
"Duh...udah pukul 08:15 aku harus siap siap nih" Ucap Salma.
15 menit kemudian....
tinnn.. tin... (suara klapson mobil rangga )
Salma yang sudah rapi bau farfum sangat menyengat dengan pakaian dress sebatas lutut bewarna biru muda, dengan memakai high heels bewarna putih bening. dan sedikit rambut diurai. tampak sempurna kecantikan wajah Salma terpancar jelas. Dengan polesan make up yang sedikit karena wajah Salma sudah putih bersih tanpa make up pun Salma sudah terlihat cantik. Salma segera keluar rumahnya karena mendengar klapson mobil rangga sudah ada didepan ramahnya.
"Hi GA" seraya menadahkan tangannya.
Rangga hanya tersenyum dan mematung melihat kecantikan Salma yang begitu mempesona.
Salma yang sedari tadi berjalan dan kini ia sudah berada didepan Rangga yang jaraknya tidak lebih dari setengah meter.
"hai, hai hello (sembari menadahkan tangannya didepan wajah Rangga yang sedari tadi terbengong melihat kecantikan Salma )"
Rangga yang melihat kelakuan Salma akhirnya ia tersadar dari lamunanya dan bertingkah seperti malu malu.
"Eh Salma udah disini ya (sambil menggaruk tukuk dibelakangnya yang tidak terasa gatal )"
"Udah dari tadi salma berdiri disini tapi angganya malah bengong terus senyum senyum sendiri" kesal Salma dengan manja.
"Eh ngambek ya, Yaudah ayo buruan naik ntar pulangnya kemaleman nanti."
"Iya " Salma langsung masuk kedalam mobil dengan bantuan dari Rangga karena membukakkan pintu untuknya.
Author rasa mereka uda ada rasa saling cinta ya.... ππ abisnya jalan makan aja udah kayak suami istri serasi banget.
πππ
sitt..settt... (suara mobil Rangga yang berhenti di sebuah tempat )
Rangga kemudian turun dari dalam mobilnya kemudian ia membukakkan pintu mobil dari sebelah Salma.
"Silakan turun tuan putri (sembari mengayunkan tanganya pertanda untuk keluar )"
"Ih apaan sih ga lebay banget kamu "
"Hhh gak papa Lebay, yang penting bikin kamu nyaman." jawab Rangga
Salma hanya tersenyum melihat tingkah sahabtnya itu.
"Uwahhh bagus banget ga aku suka, kita nanti naik yang itu ya (Tunjuk Salma kepada salah satu wahana yang berada disana )
"Iya Sal "
"Ingat ya GA janji kamu apa (telunjuk Salma mengarah ke Rangga )"
"Iya aku ingat kok khusus malam ini aku semua yang terakhir "
"yeaah kamu gak lupa aku kira kamu lupa"
"Cihh... gak lah mana mungkin aku lupa. aku orang yang memiliki ingatan yang tajam " canda Rangga.
Waktu terus berjalan meraka berdua pun ke walahan karena setiap permainan yang ada disana hampir dicoba semua oleh kedua sijoli itu.
"Sal Yuk kita makan, udah keroncongan nih perut" Ajak Rangga.
"Iya ayo"
Setelah tiba disebuah warung dekat dengan tempat mereka bermain.
"Bu pesan bakso dua, es teh manis dua bu" Kata si lelaki tak lain dari Rangga.
"Iya pak (jawab si Ibu tukang jualan Bakso ) pak baksonya mau yang mana."
"Emangnya Ada bakso apa saja disini bu" jawab si gadis Salma.
"Disini tersedia bakso, Urat, Mercon, dan Bakso ayam."
"Yaudah kita beli bakso Uratnya satu Mercon satu juga"
"Iya pak bu "
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya hidangan bakso sudah tersedia dengan kedua es teh manis sebagai minumannya.
"wihh, lezatnya."(sambil mengendus endus bau yang menyengat ).Salma.
"kamu mau bakso yang mana"tanya Rangga.
emmm... aku mau yang ini (tunjuk kearah mangkok bakso Mercon )
"Yaudah aku yg ini ya"
Salma yang tak memperdulikan jawaban Rangga. ia langsung melahab baksonya dengan nikmat.
Rangga yang melihat itu hanya mengeleng gelengkan kepala saja karena keheranan.
"sumpah nih anak kalau makan rakus bener yak... kalau gini terus bisa bangkrut gue, untung aja gue gak miskin miskin amat." gumam Rangga.
Eh lah dalah... bang Angga... pelit bingits ya... baru makan bakso aja udah dibilang mau bangkrut ππpadahal tu bang Angga hartanya tak terkira... bagi bagi dong baksonya author kan jdi kepengen π€€....
"Ih apa'an loh Sal, gue ada bakso nih punya gue (sambil melihatkan baksonya yang masih penuh )"
Salma yang sedari tadi terus menerus makan bakso punyanya... akhirnya ia menoleh kearah Rangga yang memperlihatkan bakso uratnya.
"Wiihhh kayaknya enak juga punya loh ga"
Rangga yang sadar akan perkataan Salma langsung menarik baksonya.
"Ga... Angga... Rangga.. boleh ya please.. ga Boleh ya dikit aja.. gue cicipin bakso punya loh gue kan gak tau rasanya punya loh habisnya sapa suruh sih pesan bakso dua mangkok beda rasa gini gue kan jadi kepengen dua duanya GA." Sambil bergelayut di lengannya Rangga agar dapat belas kasihan.
"Ih apa'an Sal, punya loh udah mau abis...dan sekarang mau ngehantam makanan punya gue juga... gak mau.. ah."dengan cueknya Rangga melanjutkan makanya.
"Ih Rangga kok gitu sih.. (memanyumkan bibirnya ) gue jadi sebel.." Gumam Salma.
Rangga yang melihat ekspresi muka Salma yang begitu kesal akhirnya ia luluh.
"ya... Iya... nih ambil punya gue serah loh deh mau di habisin atau mau sekalian mangkok nya loh telan juga gak papa." Ucap Rangga yang langsung memberikan mangkok baksonya pada salma.
"Makasih Ga..." langsung mengambil mangkok tersebut dan menyantapnya dengan leluasa.
ππππ
Hari hari terus berlalu tanpa terasa dunia yang terus berputar waktu terus berjalan tidak sedikitpun Salma lewati Hari harinya dengan sosok sahabtnya itu Rangga. Semenjak ia bersahabatan dengan Rangga ia selalu ceria, tersenyum, bahagia. Hari hari yang suram baginya sudah berlalu walau terkadang mama, kak Vina, kak Ben, selalu memarahinya tapi selalu ada Rangga yang bersedia menemaninya disetiap harinya.
Tiga minggu sudah berlalu lika liku hidup Salma yang terus ia jalanani dan syukuri dengan apa adanya tanpa mengeluh karena jika dirinya sedih dan terluka karena ulah mamanya Ada sosok dua laki-laki yang selalu menguatkannya tak lain dari papa dan sahabatnya Rangga.
*Dikediaman keluarga ADIPATI*
Dimeja makan terdapat Pak WIJAYA,Buk Susi, Vina, dan Ben.
"Ma...Salma mana ma kok belum keluar dari kamarnya" pak Jaya memulai pembicaraan.
"Udah pa.. biarin si Salma mau ngapain toh dia bukan keluarga ini"Jawab Ben dengan entengnya.
"Iya pa.. papa apa apa'an sih mikirin Salma terus yang anak Papa dari istri sah itu Vina sama kak Ben bukan Salma pa... " sambung Vina yang tidak suka dengan papanya yang selalu mengkhawatirkan Salma.
"Eh Vina Ben jangan ngomong kayak gitu, itu Salma adik kamu darah daging papa juga tapi beda mama aja kalian." jawab pak Wijaya
"Udah... udah vin, Ben. gak usah dengerin tu kata papa kamu kita pokus aja keacara kita hari ini."
"Oh Iya ya ma kita kan udah janji bertiga mau jalan jalan" Ucap Vina gembira.
"Iya ayo buruan kita kemas barang barang lalu pergi refreshing kita hari ini biar pikiran kita gak suntuk bosen mulu mikirin anak dan bapak yang satu ini (yang dimaksud Salma dan pak Wijaya papanya Salma )"
"Oh ya Ben kamu jadi kan ikut " Tanya Buk Susi untuk memastikan anaknya ikut atau tidak
"Iya MA tapi ingat ya gak gratis harus bayar Ben kan jadi supirnya masak supir gratis harus bayar dong..."
"Ih kak Ben apa'an sih" Ucap Vina.
"Iya.. Iya.. deh mama nanti transfer uangnya tenang aja yang terpenting kita jadi jalan jalan hari ini "
"Iya ma nanti Ben manasin mobil dulu" bergegas menuju garasi mobil
Pak WIJAYA yang hanya diam saja dengan tingkah istrinya dan anak anaknya karena sudah biasa bagi pak Wijaya karena setiap bulannya mereka menghambur hamburkan uang dengan jalan jalan, shopping, dan macam macam lainya.
"Yaudah deh ma.... Vina keatas dulu mau Siap Siap."
"Iya, gih Sana mama juga mau Siap siap " ujar buk Susi.
Salma yang sedari tadi tidak muncul karena ia sedang tidur dikamarnya karena hari ini hari cutie kuliah Salma (weekend ). Dan juga hari keberuntungan nya juga Karena buk Susi tidak membentaknya ataupun membangunkannya dari tidurnya karena buk Susi sedang bahagia soalnya akan pergi jalan jalan bareng kedua anaknya itu Salma yang merasa sudah biasa ditinggal pas jalan jalan tidak merasa sedih lagi karena ini bukan untuk pertama kalinya tapi untuk yang kesekian kalinya.
Dikamar Salma
Hmmmm.... oooaappp.... (menguap ) sambil merentangkan otot otot nya.
Salma kemudian berdiri dari tempat tidurnya dan berjalan menuju Meja makan keluarga ADIPATI
"pa... kok papa sendirian kemana yang lain apa udah pergi semua " Ucap Salma yang sudah tahu dengan kakak kakaknya dan mamanya itu akan happy happy.
"belum...mereka lagi bersiap Siap buat jalan jalan" sahut pak Wijaya tak lain dari papanya Salma.
Owh (sambil menarik kursi meja makan )
"Oh ya Salma kenapa papa merasa sedikit aneh Hari ini ya " Tanya pak Wijaya kebingungan.
"kenapa pa.. papa sakit ya... kalau sakit biar Salma bawa kedokter" jawab Salma yang penuh kekhawatiran.
"enggak nak papa gak sakit tapi kenapa perasaaan papa aneh gini.. kayak ada sesuatu yang akan terjadi... papa khawatir sama mama Dan kakak kakak kamu nanti terjadi sesuatu sama mereka " jelas pak Jaya dengan perasaaan aneh.
"mungkin itu efek dari papa karena kebanyakan kerja siram tanaman, motong rumput bersihin halaman sampai sampai papa kecapean dan mungkin papa kurang Istirahat aja pa... " jawab Salma dengan positif thinking aja.
"gitu ya.... Yaudah deh Salma papa kekamar dulu ya mau Istirahat...kamu lanjut ya makanya... (pergi meninggalkan Salma menuju kamarnya )"
"Iya Pa...."
maaf udah lama gak up soalnya author sibukππ