
*Dikediaman keluarga ADIPATI*
"bwurrrr,,,brusss." anggap aja ini sebagai suara air yang tumpah ya soalnya author kagak tahu bagaimana suaranya bingung π€©π
"Bangun kamu Salma, enak aja tiap harinya molor terus memangnya kamu siapa haa." suara mamanya yang begitu mekik ditelinga dari tadi mendirus Salma dengan air agar bangun dari tidurnya.
"Ma, mama apa-apaan sih kok gitu, memangnya gak bisa ya bangunin Salma secara baik-baik, bukan kayak gini bikin Salma jantungan aja." kaget Salma yang langsung terbangun dari tempat tidurnya.
"hei Salma (bentak buk Susi) kamu itu siapa disini, bisa-bisanya bentak mama. Ingat ya, kamu itu dimata mama cuma sebagai perempuan mu**h*n."dengan nada tingginya buk Susi membentak Salma habis-habisan.
"Ma apa sih sebenarnya salahku, kenapa mama gak pernah memperlakukan aku seperti anak mama sendiri, kenapa ma? (Salma berkata diiringi dengan tangisan). Jawab pertanyaan Salma ma! mama selalu sayang kepada kak Vina dan Kak Ben sedangkan aku tidak pernah diperdulikan. Aku dimata mama selalu saja salah tidak pernah sedikitpun benar." Batin Salma menangis sejadi-jadinya. unek-unek Salma selama ini ia keluarkan karena tak tahan dengan prilaku mamanya yang semakin hari semakin menjadi-jadi untuk melukai hatinya Salma.
"Halaaa gak usah akting kamu, kalau kamu mau tahu kamu itu bukan..." Ucapan buk Susi terpotong.
Bapak Wijaya yang sedari tadi mendengar omelan istrinya terhadap anaknya itu, langsung memotong pembicaraan buk Susi yang hampir keceplosan gegara terbawa emosi untuk membongkar sebuah rahasia yang selama ini tertutup rapat.
"Ma apa-apaan ini pagi-pagi udah ribu apa mama gak capek tiap hari, ribut terus gak pagi,siang,sore,dan malam mama selalu ngomelin Salma terus gak Capek ma! Papa muak ma, lihatnya. Udah dong ma malu sama tetangga ribut terus.kasihan juga sama Salma mama omelin terus." Ucap pak Wijaya yang memotong disela pembicaraan buk Susi dan Salma putrinya.
"ooouwh, udah berani ya ngelawan, ingat ya pa mama kayak gini itu karena papa yang nyakitin hati mama, udah deh pa jangan Sok suci depan anaknya seakan mama lah yang selalu bersalah kalau semua orang tahu pasti mereka akan juga marah, jijik dan benci sama Papa." jawab buk Susi yang begitu membuat pak Wijaya hangat dingin.
"Mah udah ma cukup. apa maksud mama berbicara gitu, mama itu sebagai Seorang istri gak berhak memaki suaminya sendiri berdosa ma."Salma membela papanya yang terus-terusan dihina oleh mamanya.
"ma jangan marah-marah terus, udah ma." Pak Wijaya mencoba untuk meredahkan amarah istrinya.
Salma yang kini menangis mungkin sudah beribu-ribu butir air mata yang jatuh hingga tak terhitung lagi tetapi ia tetap berusaha tegar didepan papanya agar tidak membebani pikiran papanya.
"iihhh apaan sih kalian lebay banget dasar chengeng dari pada aku nonton drama lebay yang sedihnya minta ampun, lebih baik aku pergi saja dasar anak sama ayah sama aja. Udah pa gak usah Lebay gitu, enek mama lihatnya. Kamu juga Salma, baru dibentak dikit-dikit nangis dasar chengeng, tau ah lebih baik mama tidur aja dari pada berada disini bikin hati makin panas aja huuuw minggir."merasa riang dan kesal buk Susi pergi meninggalkan suami dan anaknya itu, menuju kamarnya.
"Pa, papa gak papa kan."Tanya Salma kepada papanya.
"Ya Salma papa baik-baik aja, udah kamu gak perlu khawatir sama papa. Papa kuat kok. Yang tadi itu anggep aja ada sarang lebah yang sedang lewat, gak usah dimasukin ke hati kamu pasti kuat Salma papa yakin to kamu juga udah terbiasa dengan omelan mama kamu, apalagi ini kan bukan yang ke pertamakalinya malahan untuk yang kesekian kalinya Hhhhhhh." celotehan Pak Jaya yang hampir membuat putrinya kembali tertawa kembali.
"Hhh,, haa,,,. pa papa bisa aja ngomong kek gitu dibelakang mama untung aja mamanya udah pergi kalau masih pasti papa udah kena cakar dengan kukunya mama hahahhh." membalas ucapan ayahnya,walaupun terlihat sudah ceria di wajah Salma tetapi disetiap perkataannya masih sesegukan akibat menangis tadi.
"Hahahhh iya Salma kalau ada mama mana mungkin papa mau ngomong kayak gitu bisa-bisa papa mati berdiri lagi."
kembali membalas perkataan papanya dengan senyum dan ketawa-tawa sepuasnya.
"Yaudah sekarang kamu berangkat gih kuliah belajar yang rajin, supaya bisa sukses." Kata Semangat untuk putrinya Salma.
"Iya papa pasti Salma terus belajar"
"Yaudah pa Salma berangkat kuliah dulu ya"
"Iya hati-hati nak "
"Ok pa dahhh papa"
πππ
Dikampus tempat Salma kuliah
"Hi juga ril kok pagi-pagi udah ada disini nungguin siapa pacar atau temen."
"Owh itu, aku nungguin kamu lah."
"Ha nungguin aku kenapa emangnya ada perlu apa ril."
"Emangnya kalau mau nemuin kamu itu harus ada perlunya ya harus."Tanya Aril terhadap Salma.
"Emm gak." jawab singkat Salma.
"Eh kalau boleh tahu nanti malam kamu ada acara gak ya? "tanya Aril
"Kayaknya gak sih, tpi memangnya kenapa." Tanya balik Salma.
"Owh itu mau ngajakin lo makan malam bersama mama papa gue Sal"
"Oh" jawab Salma singkat.
"Kok cuma jawab oh aja." kesal Aril karena Salma tak memberikan jawaban yang jelas.
"Terus lo mau gue jawab apa." Salma mendongak tidak tahu.
"Aku itu butuh jawaban yang jelas dari eloh Sal."jawab kesal Aril dengan Salma.
"Oh, kalau masalah itu nanti Setelah gue pulang dari kampus ntar gue kabarin aja loh nanti."
"Ok"
πππ
Dikampus ruangan belajar Salma
Jam pelajaran sudah dimulai dan Salma segera menuju ruangannya.
selang beberapa menit akhirnya Salma tiba diruangan belajarnya.
"Hi Jul, (sapa Salma ) kayaknya ada yang berbeda hari ini. Salma hanya berbicara terhadap Julika karena Wulan tempatnya berjauhan dari Salma hanya Julika lah yang selalu berada dekat dengan Salma.
"Oh itu Sal, ada anak baru, dia sih katanya baru pindah rumah dulu rumahnya di Bandung sekarang pindah ke kota Palembang karena masalah bisnis atau semacam pekerjaan gitu." jawab Salma dengan panjang lebar menjelaskan tentang anak baru itu.
"Owh gitu ceritanya, eh tpi btw namanya siapa sih, pasti itu keturunan Europa soalnya mukanya itu ada blasteran gitu."
"Idihh Soktoi loh Sal, mungkin sih blasteran gitu tapi emang Iya blasteran Europa, namanya kalo gak salah RANGGA PURANAMA."
nih aku perkenalkan sedikit tentang RANGGA PURNAMA. Ia adalah sosok lelaki tangguh dari keluarga sultan hidupnya yang dipenuhi gemilang harta yang melimpah, akan tetapi tidak sedikitpun kekayaan yang dia miliki itu membuatnya sombong malahan sebaliknya ia selalu rendah hati dan suka monolong akan tetapi sikap dinginnya itu tidak luput ia tonjolkan. Nah itu lah sekilas info mengenai Rangga Purnama nanti kalau mau tahu banyak tentang Rangga. Tunggu aja di episode selanjutnya.
NIH YANG UDAH BACA JANGAN LUPA BUAT TINGGALIN JEJAK KALIAN YAITU VOTE, LIKE, AND KOMEN YA DAHHHH SEE YOU π
GOOD LUCK BUAT YANG TERUS JADI PELANGGAN PEMBACA NOVEL AKU TERIMA KASIH SUPORT KALIAN SANGAT BERARTI BUAT AKU π