THE WOMAN IS THE KING OF PLAYBOY

THE WOMAN IS THE KING OF PLAYBOY
2.Ciuman


Rada dan sahabatnya Mouri serta Arya kekasih Mouri tengah duduk di kantin kampus.


Rada sudah menceritakan segala hal yang dia lihat kemarin pada keduanya dan itu termasuk Arya Le,Adik dari matan tunangannya yang ia anggap sahabat dan saudara.


"Maafin kelakuan abangku Ra,aku benar-benar nggak menyangka dia bakalan sejahat itu sama kamu"Ungkap Arya malu dengan kelakuan sang abang.


Rada menghela nafas lalu membuangnya dengan pelan.Dia mengaduk jusnya sembari melirik kedua sahabatnya"Tak masalah kok.Aku sudah melupakan hal itu"Ucapnya menyakinkan kedua sahabatnya yang tampak prihatin padanya.


Cici mengernyit dahinya"Masa sih,semuda itu kamu melupakan bang Johun yang kamu dambakan itu?"Ucapnya melirik Arya.Dia jadi takut kalau lelaki itu bakal sama dengan abangnya.


Arya paham dengan lirikan kekasihnya"Jangan kamu samakan aku dengan bang Johun"Ucapnya mengkerut sebal.


Rada tertawa melihat sepasang kekasih di depannya. Gadis itu meminum jusnya sampai ludes."Shopping yuk,udah lama nih nggak ke mall"Ucapnya membuat Mouri menoleh padanya lalu mengangguk.Dan Arya pasrah membawa dua gadis gila shopping itu ke mall dengan mobilnya.


Karna jadwal kampus mereka sudah habis. Mereka segera meluncur ke mall tengah kota.Rada dan Mouri segera masuk ke dalam mall dengan girang.Dan Arya sebagai ATM berjalan mereka menyusul di belakang.


Keduanya sudah berada di dalam tokoh kosmetik sembari mencoba coba barang kosmetik.


"Yang mana kamu pilih Ra?"Tanya Mouri sembari mencoba lipstik ke tangannya.


Rada malah sibuk mencoba melihat lihat saja.Dia sebenarnya tak begitu gila dengan barang berbau kosmetik.Kalau ke mall palingan cuma cari angin segar saja atau beli makanan di sana.


"Belum ada"Jawab Rada sembari melihat ke samping yang sudah ada Arya di sana.Gadis itu cengir kuda melihat ekspresi kesal Arya.


"Berapa lama kalian belanja?"Tanya Arya melirik kedua gadis pemboros isi ATM-nya.


Mouri menoleh pada kekasihnya dengan wajah memelas sembari memegang lipstik warna pink toska yang sudah melekat juga di bibirnya.


Arya berdecak sebal, dia paling benci dengan barang pewarna itu.Pemalsuan,pikirnya.


"Terserah kamu dah,protes aku nggak bakalan ngaruh ama kamu yang tetap mau beli barang pemalsuan itu"Ucapnya malas.Ia lantas mencari tokoh makanan atau kafe yang diikuti Rada.


"Mouri,aku ikutan mantan adik iparku dulu ke kafe!"Teriak Rada berjalan beriring sama Arya dari kejauhan. Orang-orang berlalu lalang di sana keheranan mendengarkan.


Mouri mengangguk lalu kembali dengan barang kosmetik bersama pelanggan lain yang ikut nimbrung membeli barang kosmetik.


_____________________


Maxsi beserta asisten Leah baru menyelesaikan meeting bersama kliennya di dalam kafe.Keduanya tengah minum sembari menunggu sepupu Maxsi yang mau menemui mereka.


Rola datang menghampiri kakak sepupunya Maxsi.Gadis itu tengah membawa barang perbelanjaan di kedua tangannya.


"Hai,kak Maxsi tolongin bawa barang aku ke mobil nanti ya!"Ucapnya lansung duduk di samping Maxsi lalu meminum jus milik Maxsi hingga kandas.Dia kehausan karna berkeliling mall.Barang pembelanjaan sudah berada di lantai dekat dia duduk.


Maxsi berdecak sebal karna minumannya diambil Rola.sedangkan asisten Leah membatin


Palingan aku yang bawa barang itu nanti.Mana mau majikan aku ini kecapean membawa barang itu dengan aku yang bersantai di sampingnya. Dunia bakalan runtuh kalo hal itu terjadi..


Dan benar dugaan asisten Leah.Maxsi meliriknya dengan artian Kau saja yang bawa barang itu.Asisten Leah mengangguk lemah.


Sedangkan Rola memegang perutnya karna tiba-tiba terasa sakit.Mungkin tamu bulanan nya udah datang.


Dari kejauhan Rada dan Arya berjalan menuju kafe.Rada lansung terfokus pada wanita yang tengah memegang perut di salah satu meja kafe bersama dua orang pria.Perempuan ******,pikir Rada.Dia lantas masuk ke dalam kafe yang diikuti Arya di belakang berekspresi penasaran apa yang dilihat Rada.


Rada duduk di meja sebelah wanita yang membelakangi nya. Sepertinya wanita itu tak tahu keberadaannya di sana.Rada mengambil buku menu di meja lalu melirik Arya yang baru duduk di sebelahnya.Lelaki itu tampak fokus dengan ponselnya,melihat pengeluaran uang dalam ATM nya.


"Kak,aku ke toilet dulu nih.Perutku tiba-tiba terasa sakit"Wanita itu pamit ke toilet pada pria yang dipanggil kakak.


Rada langsung menebak kalau pemuda itu ialah kakak dari pelakor-nya dan Johun,wanita yang kemarin dia lihat.


Rada beranjak dari kursinya lalu menghampiri pemuda di sebelah mejanya.Arya tak mengetahui kalau Rada sudah tak di dekatnya karna masih fokus dengan ponselnya.


"Hai,siapa diantara kalian kakak dari wanita tadi ?"Tanya Rada sudah di meja pemuda yang ialah Maxsi dan asisten Leah.


Tanpa babibu Rada lansung saja melabrak pemuda di depannya dengan berbagai kutukan serta sumpah serapah.


Maxsi diam mendengarkan ucapan Rada.Dia sebenarnya lebih fokus pada bibir mungil gadis itu.Ucapan yang keluar memang pedas,tapi bibir itu pasti manis kalau dicicipi sedikit, pikirnya.


Arya yang baru menyadari kehebohan Rada lansung menghampiri sahabatnya itu.Betapa terkejutnya dia melihat seorang Maxsi Zhiang,tuan muda di kota ini sedang dilabrak Rada dengan berbagai kutukan. astaga Rada,apakah kamu tak mengenal pemuda yang tengah kamu labrak ini.Dia tuan muda kaya raya di kota ini woy! Batinnya menggerutu tindakan sang sahabat.Arya ingin memberitahukan Rada,tapi lansung ditatap sama Maxsi hingga dia cuma bisa diam di tempat.


Entah tergoda atau kerasukan ,Maxsi beranjak dari kursinya lalu menarik Rada dan langsung mencium bibir mungil milik gadis itu.Hingga Rada bungkam dibuatnya.Mata gadis itu membulat sempurna hampir saja keluar dari tempatnya. Mau memberotak,tapi kekuatan tubuh pemuda itu lebih kuat darinya.Semua yang melihat adegan itu mengah tak percaya apa.Baik pengunjung maupun pelayan kafe terkejut melihat adegan ciuman yang tengah berlangsung di hadapan mereka.


Seseorang malah tersenyum menyeringai di tempat tak yang jauh, sambil mengambil momen di depannya dengan kamera ponsel canggih."Aku jadi tertarik menjadikan gadis itu sebagai kakak iparku agar dia Benar-benar tak menjadi penghalang dalam hubunganku dan Jojoku sayang"Ungkapnya sembari mengirim foto hasil bidikan nya pada seseorang.


Setelah ciuman mendadak berakhir,Rada lansung menampar pemuda di dekatnya.


Plak


Plak


Dua tamparan mendarat di kiri kanan pipi putih mulus milik Maxsi.Ini tamparan pertama dan kedua sekaligus ia dapatkan. Tenyata tamparan sangatlah sakit,pikir pemuda itu.


Dengan berlinang air mata,Rada berlari keluar kafe yang lansung dikejar Arya.


Rada keluar dari dalam mall dengan nafas ngos-ngosan.Dia pikir harga dirinya tak akan sampai serendah itu ketika melabrak lelaki yang malah mengambil ciuman pertamanya secara paksa.


Prediksinya tak kesampaian ke sana.


Mouri buru-buru keluar dari mall bersama Arya, setelah mengetahui musibah yang baru menimpa sahabatnya dari sang kekasih. Dia bahkan tak jadi berbelanja banyak. Cuma lipstik yang tadi dia gunakan barang pembelanjaan nya.


Rada berjongkok di aspal parkiran sambil menangis dengan kedua tangan menutupi mukanya.


Mouri ikut berjongkok lalu memeluk Rada karna ikut sedih dengan musibah yang baru menimpa gadis itu.Sedangkan Arya mengambil mobilnya di parkiran lalu menghampiri kedua gadis yang masih berjongkok sambil berpelukan.


"Ayok masuk,kalian nggak bakalan jadi gembel kan di sana"Ucap Arya mencoba bercanda pada Rada dan Mouri.


Kedua gadis itu mendongak sebal,orang ceritanya lagi sedih malah bercanda,pikir mereka.


Arya cengir kuda nggak jelas dalam mobilnya melihat keduanya yang malah berekspresi tak sedap dipandang."Ayolah girl,sampai kapan kalian di sana.Nggak kepanasan dan kecapean apa kalian?"Ucapnya sekarang heran.


Rada dan Mouri lansung masuk ke dalam mobil Arya dengan sedikit berdecak.


________________________


"Kak,adakah hal yang terjadi selama aku dalam toilet soalnya aku tadi dengar orang Marah-marah"Ucap Rola baru keluar dari dalam toilet lalu kembali duduk di sebelah Maxsi yang tengah menyentuh pipinya sendiri.


Asisten Leah diam saja tak mau berkomentar.Semua penghuni kafe pun diam,kembali ke aktivitas masing-masing. Mereka tak mau terlibat dengan Maxsi Zhiang yang dikenal kejam di kota ini kalau bermasalah dengannya. Bahkan mereka tak mau jadi paparazi yang mengambil foto adegan ciuman yang sangat langkah tadi karena takut.


"Tak ada,perutnya udah nggak sakit?"Tanya Maxsi mengalihkan pembicaraan.Dia paling tak suka kalau diwawancarai seperti ini.


Rola ber o riah."Sudah mendingan dari tadi kak"Ucapnya lalu menatap barang pembelanjaan yang masih di lantai dekatnya.


"Bawa barangnya asisten Leah!"Perintah Maxsi melirik asistennya yang langsung berdiri lalu mengambil barang perbelanjaan Rola.


Ketiganya langsung keluar dari dalam mall menuju parkiran.


Asisten Leah meletakkan barang Rola dalam mobil gadis itu,lalu melirik tuanya yang bersamaan menatapnya dan Rola.


"Ada apa?"Tanya asisten Leah heran.


"Kamu setir mobil Rola,dia pasti tak mampu menyetir mobil dalam keadaan sakit perut"Ungkap Maxsi berlalu masuk ke dalam mobilnya yang berada di sebelah mobil Rola.


Asisten Leah melirik Rola yang lansung melemparkan kunci mobil padanya. Gadis itu lansung masuk ke dalam mobil tanpa mempedulikan ekspresi kesal asisten kakak sepupunya.


Asisten Leah terpaksa masuk menyetir mobil Rola karna mobil majikannya sudah berlalu di sana dengan kecepatan tinggi.Majikannya ini benar-benar membuatnya tak bisa beristirahat sebentar saja.Itulah, inilah, sanalah, persetan punya majikan sadis macam Maxsi Zhiang.