THE HEIR'S ENEMY

THE HEIR'S ENEMY
03


sepertinya ada yang salah hari ini.gumam david memandang moment langkah di depannya.selama menjadi guru privat di rumah ini,baru kali ini sang tuan putri belajar dengan semangat,biasanya tuan putri masi tidur saat seperti ini,atau dia sedangpura-pura mandi,dan banyak lagi alasan yang dia ajukan untuk menghindari waktu belajar.


"ku rasa waktu belajar hari ini terlalu sedikit"maory merengek sedih.


"kita sudah belajar melampaui jam kerja ku nona"david memandang bingung.


"mmmmm,,,padahal aku perna dengar,katanya harry suka wanita yang rajin belajar"


"(????)siapa harry?"David bertanya dengan wajah bingung,aku aja yang terbilang berwajah idaman tidak membuat dia terlihat bodoh begini.gumam david sambil membereskan buku-buku yang berserakan di atas meja.


"pelajarannya saya akhiri nona.".sambil mengambil langka cepat,sebelum gadis itu merengeng-rengek minta waktu tambahan.


*****


"hasil kerjamu tak jauh beda dengan sharon,tidak salah saya memilih kamu untuk menggantikan posisinya".hari di mana sharon mengajukan surat pengunduran diri,william memilih fedrick di antara kelima nama yang terterah di kertas pada saat itu.banyak pertanyaan dari william untuk menyeleksi kelima orang itu.namun karna william merasa fedricklah yang pantas di antara karyawan itu,maka sekertaris lius juga hanya mengangguk setuju.


"saya juga sangat berusaha melakukan yang terbaik pak"fedrick tersenyum tulus,namun siapa sangka dalam hatinya banyak kelicikan.jadilah karyawan terbaik terlebih dahulu,jika kau sudah mendapat kepercayaan maka kau bisa melakukan apapun tanpa sepengetahuannya,itulah isi perbincangannya dengan banner setelah ia di terimah di perusahaan corpindo.


"silahkan lanjutkan pekerjaanmu,jika kau mengalami kesulitan,jangan sungkan bertanya kepada lius"fedrick mengangguk patuh sambil menoleh pada sekertaris lius,namun yang di pandang tetap berdiri tegap dengan wajah datar,menunjukkan bahwa ia adalah orang kedua yang sangat berpengaruh bagi perusahaan corpindo.


"bagaimana bisa sekertaris itu terlihat sombong"gumam fedrick pelan saat keluar dari ruang presdir.ia menyadari bahwa tidak ada seorangpun yang mudah untuk menyentuh sang presdir walau seujung kuku,apa bila sekertaris itu terus mengekor seperti anjing peliharaan pada tuannya.


*****


suara bisikan terdengar samar di setiap sudut kampus,setelah beredar berita dari mulut ke mulut,tentang siapa laki-laki yang membuat dinding pertahanan sang primadona itu goyah.bagaimana tidak membuat heran,setelah hampir semua laki-laki yang mengaku tergila-gila padanya,baru kali ini terdengar kabar bahwa dia selalu membicarakan seseorang bersama jommi.


"aku bisa masuk RS jiwa dengan masalah ini"jommi tertunduk lesuh,melihat banyaknya mahasiswa perempuan maupun laki-laki yang sedang mengerumuninya untuk mendapatkan informasi.bahkan ada yang rela menyogoknya demi informasi langka dari sang tuan putri.


"kau kan yang paling dekat dengan maory.masa kau tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana ini??"seorang gadis mulai terlihat kesal.


"jadi siapa laki-laki beruntung itu??"sahut yang lain.


"kenapa kalian tidak tanya langsung saja pada orangnya"jommi berteriak geram,membuat para wartawan-wartawan itu melongo.


"kami mendengarnya,akhir-akhir ini dia selalu membicarakan laki-laki itu dengan mu di kantin"para wartawan kembali membuat kerumunan.


"AAAAAAAKKHH"jommi mengerang kesal,membuat para wartawan-wartawan itu berlari ketakutan,seperti sedang melihat kingkong membusungkan dadanya saat sedang marah.


sedangkan di ruang lain harry sedang kesal,setiap hari dia tak perna luput dari ocehan seorang gadis di sampingnya.


"jika kau ingin tahu semua tentang ku,kau bisa bertanya langsung pada jommi,jommi sudah menjadi teman dekatku saat kami masi SMA,lucu sekali kalau aku mengingatnya,saat itu jommi mengatakan kalau dia seperti melihat ibunya saat melihatku.dan kau tahu apa yang aku katakan padanya???"


"stop"harry memotong cerita maory dengan kesal."telingaku berkarat mendengar suaramu"apa??,,saat aku sudah membentaknya ia masih tersenyum??benar-benar bodoh."berhenti melihatku,aku tahu,kau pasti mengagumiku"


"ya ampun gadis ini.kau tidak tahu aku ini laki-laki seperti apa??".


"bahwa kau adalah laki-laki teraneh yang pernah ku temui"


"ini pertama kalinya ada perempuan yang berani menatapku saat bicara"


"apa????,,,wah,,suatu kehormatan bagiku lord.hahahaha"


"tuh kan,aku pikir laki-laki yang mengejarmu selama ini adalah laki-laki paling idiot"maory menghentikan tawanya.


"mereka memang idiot,karna telah relah menjomblo hanya untuk ku"kembali tertawa"secantik itukah diriku ini"sambil tersenyum imut.


"cih.."aaaaa wanita ini,dengan wajah kesal harry mengaku kalah.apapun yang di bicarakan wanita itu,dia tidak akan berkomentar apapun.


****


felix melajukan mobil dengan kecepatan sedang,sambil mengintip sang majikan dari kaca spion.majikannya itu memang tidak perna terlihat murung,namun kebahagiaannya akhir-akhir ini tidak seperti hari-hari biasanya.Felix tidak perlu bertanya tentang alasannya,karna tanpa di jelaskanpun dia pasti akan memahami.sikap apa lagi yang tidak felix tahu dari teman masa kecilnya itu.


Bagi maory,teman kecil yang 5 tahun lebih tua darinya itu,sudah seperti kakak kandungnya sendiri.namun bagi felix,maory adalah wanita yang ia kagumi.entah mulai kapan perasaan itu muncul,namun felixpun sadar tentang posisi dirinya.meskipun dia adalah anak dari tangan kanan tuan besarnya,tapi tidak membuat felix merasa punya peluang besar untuk bisa mendekat lebih jauh.


sekertaris liuspun selalu mengingatkannya,bahwa meskipun kau adalah orang pertama yang menjadi teman bermain untuknya,namun posisih antara kau dan nona kecil itu jauh sangat berbeda.


"apa yang sedang kau pikirkan"suara maory menyadarkannya.


"ahh...aku hanya memikirkan pekerjaan dari kantor"jawabnya berbohong.


"harusnya ayah tidak perlu lagi menugaskanmu untuk mengantar jemput aku,kan masih banyak yang bisa".


"semua punya tugas masing-masing nona"


"tapi kan,kamu juga nggak bisa mengerjakan 2 pekerjaan sekaligus"


"tuan besar sudah mengatur jadwal kantor dan antar jemput anda nona"felix sadar tidak ada gunanya menjelaskan kepada nonanya ini."apakah hari ini nona mau di antar langsung ke rumah??"felix mengalihkan pembicaraan.


"ia,hari ini David mungkin datang lebih awal"felix mengangguk paham.


*****


harry menghentikan motornya sambil mengamati mobil yang telah berbelok masuk ke sebuah pintu gerbang dari kejauhan.setelah mobil itu tak terlihat ia kembali melajukan motornya.Rumah itu di kelilingi penjagaan yang super ketat,batin harry.meskipun tidak terlalu nampak,tapi harry tahu,beberapa mobil yang tadi juga mengikuti mobil maory adalah penjaga yang di tugaskan untuk menjaga keselamatan tuan putri,orang kaya memang selalu di buntuti banyak musuh,pikirnya.


harry kemudian menghempaskan dirinya di atas ranjang setelah memasuki kamarnya.hari yang ia lewati 4 bulan ini di kampus barunya terlalu membosankan.tidak ada hal menarik yang bisa ia lakukan,selain mendengarkan gadis aneh itu yang bicara tanpa henti setiap hari.kenapa harus dia yang harus menyelesaikan tugas ini???...harry masih belum tahu,rencana apa lagi yang akan di terimah dari ayahnya,padahal ayahnya sudah tahu,bahwa dia tidak perna tertarik dengan wanita.