THE HEIR'S ENEMY

THE HEIR'S ENEMY
02


Harry andersond,yah.dia benar laki-laki aneh yang dingin,yang bisa membuat maory kesal,setelah seharian ia mengajaknya bicara tapi malah membuatnya harus menahan amarah untuk menjaga imagenya.


"hoi...apa yang sedang mengganggumu,kau terlihat banyak pikiran hari ini?"


"duduklah"


" apa kau sedang memerintahku??"


"iya,lalu apa lagi??"maory membulatkan matanya kesal sambil mengaduk-ngaduk minumannya.


"pas banget lagi di kantin,butuh tempat curhat?".jommi menyeringai licik yang langsung di pahami oleh maory.


"iya...makanlah sepuasnya"


"jadi ada apa dengan tuan putri"jommi membuka pertanyaan pertama setelah memilih menu.


"tidak mungkin kau tidak tahu ada anak baru di jurusanku kan?"


"lalu??..."jommi diam sejenak"waaaaah,aku tidak perna melihatmu memikirkan laki-laki seperti ini"tersenyum jahat sambil menerimah menu pesanannya."hei,kenapa bengong?"


"aku akui,wajahnya memang sedikit tampan.tapi apakah itu bisa membuatnya sesombong itu?"masih dengan wajah kesalnya"tidak pernah ada yang mengabaikan aku seperti itu"maory mengibaskan rambutnya angkuh.


"mungkin saja dia gay"


"bahkan gaypun menginginkan aku jom"


"mungkin dia sudah punya pacar"


"bahkan yang sudah punya pacarpun bakal relah putusin pacar mereka demi aku jom"


"mungkin kamu kena karma"


"JOMMI"maory berteriak kesal.


"bingungkan,aku mau jawab apa"


"tebak-tebak aja"


"aku bukan dukun ri',lagian kenapa juga harus membuatmu berpikir sekeras itu?."jommi menyantap makanannya dengan santai."tapi aku juga bingung."hehehe.


dengan wajah bingungpun ia terlihat cantik.apa mungkin laki-laki itu sakit mata???.


"mungkin kalian jodoh,hahahahaha"


"untung aku sabar jom,kalo tidak,mungkin bola matamu sudah ada di dalam perutmu".jommi hanya terkeke.gadis itu akan semakin menggemaskan jika sedang marah.


*****


"laporan apa yang kau bawah hari ini jeff"suara serak laki-laki 50 tahun itu terdengar semangat.


"fedrick berhasil masuk di Corpindo"


"lanjutkan"


"william tidak menerimah tawaran kerja sama dari polio group"


"kenapa?"


"menurut william,harga yang di tawarkan terlalu renda"


"apa??"banner mengubah posisi duduknya menghadap jeff yang sedang menundukkan kepalanya.


"zara sudah mengaturnya dengan baik tuan,tapi..."banner melempar vas bunga dari mejanya dengan murka?


"jika cara ini tidak berhasil,maka pastikan fedrick bisa memberiku kabar baik".


"baik tuan,saya akan berusaha dengan baik"


banner mengerang kesal,bagaimana mungkin semua usahanya gagal.william terlalu pintar untuk di bodohi.bagaimana bisa ia punya kekuatan besar untuk menangkis semua serangan musuh.apakah dia punya ilmu hitam untuk mengetahui rencana musuh??banner bergumam sendiri,membayangkan william yang sedang duduk mengejeknya.ingin rasanya banner membaca mantra kematian untuknya.


aku sudah memberimu ketenangan selama 21 tahun william.tapi saat ini,aku kembali untuk memberimu kehancuran.


****


william sedang memeriksa semua berkas di mejanya ketika seseorang mengetuk pintu.


"saya akan melihatnya tuan"sekertaris luis bergegas dengan cepat menuju pintu,setelah beberapa menit dia kembali bersama dengan seorang wanita yang sedang mengelus perutnya.


"duduklah"william menyambutnya tanpa melirik."silahkan".wanita itu menyodorkan surat pengunduran dirinya.


"kenapa harus mengundurkan diri?..padahal kamu bisa mengambil cuti sampai bayimu lahir"


"setelah melahirkan saya ingin fokus mengurus anak saya pak,suami saya juga berpendapat demikian"


"baiklah,lius akan mengurus berkasmu.kau bisa meminta bantuan lius untuk memindahkan barang-barangmu"


"terimah kasih pak"wanita itu terlihat bahagia,3 bulan lagi dia akan menjadi seorang ibu."kalau begitu saya permisih pak,sekali lagi terimah kasih telah memberi saya kehormatan selama 7 tahun bekerja di perusahaan bapak".


"panggilkan nama-nama yang ada di kertas ini"william menyodorkan selembar kertas kepada sekertaris luis.


*****


"apa yang biasa kau lakukan di akhir pekan"harry hanya diam,perbincangan itu sama sekali tidak berguna untuknya."kau sangat irit kata ya??,,,kau harus sering-sering bicara agar otot wajahmu tidak kaku"maory terus menyerocos kesal.


"aku pikir kau tertarik padaku"ucap harry sambil menyandarkan bahunya di kursi.


"Ha,apa aku tidak salah dengar??"


"yah,sepanjang hari kau selalu mengikutiku,menanyakan ini dan itu,tidak ada yang kau bahas dengan temanmu itu selain aku"harry membuang nafas"jadi kesimpulannya adalah kau pasti menyukaiku kan??"harry berdecih sambil tersenyum licik.


"kau terlalu percaya diri"maory memandang harry kesal"tidak ada sejarah dalam hidupku untuk menyukai laki-laki yang tidak masuk dalam daftar tipeku,apa lagi laki-laki seperti diri mu yang terlihat,,,,,yaaah,,,,ku pikir kau mungkin sakit hari ini"


"hahahahaha,kau lucu sekali"


"wah,,,ternyata kau juga bisa tertawa"maory memandang moment langka di depannya,setelah 2 bulan mengenal harry baru kali ini maory melihatnya tertawa,meskipun tawa itu terasa mengejeknya.


"jangan memandangku,nanti kau jatuh cinta"


"cih,,,ku rasa aku akan gila jika terus di dekatmu"sambil melangkah keluar kelas dengan muka masam.


"wah,,aku baru saja ingin menjemputmu,tuan putri"jommi tiba-tiba ada di samping maory.


"ada apa??"dengan nada cuek.


"kangen"


"Narsis"maory memasang wajah sedikit kesal membuat jommi terkeke.


"jom,apakah tipe laki-laki yang selalu bersikap dingin itu benar-benar tidak suka dengan wanita??"


"maksudnya"jommi betfikir sebentar.otaknya mulai memikirkan sesuatu.


"apakah kau sedang membicadakan anak baru itu"jommi memasang muka pura-pura kaget sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"gak usah lebay napa?aku hanya bertanya"


"aku srius nanya ri',wahh,,,aku jadi ingin menjadi cowok cuek sekarang"pura-pura bingung sambil menggelengkan kepala.


"sepertinya aku tertarik padanya"maory tiba-tiba tersenyum.


"kau terlihat aneh dengan senyummu itu"


"kenapa??,,bukankah menggemaskan?"maory mempercepat langkah sambil bersiul-siul riang."cepatlah,hari ini moodku sedang dalam kondisi baik,aku ingin mentraktirmu"


"benarkah??"jommi setengah berlari dengan mata berbinar-binar.


"sesenang itukah kau hari ini??"jommi bertanya serius sambil membawa beberapa menu menuju meja yang tak berpenghuni.


"kurasa ia".maory tersenyum sendiri."ckckckckck,,,"


"kenapa??"


"nggak,..."maory berfikir sebentar.


"aku hanya penasaran,tipenya seperti apa."


"lalu kalau kau tahu tipenya dan itu bukanlah seperti diri mu apakah kau akan berubah"jommi sedikit kesal,bukan karna dia merasa cemburu.tapi hanya takut jika teman baiknya itu akan melakukan hal-hal yang bisa membuatnya menjauh.


"CK....aku hanya ingin tahu jom.(...)


dulu waktu kau pertama melihatku bagaimana tanggapanmu"maory mengalihkan pembicaraan.


"aku seperti melihat ibuku versi mudanya"jommi menyantap santai makanannya,mengabaikan ekspresi maory yang sedang bingung minta penjelasan.pertanyaan itu sudah berkali-kali ia jawab.


"kau pasti menyadarikan,hampir 3 tahun kita saling mengenal,tapi aku tidak perna mengungkapkan cinta kepadamu,aku hanya memujimu dengan kata-kata bahwa kau terlihat cantik.aku menyukaimu,tapi aku tidak bisa mencintaimu lebih dari itu.karna aku selalu merasa melihat ibuku ada dalam dirimu.kadang aku berfikir,jika ibuku benar-benar telah meninggal,mungkinkah kau adalah reinkarnasi dari dirinya??"


"jommi"maory memanggilnya dengan suara lembut.meskipun jawaban itu sudah perna ia dengar,tapi tetap saja masi mampu membuatnya terharu."baiklah,kalau begitu kita akan berteman,tapi kita memang teman bukan???"


jommi melanjutkan makan siangnya tidak pedulih.temannya itu terlihat tidak waras dengan wajah sedih yang di buat-buat itu.tapi entahlah...siapa tahu dia memang sedang terharu.


"aku selalu penasaran apa yang membuat harry bersikap sangat dingin pada semua orang.apakah itu memang pembawaan??"kembali penasaran.


"apa yang membuatmu terlau penasaran seperti itu padanya.biasa-biasa saja menurutku"


"entahlah.aku belum perna menemukan orang dengan sifat seperti dia.sikap cueknya bahkan mengalahkan sikap sekertaris lius"


"setiap orang punya karakter beda-beda ri',semua orang memang mengakui kau cantik,kaya,pintar,punya segalanya.tapi tidak semua orang punya tipe seperti kamu"


"kok aku tambah kesal dengar jawaban kamu ya??"


"lah trus,aku harusnya ngomong apa??"jommi jadi serba salah.


sedangkan seorang laki-laki dingin dari sudut ruangan menyaksikan mereka dengan senyum menang.