
*Dikediaman keluarga ADIPATI*
Didalam kamar Salma terdengar suara tangisan yang begitu sayup sayup karena Salma takut nanti kedengeran orang yang berada dirumahnya.
"Hikss.. hukkk.. hissskk." menangis sejadi-jadinya.
*Pagi hari yang cerah Salma yang mulai sedikit melupakan kejadian itu dan buru buru ingin pergi kekampus karena ingin menghibur dirinya dari kesedihan yang menimpa dirinya*
๐๐๐
*Dikampus*
Salma duduk di taman belakang kampus sambil mengayun ayunkan kakinya dengan mengangkat dagunya keatas sambil menatap terik matahari yang cerah dipagi hari.
Tiba-tiba ada sosok Seorang dari belakang mengagetkan Salma.
"Hi Sal" sembari memegangi bahu Salma.
"Ih apaan sih ga ngagetin gue aja loh" muka males dan lesu Salma tunjukan.
"Yeei kenapa loh biasanya bahagia dan ceria setiap harinya."
"Gue lagi gak mood bicara" jawab ketus Salma.
Rangga yang mulai akrab dengan Salma, karena ia rasa Salma merupakan teman baik, rama, dan pengertian. Itu sebabnnya ia berusaha tidak bersikap dingin terhadap Salma. Tapi jika kepada orang lain sifat dingin selalu ia tunjukan. Mungkin bisa di bilang Salma mendapatkan prilaku yang berbeda dari Rangga. Apakah ini sudah muncul rasa cinta teman pasti penasaran ya kita lihat aja nanti.๐Oh Iya ngomongยฒ Aril gak munculยฒ ya maaf ya soalnya pokus ke Salma dan keluarganya dulu.
"Sal loh kenapa hari ini, loh sakit ya" (seraya menempelkan punggung tangannya kepada Salma).
"Ih apaan loh ga, gue gak sakit, tapi lagi butuh sendiri aja, kalau loh datang kesini buat ngehancurin mood gue aja. Lebih baik loh pergi Sana gue mau nenangin diri dulu." Ucap Salma tanpa menolehkan pandanganya kepada Rangga.
"Gue kesini buat ngelihatin hasil MAKALA kita kemaren.(sembari menyulurkan MAKALA tersebut kepada Salma ). Gimana bagus gak."
"Iya bagus" tanpa membacanya Salma mengembalikan MAKALA tersebut kepada Rangga.
"Sal sebenarnya loh kenapa sih jadi gini, cerita dong ke gue, mungkin gue bisa bantu buat meringankan pikiran loh." Kesal Rangga terhadap sikap Salma yang berubah.
"Gu.. gue sebenarnya lagi sedih, ga (langsung memeluk Rangga dengan erat )"
"Kenapa loh sedih ada yang jahat sama loh ya"
"Gak ga bukan itu" Keadaan masih dalam pelukan yang erat.
"Terus.. kenapa"
"Tadi malam gue dimarahin sama mama gue, dia nuduh gue nyuri jam tangan kakak gue, tapi gue gak pernah ngelakuin itu" melepaskan pelukanya dari Rangga dan berusaha menjelaskan semuanya kepada Rangga agar hatinya merasa sedikit lega.
"Terus mama gue gak percaya sama gue dia lebih percaya sama kakak gue, emang sih gue selalu di perlakukan beda karena mama gue sangat benci sama gue ga"
"terus kenapa mama kamu kayak gitu, padahal kamu juga anaknya kan"
"Nah.. itu yang gue pertanyain dari hidup gue selama ini ga, tapi Setelah gue tahu kebenaranya. Hatiku jadi semakin hancur ternyata nyokap gue itu bukan mama kandung gue. Gue cuma anak haram, anak yang tidak pernah diiginkan." Ucap Salma sambil menangis.
Rangga yang mendengar itu langsung menepukan tanganya terhadap bokong Salma sembari menenangkanya.
"Udah Sal, loh jangan sedih terus ntar mama loh semakin benci lihat loh nangis terus Kayak gini"
"Iya ga, tapi yang bikin gue sedih lagi ga Ibu kandung gue udah meninggal saat ngelahirin gue. Rasanya sakit ga...sakit sekali...gue gak pernah merasakan belaian Seorang Ibu, kasih sayangnya, semuanya gak pernah gue rasain.Gue merasa hidup sendiri didunia ini. hekk.... hikkkss.... hiksss." (sembari menundukkan kepala dengan nafas cegut... cegutan.
(gimana ya caranya supaya Salma bisa kembali lagi bahagia dan tersenyum ) pikir Rangga.
"Owh Iya ya bagaimana kalau aku ajak Salma ketempat bermain wahana disana kan banyak sekali macam macam wahana yang bikin hati bahagia mungkin aja Salma bisa sedikit melupakan kesedihannya" pikir Rangga.
"Sal..."
"apa"
"loh mau gak kesuatu tempat yang bikin hati loh tenang, gue jamin deh pasti loh bakal lupain tu kesedihan yang ada dihati loh." Ucap Rangga sambil menyakinkan Salma.
"Gak mau ah, gue males capek" jawab jutek Salma.
"Beneran, nih gak mau, yaaaauuuudah. Gak jadi aku traktir kamu,padahal kan aku ngajak kamu buat makan makan." Tawa kemenangan rangga buyarkan sembari meninggalkan Salma.
Salma yang tak tahan mendengarkan kata makan makan ia langsung berdiri dan berlari kecil untuk manapati Rangga. Emang bener sih si Salma doyan makan kalau ada yang traktir ia gak pernah nolak tapi yang deket sama sih salma aja kalau ia gak kenal mana mungkin sih si Salma mau nanti ntar diculik lgi ๐
"Rangga berhenti, gue mau ikut loh ntar malam kita jalan ya" Ucap Salma yang langsung menarik tangan Rangga dengan cepat.
Rangga kemudian menolehkan pandanganya kearah Salma dengan senyum kemenangannya. " Apa gue bilang pasti loh gak bakal nolak gue" terdengar suara tawa keluar dari mulut rangga.
"Ih Rangga kok kamu tahu aja ya aku doyan makan, kalau masalah makanan mah aku gak bisa nolak apalagi di traktir cowok ganteng kayak kamu." Ucap Salma tanpa ia sadari mengatakan Rangga ganteng.
Rangga yang mendengar itu langsung terdiam "apa bener yang di bilang Salma itu benar dia muji gue ngomong depan mata gue lagi bilang gue ganteng." gumam rangga.
Salma yang baru sadar akan pembicaraan yang keluar dari mulutnya ia berusaha mencari cara agar tidak ada kesalahpahaman. " Eh ga kok diem, emang beneran kok loh ganteng tapi ganteng kayak pak surip noh yang jaga pintu gerbang" kekeh Salma.
Pak Surip adalah Bapak yang bekerja Dikampus Salma ia sebagai satpam penjaga pintu gerbang.
Rangga yang mendengar itu pun langsung memancarkan aura kesalnya."Ih apaan sih loh Sal, gantengan gue kalik dari Pak Surip."
Salma hanya tertawa terkekeh-kekeh mendengar gerutukan Rangga.
๐๐๐
Jam kuliah Salma sudah selesai. Salma yang sedari tadi menunggu angkutan lewat, ternyata ia beruntung karena hari ini banyak sekali angkutanya yang lewat jadinya gak kewalahan untuk tunggu taxi, ojol, atau apalah.
*Dikediaman Keluarga ADIPATI*
Salma yang baru turun dari angkutan yang ia tumpangi " Ini pak uangnya " sambil membungkukan badanya untuk membayar.
"Oh iya neng, makasih yak." Sahut sih pak supir berada didalam mobil tersebut.
Salma kemudian berjalan dan berhenti didepan pintu ramahnya ia melihat papanya yang sedari tadi menyiram tanaman yang ada disekitar ramahnya.
Memang setiap harinya Pak WIJAYA tidak lagi bekerja karena sering sakit sakitan dengan usianya yang sudah memasuki 65 tahun tak heran jika ia tak sanggup lagi bekerja. Jadi untuk menghapus kebosanan dirumah setiap hari ia sering menghabiskan waktu untuk mengurus tanaman yang berada dirumahnya.
"Eh papa..ngapain disitu." Pak WIJAYA yang mendengar ada seseorang memanggilnya papa langsung menolehkan kearah tersebut dan ia menapati anaknya yang berdiri didepan pintu ramahnya.
"Eh....Salma. Udah pulang nak" sahut pak Jaya yang mengetahui Salma memanggilnya.
"Iya pa, papa ngapain disitu" Tanya Salma kembali.
"Papa lagi siram siram tanaman biar seger"
"Gak papa nak, papa masih kuat kok. Lagian papa bosan didalam rumah terus gak ngelakuin apa apa"
"Iya pa Salma ngerti tapi sekarang papa Istirahat dulu ya biar sehat terus "Ucap Salma.
*Malam hari*
Salma yang menunggu Rangga dengan gelisah karena ia pikir ini pertama kalinya ia jalan sama cowok.
"Dih aku lupa tanyain sama Rangga jemputnya Jam berapa " gumam Salma.
Ting.. tling... (suara pesan masuk dari HP nya Salma.
Salma yang sedari tadi rebahan diatas kasur langsung mengambil HP nya dari atas meja belajarnya.
"Eh pesan dari Rangga" batin Salma.
| Sal.. kita jadi kan makan makanya
Iya ga jadi |
| Yaudah aku jemput kamu jam 08:30 ya
Iya ditunggu ya |
Salma yang mendengar Rangga akan menjemputnya jam 08:30 ia terlihat santai karena pikirnya waktu untuk berpakaian masih panjang kalau ia ganti baju sekarang ntar keburu kotor lagi.
Ting.. tling... (pesan masuk dari HP nya Salma )
"Eh siapa lagi yang kirim pesan " pikir Salma.
Salma kemudian berjalan mengambil HP nya dilihatnya "Ini nomornya gak dikenal, duh balas gak ya tapi kalau gak di balas ntar penting " gumam Salma.
"Yaudah deh Salma balas aja sapa tau penting."
~Hi...Salma
Hi juga ~
~gimana Sal... aku udah tunggu tunggu kamu buat terima tawaran aku katanya mau kabarin aku lewat HP tapi udah aku tunggu tunggu sampai 3 hari tapi kamunya gak telepon telpon aku.
Maaf ya ini siapa ~
Salma yang belum sadar dengan seseorang yang mengirim pesan tersebut ia pikir dia tidak ada janji apa segala macam.
~Sal ini aku Aril, masak sih gak ingat. Atau kamu sekarang lupa ingatan ya amnesia.
"Astagfirullah(sembari mengangkat kedua tanganya dengan menempelkan didahinya)kenapa aku lupa ya, aku kan udah ada janji dengan Aril bakal kabarin dia kalau aku terima atau tidak nya ajakan dia, aduhhh gimana nih jadi gak enak gitu sama Aril." Ucap Salma yang berbicara sendiri.
Owh kamu Ril maaf ya bukanya gue gak ngehargain tawaran dari loh tapi gue sibuk banget minggu minggu ini ~
~Owh, yaodah Sal gak papa kok gue ngerti
Iya Ril maaf ya ~
"Eh ngomong, ngomong dapat dari mana ya Aril nomor gue." sambil kebingungan.
*fallasback on*
dua hari Aril menunggu jawaban dari salma tapi tak kunjung Salma menelpon ataupun chat dirinya merasa kecewa. Hingga Aril memutuskan ia yang akan menghubungi Salma terlebih dahulu.
karena Aril gak sempat buat minta nomor telepon Salma akhirnya ia berusaha minta ke teman temanya Salma.
*Pagi hari dikampus*
Aril berjalan melewati banyak koridor dan ia berhenti di suatu ruangan, yang tak lain ruangan Salma karena tujuannya ingin meminta nomor WA Salma kepada teman-temanya.
"Permisi" Ucap Aril sambil memasuki ruang Salma kuliah.
pada waktu itu Salma belum datang karena hari masih pagi sekitar pukul 06:50 an sekitar begitu lah.
Semua anak kampus yang berada di dalam ruang belajar itu tertuju mendengar ada seseorang yang masuk.
"Iya ada apa kak" Ucap Seorang gadis dari dalam ruangan tersebut.
Aril berjalan dan mulai memasuki ruangan tersebut dan mendekat dengan orang yang menyahuti sapaan nya tersebut.
"Hi perkenalkan nama saya Aril (sambil menyulurkan tangannya )"
"Saya Julika" sahut Julika sembari menjabat tangan Aril.
"Owh Iya senang bertemu dengan mu" sembari melepaskan jabatanya.
"Iya kak ada perlu apa" Ucap Julika dengan lembut.
"Mohon maaf sebelumnya apa boleh kita berbicara di luar" pintak Aril.
"Owh tentu boleh silakan kak"(mereka berdua berjalan menuju depan Kelas tersebut.)
"Jadi ada apa kak " tukas Julika.
"Jadi begini saya Aril temannya Salma, saya ada perlu dengan Salma tapi saya tidak bisa menghubungi Salma, itu sebabnya saya datang kemari untuk meminta tolong kepada kamu" jelas Aril kepada Julika.
"Meminta tolong apa ya" masih dalam kebingungan.
"Saya ingin kamu memberikan nomor WA nya salma agar saya bisa menghubunginya." Jelas Aril lagi.
"Owh begitu ya Baiklah." sembari membuka ponselnya untuk mencari nama temanya Salma.
"Ini kak nomornya, 0856xxxxxxxx"
"Oh ya makasih Julika "
"Iya sama-sama Kak"
jangan lupa follow, vote, like and komen
flashback of...