SALMA

SALMA
episode 2


Dikediaman Keluarga ADIPATI


Di malam hari, SALMA habis pulang dari kerja. Lalu ia masuk kedalam rumah dilihatnya sekeliling rumah semua orang sudah tidur. Ternyata malam ini dia selamat dari ocehan mamanya dan langsung berlari-lari kecil menuju kamarnya


Salma (menghela nafas panjang)"huhhh,,,, untuk malam ini aku selamat tapi pagi besok kita lihat aja nanti" sambil menghusapkan tangannya diatas dada.


Salma kemudian berjalan sembari merebahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk itu. Karena ia sudah lama menahan rindu terhadap bantal, guling, dan selimut yang empuk.


"Duh, kok aku bisa lupa ya besok kan ada jam kuliah pagi, mana aku harus kerja lagi." kaget Salma yang sedari tadi tersadar dari kantuknya.


Jam menunjukan pukul 22:00 malam πŸ•™


Salma melirik jam yang berada di dinding kamarnya sembari berjalan menuju kamar mandi untuk ganti baju "sekarang pukul 22:00 aku udah ngantuk banget sekarang lebih baik aku mandi setelah itu rebahan deh."


selang beberapa menit Salma pun keluar dari kamar mandi dengan setelan baju rumahan


"seger banget rasanya habis pulang kerja ngggak kena omelan langsung tidur huuhh capek tidur dulu ah. " Salma segera menuju tempat tidurnya.


*Dikamar Salman*


Waktu terus berjalan πŸ•šπŸ•πŸ•ŸπŸ• πŸ•’ tak terasa mentari pagi sudah menyambut dengan memancarkan sinar yang cerah di balik gorden kamar Salma πŸŒ„


"huuff,,,,,aaahh(menguap sembari menutupi mulut dengan tangannya) ya tuhan ternyata sudah pagi. " Ujar Salma sembari berdiri dari tempat tidurnya."


Salma yang sudah bangun dari tidurnya, langsung berdiri dengan cepat membereskan tempat tidurnya dan setelah itu langsung bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap-siap bekerja.


"Allhamdulillah, akhirnya selesai semua tempat tidur rapi, badanku seger, jadi bahagia aku pagi ini."Ucap Salma sambil memandangi se isi kamarnya.


Setelah beberapa menit berlalu, ketenangan Salma pun terganggu oleh suara orang yang memanggilnya namanya dengan nada begitu tinggi.


"Salma...Salma,,,,,,cepetan turun." Ucap buk SUSI tak lain dari mamanya Salma.


Salma pun bergegas menelusuri suara yang memanggil namanya itu dengan. Cepat Salma tiba didepan hadapan ibunya yang memanggilnya sedari tadi.


"Iya ma ada apa." Sahut Salma kepada mamanya.


"Sini kamu." Ujar buk Susi yang begitu kesal terhadap Salma.


Salma pun mendekat kepada mamanya dengan rauk muka datar yang se'olah-olah sudah terbiasa dengan prilaku mamanya itu.


"Eh..eh..stop jangan terlalu deket-deket nanti saya bisa ketularan virus"henti buk Susi kepada putrinya.


Putrinya pun menurut dengan ucapan mamanya yang seakan selalu membenci dirinya


"Tadi disuruh mendekat, eh sekarang disuruh menjauh maksud mama apa sih!! bikin kesel aja." Gerutuk Salma dihatinya.


"Kamu Salma dengerin baik-baik untuk hari ini dan hari seterusnya kamu yang beresin rumah. Kamu kan udah gede,lagi pula apa fungsinya kamu ada disini kalau gak mau ngeberesin rumah sendiri."Perintah buk Susi kepada Salma.


"Ih ma, mama kok gitu sih. Mama kan tahu kalau Salma selalu sibuk belum lagi kerja udah kerja kuliah pula apa mama nggak mikirin Salma ma."


"Eh kamu, udah berani ya bantah perintah mama. Bagus,,,bagus,,, kamu mau jadi anak durhaka ya kalau bagitu mama hukum kamu gak usah sarapan pagi ini ngerti kamu Salma " dengan tatapan tajam menatap Salma buk Susi pun pergi dari hadapan Salma menuju meja makan.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡


*diruang makan keluarga ADIPATI*


"Ben,,Vina,,,cepetan turun ke bawah kita sarapan pagi dulu katanya kalian Ada acara masing-masing pagi ini.Ayo cepet turun mama sama Papa kita tunggu di meja makan ya." Panggil buk Susi terhadap dua anaknya yang bandel itu. *maaf ya buat kak Ben sama Kak Vina udah aku bilang bandel abisnya sih kak Vina sama Ben ngeselin* πŸ˜‚πŸ˜†


"ya ma ntar Vina nyusul,mama duluan aja."sahut Vina yang masih berada dikamarnya yang terletak di lantai atas lantai no 2. emang sih rumah keluarga ADIPATI dua lantai tapi sederhana gak semegah dan semewah yang kalian bayangkan.


"Ben juga ma, ntar Ben nyusul soalnya tanggung hampir selesai Ben siap-siapnya." Menyahuti panggilan mamanya dan nyambung kata-Kata adiknya tadi.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Suasana seketika hening karena cuma ada pak Jaya (WIJAYA ADIPATI) dan Ibu Susi (SUSIANA ADIPATI).


"Ma Salma mana ya, kok gak kelihatan dari tadi ma. "untuk mengkakhiri keheningan Pak Jaya buka suara.


"gak tahu kenapa selalu nanyain Salma sih? kepala mama kan jadi pusing kalau denger nama anak itu."ucap buk Susi seakan tak memperdulikan perasaaan Salma yang sedari tadi menguping. Di dapur.


"Ma kok mama ngomong kayak gitu. Salma kan juga anak mama." membalas ucapan istrinya yang sedari tadi selalu ketika berbicara mengenai Salma selalu bikin nangis Salma.


Salma yang menguping pembicaraan papa dan mamanya itu terus menangis terisak-isak


seakan tak henti-henti


"huk,,,,,hikkkss,,,, hikss,,,. " tangis Salma pecah tak tahan mendengar ucapan mamanya yang bikin hatinya tambah sakit setiap harinya.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡


" Pagi ma, pa." Vina yang baru turun kebawah langsung makan dengan cepat karena ada jadwal kuliah pagi hari ini


"pagi" serempak Pak Jaya dan buk Susi membalas sapaan anaknya


"Good morning semua, ma pa Ben langsung berangkat kerja aja soalnya gak keburu kalau makan dulu ntar belum macetnya kan jadi nggak sempat nanti ketemu teman aku ma,pa ." ucap Beni yang baru turun dari kamarnya. dan berjalan menuju meja makan untuk berpamitan sama kedua orang tuanya.


"Lah, kok Ben gak sarapan bareng mama sama papa. Yaudah nggak papa tapi Ben hati-hati ya di jalan jangan ngebut-ngebut."pesan buk Susi sebelum Ben berangkat ketempat temannya.


"hati-hati ya Ben " tukas Pak WIJAYA


"ya ma, pa dahhh Ben berangk dulu ya." sambil menadahkan tangannya.


"ma, pa Vina juga mau berangkat kuliah dah. "


"iya hati-hati sayang belajar yang giat biar pinter." senyum manis terukir di rauk muka buk Susi melihat kedua anaknya yang bahagia.


*Astagfirullah ma saking bencinya mama sama kekhilapan papa dimasa lalu, mama melampiaskan kebencian dan kemarahan mama terhadap Salma.Salma kan juga anak Papa ma. Mama sebenci itukah terhadap papa *suara hati kecil pak Wijaya terisak isak menangis dalam hati tak tahan melihat putrinya Salma diperlakukan tidak seperti anaknya yang lainya.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Salma yang tak tahan dengan hinaan dari mulut ibunya sendiri. Akhirnya dia bergegas untk beresin rumahnya.


"lebih baik aku cepet-cepet beresin rumah dan setelah itu, aku pergi kerja langsung kulia ok. Sudah Salma jangan nangis lagi, kamu pasti kuat." sambil menghusap air mata dengan kedua tanganya diiringi dengan Kata penyemangat dari dirinya sendiri.


*kesibukan Salma di jam kerjaanya. Ia bekerja mengantarkan pesanan makanan yang dibuat olehnya sendiri*


"Permisi buk ini apakah benar dengan Ibu Rusnia. Pesanan makanan yang Ibu pesan sudah sampai. "


"Oh iya bener saya sendiri buk Rusnia terima kasih nak ini uangnya. "


"Sama-sama buk. Permisi. " sikap keramahan Salma tidak diragukan lagi hingga banyak yang tertarik untuk membeli makanannya.


*Setelah dua jam berlalu dan makanan yang Salma jual sudah habis semua, dan akhirnya Salma memutuskan untuk berangkat ke kampus.*


GIMANA NIH ALUR CERITANYA SERU GAK BUTU PENDAPAT NIH KAK


JANGAN LUPA YA TINGGALIN JEJAK KALIAN FOLLOW


VOTE, LIKE, AND KOMEN YA 😍