
*Dikamar Salma*
Ting... tling... (suara pesan masuk dari HP Salma)
Salma yang sedang duduk dikursi meja belajarnya sembari mengerjakan tugas kuliah langsung mengambil HP nya dari atas kasurnya.
"Siapa ya kira-kira kirim pesan ke gue malam-malam kayak gini" pikir Salma. Sembari berjalan menuju arah HP nya diatas kasur.
"Eh No WA nggak dikenal ini siapa ya, balas atau gak ya ntar kalau di balas nanti orang jahat. Eh yaudah deh biarin aja mungkin nomor nyasar." pikir Salma dengan kebingungan.
Ting... tling... (untuk kedua kalinya suara pesan yang timbul dari HP Salma ).
Salma yang masih memegangi HP nya pun langsung ia buka.
| Assalammualaikum Salma
diread~
| Sal ini gue Rangga,bales chat gue. Gue mau ngomongin masalah MAKALAH yang disuruh Pak Markus.
Waalaikumsalam. Oh kamu Ga, maaf ya gue kira nomor nyasar.π |
| Mangkanya jadi cewek jangan sok jual mahal.
Hhhh yeee gitu aja marah, jangan suka marah-marah ntar cepet tua loh nanti |
| kalau loh ada disamping gue sekarang udah gue bekep mulut loh kalau ngomong sembarangan.
Hhhh dibawah santai aja Kali |
Eh btw loh dapet no wa gue dari mana Ga |
| Iya ya gue ngalah deh.
| owh itu gue dapet dari group kita
Yaudah to the point aja, kenapa loh chat gue |
| Itu Sal masalah MAKALAH yang akan kita buat caper depannya mau dibuat seperti apa.Mungkin loh ada masukan gitu.
Owh jadi itu masalahnya kalau gue sih, yang mana menurut loh bagus ya gue yes, yes aja gue percaya kok sama loh ga. |
| Jadi gak ada pendapat menurut loh yaudah kalau gitu gue buat sebisa mungkin, tapi ingat ya kalau ada kritikan dari pak Markus kamu jangan nyalahin aku.
Iya..ya tenang aja kalik gue gak gitu juga |
πππ
*Pagi hari*
Salma.. Salma.. (teriak Vina )
Salma yang sedang sibuk berada di dapur sontak kaget mendengar ada orang yang memanggil namanya.
"Iya kak ada apa" sembari mendekati Vina.
"Kembalikan jam tangan aku yang baru dibelikan mama kemaren" dengan nada emosinya Vina menuduh Salma.
"Apa maksud kak Vina nuduh aku sembarangan, aku gak pernah nyuri barang siapapun walaupun itu hal kecil sekalipun "
"kamu gak usah ngelak ya Salma, terus siapa yang ngambilnya dari tas aku kemaren, yang aku tarok diatas meja belajar" Ucap Vina sambil menatap tajam Salma.
"Eh.. eh.. ada apa ini Vina kok kamu ribut ribut inikan masih pagi tahu" sembari mendekati Vina
"Ini loh ma ada maling, udah ketangkep basah masih aja ngeles" seraya menunjuk wajah Salma.
"Hei kamu salma apa yang kamu perbuat terhadap kakak kamu sendiri ha"
"Apa ma kenapa mama ngomong kayak gitu aku juga gak tahu apa sebenarnya yang terjadi"
"ma jam tangan Vina hilang yang kemaren mama beliiin di mall."
"kenapa bisa hilang gitu Vina mama kan belinya mahal tahu" sembari memutar tubuhnya kearah Vina.
"Gak tahu ma, kemaren Vina tarok di dalem tas pas Vina buka pagi ini udah gak ada. kan yang biasanya beresin rumah si Salma jadi siapa lagi kalau bukan Salma." Ucap Vina. Buk Susi yang mendengar itu langsung menampar Salma dengan entengnya.
*Plak
"Ma.. mama apa-apaan sih kok mama gak dengerin penjelasan Salma dulu langsung ambil hakim sendiri." kesedihan Salma tak tertahan lagi hingga ia menangis sejadi-jadinya.
"Udah ya Salma kamu itu bener-bener benalu bagi keluarga ini, udah dari bayi bikin susah orang aja" Salma berusaha tetap tegar tapi apalah daya ia terus-terusan menangis.
"Segitu jahatnya ma aku dimata mama hingga mama tega tampar aku tanpa sebab." sedari tadi memegangi pipinya karena meringis kesakitan.
"Udah Salma loh gak usah banyak omong, mangkanya gak usah cari masalah sama gue" Vina yang sedari tadi mengompori mamanya.
Pak Jaya kemudian keluar dari kamarnya, Karena mendengar keributan dan suara tangisan dari ruangan keluarga ADIPATI.
Ben yang ikut terganggu mendengar perdebatan mama, Vina, dan Salma.Langsung turun ke bawah untuk melihat keributan apa yang sedang terjadi.
"Ma ada apa ini? kok ribut terus apa mama gak capek. malu ma malu lihat tetangga tiap hari seperti ada demo terus." ujar Pak Jaya. untuk menenangkan suasana.
"Iya ma ada apa ini, kok ribut ribut. Ben jadi keganggu nih " Ben yang datang barengan dengan Papa nya tak lain dari pak Wijaya.
"Ma s.. sa..sakittt.. ma ampunin Salma.Salma gak pernah nyuri barang siapapun." rengek Salma dengan wajah yang sedih dan suara paraunya karena ia taktahan lagi dengan pukulan mamanya.
"Ma.. mama apaan mukulin anak mama sendiri" Pak Jaya bergerak cepat merebut kemoceng dari tangan buk Susi
*Vina dan Ben yang sedari tadi menyaksikan penderitaan Salma tersenyum lebar*
Vina kemudian berjalan mendekati Kak Ben yang sedari tadi tersenyum melihat Salma menderita.
"Kak Ben" bisik Vina disela keributan mamanya dan Salma.
"Ya kenapa Vin" mengalihkan pandangan kepada Vina yang memanggilnya.
"kakak tahu gak kalau Salma dimarahin sama mama itu karena aku nuduh dia yang ambil jam tangan aku, padahal jam tangan aku ada kok aku cuman iseng aja biar Salma jadi sedihhh terussss tiap harinya." jelas Vina terhadap kakanya yang sebelas duabelas terhadap dirinya.
"Waw Vin ternyata Pinter juga kamu ya" puji Ben terhadap tingkah Vina yang kelewatan.
"Hei pa (teriak buk Susi ) apa-apaan Papa langsung ambil aja kemoceng nya dari mama, mama kan belum puas bikin nih anak menderita."
"Udah ma, udah kasihan lihat Salma selalu tersiksa ma."
he (dengus kesal buk Susi yang membuang muka terhadap pak Wijaya tak lain dari suaminya ).
"Ma.. jelasin kepada Salma kenapa setiap hari mama selalu memperlakukan Salma seperti ini ma jawab jelasin Salma butuh penjelasan dari mama karena setiap Kali Salma tanya masalah itu mama mala diem." Salma yang sedari tadi menangis berusaha angkat bicara mengenai ketidak adilan yang terjadi pada dirinya selama ini.
"Owh jadi kamu mau tahu alasanya " nada bicara buk Susi kian meninggi.
"Iya ma aku mau tahu supaya aku bisa belajar dari kesalahan yang telah aku lakukan walaupun aku gak tahu kesalahan apa yang telah kuperbuat terhadap mama"
Pak WIJAYA yang mendengar itu langsung terkejut dengan reaksi istrinya yang terbawa emosi sepertinya buk Susi akan membongkar rahasianya selama ini kepada Salma.
"Udah ma ayo masuk kekamar tenangin diri mama jangan terlalu kebawa emosi ma nanti sakit." mengangkat kedua tangannya dan menepatkannya diatas bahu buk Susi untuk merangkul dan mengajaknya pergi kekamar sembari menenangkan diri.
"Udah ya pa, kasabaran mama udah habis, mama muak dengan situasi ini, biarin anak kurang ajar ini tahu siapa jati dirinya" Buk Susi bergerak kasar sembari mengipaskan tangan pak Jaya yang berusaha membawanya pergi.
Ben dan Vina yang melihat reaksi mamanya itu langsung memajukan mukanya karena sontak terkejut dengan omongan mamanya itu.
"Ma, maksud mama apa jati dirinya Salma" Tanya Ben yang penuh kebingungan.
"Iya ma apa maksud dari pembicaraan mama tadi" sambung Vina.
Sebenarnya....(semua orang yang berada di ruang Keluarga ADIPATI termasuk Vina, Ben, menunggu penjelasan dari mamanya itu dan pak Wijaya hanya bisa pasrah saja terhadap apa yang akan terjadi. Salma sedari tadi menunggu jawaban dari mamanya itu tak henti hentinya menangis sembari menunggu jawaban mamanya.
"SEBENARNYA SALMA ITU BUKAN ANAK AKU MAMA, SALMA ADALAH ANAK HARAM. ANAK PAPA KAMU SALMA PELACUR." Teriak buk Susi dengan nafas lega.
Salma yang mendengar itu sontak kaget dan tak percaya
Vina dan Ben hanya bisa mangangapkan mulutnya saking terkejutnya atas pembicaraan yang keluar dari mulut mamanya itu.
Apa... (Ucap Vina dan Ben barengan )
"IYA EMANG BENER, PAPA KAMU ITU DULU SELINGKUHI MAMA, TIAP MALEM KELUAR RUMAH KELUYURAN EH..TERNYATA SELINGKUH, DAN HASILNYA YA ITU SI SALMA ANAK HARAM HASIL DARI HUBUNGAN GELAP PAPA KAMU DENGAN PELACUR ENTAH SIAPA DAN JUGA GAK TAHU KEMANA SI PELACUR ITU PERGI NINGGALIN SALMA KEPADA MAMA DAN PAPA KAMU DI MALAM HARI" Jelas buk Vina kepada anak-anaknya yang sempat terkejut dengar berita yang bahagia bagi Vina dan Ben tetapi sangat menyedihkan bagi Salma.
Salma yang mendengar itu langsung mendekati papanya dengan memegang kedua tangan papanya sambil bersujud dihadapan papanya itu.
"Pa..(panggil Salma dengan suara paraunya itu ) apa bener yang dibicarakan mama itu bener pa." Tanya Salma yang penuh pertanyaan.
Pak WIJAYA yang melihat kejadian itu hanya tertunduk melihat wajah anaknya Salma sudah dibaluri oleh air mata.
"Jawab pa, jawab Salma butuh penjelasan dari papa langsung" sembari mengoyang goyangkan tangan papanya.
"Iya Salma" (dengan suara berat Pak Jaya terpaksa membuka suaranya karena ia pikir ini sudah waktunya Salma mengetahui asal usul tentang dirinya).
"Iya apa pa... " Salma terus menangis, Pak Jaya tak tahan melihatnya langsung merangkul tubuh anaknya itu dan mendudukannya di atas kursi.
"Tapi kamu harus janji kepada papa jangan marah ya " sembari mengangkat kedua kelingkingnya itu.
"Iya pa apapun masalahnya Salma gak akan pernah sedikitpun membenci papa. " seraya mengaitkan kelingkingnya dengan papanya.
"Yee gak usah Lebay gitu Kali" Ucap buk Susi dengan mulut chawisnya.
Ben dan Vina melihat itu langsung memasang muka acuh tak acuh.
pikir Vina sambil menunjukan telunjuk nya dikepalanya "Owh ternyata Salma bukan adek gue bagus lah kalau gitu, sapa juga yang mau punya adek kayak dia."
"Ya.. ya.. ya. Ternyata kebenaranya lebih bagus. gue kan jadi gak malu lagi punya adek kayak Salma" pikir Ben dalam hatinya.
"Ih apa-apaan ini drama lebay dimulai lagi" Ucap buk Susi sambil menggerakan kedua bahunya seakan geli melihat Keadaan itu, dan lalu pergi meninggalkan mereka.
"Ma,, mama mau kemana Vina ikut" tukas Vina langsung berlari pelan untuk menyeimbangkan langkahnya dengan mamanya.
"Mau ke pasar belanja bulanan" jawab singkat buk Susi.
πππ
Ben yang nampak malas melihat itu langsung berjalan keluar rumah dan pergi dengan mobil warna hitam milik keluarga ADIPATI.
"Jadi gini nak, waktu itu papa......."
JANGAN LUPA VOTE, LIKE, AND KOMEN,
FOLLOW ME