsi agar dia tak perlu berangkat pagi-pagi dari apartemen nya ke sini.
Tok.........,tok......to.....
"Tuan...tuan....ada nyonya besar di sini"Teriak asisten Leah di luar kamar Maxsi.Pemuda itu baru saja mengambil ambil air putih ke dapur,eh,tiba-tiba saja sudah ditemukan nyonya Zora Zhiang,ibu Maxsi di sofa ruang tengah dengan kaki dan tangan menyilang serta tatapan tajam pada asisten Leah.
Mendengar kata"Nyonya besar" keluar dari mulut asistennya .Maxsi hampir melemparkan laptopnya yang berada dipangkuan,saking terkejutnya dia.Segera dia meletakkan laptopnya di atas ranjang lalu berlari membuka pintu dan lari lagi menuruni tangga tanpa menghiraukan asisten Leah hampir terjatuh karna ditabraknya.
Maxsi terkejut bukan main ,melihat penampakan sesosok manusia menyeramkan mengunakan gaun merah mencolok dengan sorot mata layaknya malaikat maut menjemput ajal.Yang tak lain mamanya sendiri yang sudah berdiri lalu melangkah kaki dan........
"ah...sakit ma,....ah...sakit ma...!"Maxsi meringis kesakitan ketika tas brand mamanya mendarat ke tubuhnya.
"Sudah berani nakal ama anak gadis orang kamu,ya.Pakek nyosor di depan umum segala lagi"Ucap Zora masih memukul putranya dengan tas mahalnya.
Asisten Leah yang baru turun dari tangga,terkejut melihat tuanya kena azab.Tetapi dia terkejut karna senang. Akhirnya majikan tak biadab itu kena karma juga setelah sekian lama menyiksanya.
Terimalah azab nya tuan muda.Ternyata doa asisten mu yang teraniaya ini terkabul juga .Batinnya tertawa tapi tidak lahirnya. Mana mau nyawanya terancam kalau memancing amarah anak dan mama di depannya. Asisten Leah memilih diam berdiri di tangga terakhir.
"Ampun, ampun ma"Maxsi menjerik di lantai karna sudah tak berdaya lagi.
Zora menghentikan aktivitas nya.Dia berjongkok di depan Maxsi yang sudah terkulai di lantai"Asisten Leah,cepat cari informasi dimana letak rumah gadis malang itu.Kita akan kesana"Ucapnya.
10 menit kemudian.
Maxsi,nyonya Zora Zhiang beserta asisten Leah sudah berdiri di depan halaman rumah minimalis yang mereka yakini itu rumah gadis yang dicium Maxsi kemarin.
"Kau sudah pastikan kalau ini benar rumah gadis itu asisten Leah?"Tanya Zora memastikan,tapi pandangannya masih ke rumah minimalis di depannya
Penuh percaya diri,asisten Leah menjawab"Biasanya keahlian saya tak pernah mengecewakan nyonya"Ucapnya menyombongkan diri.
Maxsi yang mendengarkan membuang nafas ke arah lain.Ternyata sikap sombongnya sudah menular pada asisten pribadinya itu.
Zora tak menghiraukan.Dia lebih memilih pergi ke rumah di depannya. Maxsi dan Leah otomatis mengikut di belakang.
Tok.......,tok......,tok.....
Zora sepertinya sudah mau turun tangan mengurus masalah putranya.
clek
Pintu rumah terbuka memperlihatkan seorang gadis.Gadis itu tampak terkejut dengan kehadiran para orang elit di depannya.
"Si..si..,silahkan masuk nyonya ,tuan muda"Ucap Cici terbata sambil menunduk.
Ketiganya masuk bersama yang diikuti Cici dibelakang.
Zora menyapu bersih pandangan sekeliling sudut rumah sampai matanya tertuju pada dua orang perempuan yang sudah duduk mematung di sofa.
Boro-boro Mala dan Rada beranjak dari sofa menghampiri Zora.
"Silahkan duduk nyonya"Ucap Mala mempersilakan tamu terhormat nya duduk di sofa yang lansung dituruti Zora beserta yang lainnya.
"Pertama-tama Saya minta maaf atas perbuatan putra saya dan kedua saya ijin meminta gadis yang dicium putra saya bertunangan dengan putra saya tersebut sebagai tanda pertanggungjawaban dan untuk menjaga nama baik kedua pihak yang hampir dinodai putra saya Maxsi"Ucap Zora panjang lebar setelah semuanya duduk di sofa,kecuali Si asisten Leah yang masih berdiri di samping tuanya.
Semuanya melongo terutama Rada dan Maxsi.Mereka nggak menyangka masalahnya bakal serumit ini.
"Tidak"Teriak Maxsi dan Rada secara bersamaan.Semuanya menoleh pada mereka secara bergantian.
"Kenapa tidak, jika kalian nggak ada hubungan lantas ngapain ciuman kemarin? Orang-orang tak akan memahami ucapan kalian bahkan saya sendiri"Ucap Zora dengan nada naik satu oktaf.
"Tapi jangan tunangan segala ma,pacar bohongan kan bisa ! ucap maxsi yang diangguki Rada.
Zora menatap tajam pada putranya"Kalau pacaran, kamu kan sering pacaran ama anak gadis orang"Ucapnya mematahkan ucapan Maxsi hingga tak mampu berucap lagi,apalagi Rada yang sudah panas dingin ditempat.
"Kalau tak ada lagi yang protes, saya mau ngomong sesuatu. Siapa nama kamu ya?"Tanya Zora menoleh pada Rada.
"Nama saya Rada Rigorda nyonya"Jawab Rada cepat.
"Kemari lah!"Perintah Zora yg lansung dituruti Rada walau sedikit bingung.Gadis itu sudah duduk di sebelah Zora dengan sedikit menunduk.
"Coba kamu jelasin penyebab terjadinya ciuman kemarin!"Perintah Zora membuat Rada mendongak menoleh padanya.
Semuanya menatap Rada dengan tatapan tanda tanya.
Rada menghela napas lalu memulai ceritanya hingga di penghujung cerita, gadis itu sempat mengeluarkan air mata mengingat musibah yang sudah menimpanya.
Zora langsung paham dengan perasaan Rada.Dia ikut merasa sedih mendengarkan musibah yang menimpa gadis di sebelahnya yang gagal nikah gara-gara keponakannya Rola sebagai orang ketiga dalam hubungan Rada dan mantan tunangan nya.
"Kalau begitu,sepertinya kamu memang harus bertunangan dengan Rada karna kamu juga ikutan dukung sepupu ganjen mu itu kan"Ucap Zora menatap mengintimidasi putranya.
Maxsi terperanjat mendengarkan. Jadi orang yang disukai sepupunya Rola ialah orang yang sudah bertunangan. Dia turut sedih dengan musibah yang menimpa Rada.Dia masih punya hati nurani seperti manusia pada umumnya. Tapi ini tunangan,serius berhubungan dengan perempuan aja belum,apalagi tunangan sama orang yang baru dikenal dan itu ulah sepupunya Rola.
Tanpa persetujuan lagi,Zora lansung memasang kan Cincin tunangan pada jari manis Rada.Tentunya Rada terkejut bukan main,dia langsung menatap bingung pada Zora.
"Maxsi sudah jadi tunangan mu dan begitu pula sebaliknya. Maxsi,mulai sekarang gadis ini yang mama pilih jadi tunangan mu"Tegas Zora tak bisa dibanta lagi.
Maxsi mengangguk pelan seperti Rada.Mereka peradu pandang tak percaya bakalan berhubungan sejauh ini.
*************************