
*Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya jam kuliah Salma berakhir dan kini ia sudah berada dirumahnya.*
πππ
Salma yang baru pulang dari kampus langsung berjalan mengendap endap seperti seorang pencuri. Hal itu ia lakukan Karena ingin menghindari perdebatan antara dirinya dan mamanya.
"kok sepi ya, ah tpi lebih baik begini dari pada ketemu mama bikin kepalaku jadi mumet." Ucap Salma yang berbicara terhadap dirinya sendiri.
~Salma yang tidak mengetahui sedari tadi ada yang memperhatikanya dengan sorotan mata yang tajam.~
"Hei loh Salma ngapain kayak gitu persis kayak maling aja." Ledek seorang perempuan yang memperhatikanya sedari tadi.
Salma yang tidak mengetahui kalau kakaknya memperhatikan dirinya sedari tadi.
"Itu anu, eh Kak Vina udah lama ya disitu." kaget Salma karena mendengar suara kakaknya yaitu Vina.
"Iya udah lama, saat loh masuk seperti maling didepan pintu tadi." kembali meledek Salma.
"Ooo itu kak, gak papa tadi pengen latihan jongkok-jongkok gitu olahraga." Membuat alasan seadanya dengan rasa malu yang kini ia tanggung.
"Yaudah kak aku masuk kekamar dulu." ujar Salma sembari menuju kamarnya.
Vina pun sontak mengagetkan Salma dengan berteriak " Salma tunggu dulu, sini kamu ada yang mau aku omongin cepetan."
Salma yang sedang berjalan langsung menghentikan langkahnya dan memutar badanya kearah Vina kakanya dan langsung mendekat.
"Iya kak ada apa kok ngomongnya ngagetin gitu." kini Salma berdiri disamping Vina kakaknya.
"Kamu tadi ngobrol sama Aril, kok kamu bisa sedeket itu sama dia." kesal Vina kepada adiknya.
"Oh itu masalahnya iya aku tadi ngobrol sama Aril, aku gak segaja waktu itu ketemu Aril didepan jalan kampus dan semenjak itu lah aku jadi deket sama Aril dia orangnya baik kak."Salma menjawab pertanyaan kakaknya dengan fakta yang seadanya.
"Ih kok bisa loh bisa kenal dia padahal kan loh anak baru dikampus itu sedangkan gue udah 1 tahun disana tapi gak bisa akrab kayak loh ." dengus Vina kesal melihat cowok yang ia idamkan ternyata lebih akrab dengan adiknya ya tidak sebanding dengan dirinya.
*Oh iya aku lupa memberitahu kalian kalau Vina satu kampus dengan Salma tapi bedanya Vina udah Lama kuliah kalau Salma baru masuk*
"Maaf kak aku gak tahu itu teman kakak." sikap sabar Salma kepada kakaknya.
"Gak usah mintak maaf, tapi loh harus melakukan sesuatu, yaitu jauhi Aril kalau gak gue beri tahu mama kalau loh udah rebut cowok gue ngerti loh Salma." Ancaman kejam Vina.
"Iya kak."jawab kesal Salma dengan singkat.
πππ
Waktu terus berjalan, dunia terus berputar. matahari mulai menyambut dengan memancarkan sinar yang cerah dibalik jendela pintu kamar Salma.
"Uhh,, aaahhhh. (menguap dipagi hari dengan menutupkan kedua tanganya ). udah pagi aku harus kulia hari ini ada jam kuliah pagi jadi aku harus cepat-cepat beresin ruma."
*2 jam sudah berlalu sekarang Salma sudah berdiri dikamarnya dengan baju yang rapi dan wangi tubuhnya yang menyengat oleh farfum*
"sekarang sudah selesai semua sebelum mama ngomel-ngomel gak jelas lebih baik aku cepat-cepat pergi kekampus." Ucap Salma yang berdiri depan pintu kamarnya.
Sekedar memberitahu saja karakter Salma yang pergi atau pulang tanpa permisi itu bukan tandanya tidak sopan atau gimana ya tapi ia bersikap seperti itu untuk menghindari perdebatannya dengan mama, Kak Vina, dan Kak Ben selalu cari-cari gegara setiap Kali betemu Salma.
πππππ
*Dikampus tempat Salma kuliah*
"Pagi semua" sapa seseorang yang memasuki ruangan Salma.
"Pagi pak. " jawab kompak seluruh siswa yang berada di dalam Kelas tersebut.
"Baik lah untuk kegiatan hari ini kita belajar di luar ruangan." Ucap Pak dosen
"Yeah asyikk kita belajar diluar" suara anak-anak dikelas menggema karena bahagia hari ini belajar diluar kelas.
"Sal akhirnya kita bisa belajar diluar aku seneng banget bisa ketemu cowok-cowok ganteng Sal." Kata Julika yang begitu bahagia
Salma hanya membalasnya dengan senyum terheran heran kepada teman yang satu itu.
Julika emang genit dan kecentilan banget kalau lihat cogan tapi walaupun dia begitu Julika tetap mempunyai harga diri tidak pernah mengemis pada cowok.
"Bapak lihat kalian begitu senang belajar diluar ruangan. Baiklah kalau begitu bapak akan menjelaskan kegiatan apa saja yang akan kita lakukan diluar Sana. Pertama kalian ditugaskan untuk meneliti, mangamati dan menemukan sesuatu yang berbeda dari tumbuhan. Setelah itu kalian tulis hasil penelitian kalian kesebuah buku. Dan untuk yang kedua Setelah disimpulkan hasil penelitian dibuat menjadi sebuah MAKALA MENGENAI PENELITIAN TUMBUHAN. Dan Setelah selesai kalian kumpul minggu depan pada saat bertemu dengan matapelajaran bapak kembali ok kalian semua paham." penjelasan Bapak dosen yang bernama Markus tak lain dari dosennya Salma dikampus.
"Ok pak paham." jawab beberapa anak dengan kompak yang berada Dikampus dalam ruangan belajar.
"Untuk sistem mengerjakan tugasnya kalian bapak buat kelompok setiap kelompok dua orang yang terdiri dari perempuan dan laki-laki." Sambung menjelaskan Materi belajar.
"Wahhh satu kelompok terdiri dari dua orang satu perempuan dan satu lagi laki-laki," Julika tampak kaget mendengar perkataan Pak dosen.
"Yaallah kalau satu laki-laki dan satunya lagi perempuan maka tepatkanlah aku dengan lelaki yang pintar dan ganteng, aamiin yarobbalalamiin." Do'a Julika yang sembari menakukkan tangannya dengan mengusapkan kemukanya sendiri.
Salma yang melihat tingkah aneh Julika hanya tertawa terkekeh-kekeh mendengar do'a Julika barusan.
"Baiklah unuk kelompoknya bapak yang atur, kelompok pertama Prayudha dan Anggel, lanjut kelompok dua Dimas dan Amanda, kelompok tiga Rangga dan Salma, kelompok empat Anton dan Julika...... " dan seterusnya....
"Idih kenapa gue sama Anton, kalau gini mah kebalikan dari do'a gue." dengus kesal Julika.
Salma yang tak lepas memperhatikan temannya yang konyol itu selalu tertawa terkekeh-kekeh melihat tingkahnya yang konyol selalu bikin tertawa terus.
Yaudah silakan kalian keluar ingat saat diluar nanti jangan ada yang bermain-main saja tapi harus meneliti, mangamati, dan menemukan sesuatu pada tumbuhan yang kalian gunakan untuk penelitian nanti OK, oh Iya satu lagi kalau jam matapelajaran bapak habis kalian harus masuk kekelas lagi jangan keluyuran.
"OK Pak" jawab kompak anak-anak yang berada dalam ruangan tersebut dan segera menuju pintu keluar untuk mengerjakan kegiatan yang ditugaskan oleh bapak Markus.
*Salma dan Rangga*
"Hi aku Rangga, kamu Salma ya." Tanya Rangga sambil mengenalkan dirinya.
"Iya aku Salma kita satu kelompok Rangga"jawab Salma
"Iya aku tahu itu" Kata Rangga dengan dingin.
"Eh lihat tu itu yang ada disana (sambil menunjuk kearah tumbuhanya ). tumbuhanya bagus banget"
"Mana sih."
"Itu... tu.. ayok ikut aku kita lihat lebih deket lagi. " sambil menarik tangan Rangga. Rangga yang tersadar langsung kaget dengan sifat keakrabpan Salma terhadap dirinya.
"Iya bagus aku setuju kalau tumbuhan itu jadi topik penelitian kita bagaimana" Rangga membiasakan diri untuk mulai akrab dengan Salma karena ia rasa belum mempunyai teman yang begitu akrab seperti Salma saat ini.
"Yaudah kita tulis menurut pendapt kita mengenai tumbuhan ini." sambil melihat kearah tumbuhanya.
πππ
15 menit berlalu lagi-lagi dan lagi Salma kesulitan mendapatkan tumpangan.
Sssstt...( Tiba-tiba suara motor KAWASAKI menggelegah ditelinga Salman yang berhenti didepan Salma ).
"Hei Sal ayo buruan naik ntar lagi mau hujan ni." ajak Rangga kepada Salma.
"Gak usah ga gue bisa kok pulang...." tiba-tiba perkataan Salma terpotong karena suara petir mengelegah.
"Jeletur...bruakk..."
"Ga gue ikut loh ya gue takut disini sendirian." pinta Salma kepada Rangga.
"Udah gue bilang dari tadi dasar loh nya aja yang batu." kesal Rangga.
Dan Setelah itu Salma menaiki motornya Rangga dengan hati-hati Rangga mengegas motornya, ternyata Salma kaget hingga tak sadar ia memeluk erat tubuh Rangga Karena ketakutan.
"Ma.. maaf ga gue gak sengaja peluk loh." Salma melepaskan pelukannya dari Rangga dan merasa malu.
"Udah gak papa, itu juga salah aku Sal karena terlalu terburu-buru ngegas motornya kamu jadi kaget.Udah gak papa pegangan aja takut ntar loh jatoh bikin ribet gue dong." jawab Rangga.
Salma kembali berpegangan dengan Rangga tapi tidak sekuat seperti tadi.
πππ
Di perjalanan menuju rumah Salma kedua sepasang itu yang berada diatas motor diguyur hujan yang begitu deras.
"Salma"( panggil Rangga sedikit teriak kepada Salma)
"Iya ada apa ga " sahut Salma
"Rumah loh masih jauh atau udah deket. "
"Oh udah deket kok ga nah itu belok kiri." Tunjuk Salma
"Oh ya ini rumah kamu."
"Iya berhenti."
*Mereka pun berhenti tepatnya didepan rumah Salma.*
"Makasih ga, udah anterin aku." ujar Salma sembari melepaskan helm nya dari kepala.
"Iya sama-sama Yaudah aku pulang dulu." Rangga langsung bergegas pulang Setelah Salma melepaskan helm nya.
"Eh ga gue kan belum selesai ngomongnya kok udah nyelonong aja pergi dasar lelaki aneh. " sambil menatap kepergian Rangga, Salma langsung bergegas masuk lewat jendela, kerana ia takut kena omel kalau masuk dengan Keadaan basah kuyup gitu.
~Dikamar Salma~
πππ
"Duh enak banget dingin-dingin gini dibalut badan pake kemol." sembari menyisir rambutnya yang habis dikeringkan Setelah mandi.
Dan akhirnya Salma melemparkan tubuhnya keatas kasur empuknya.
"wahh hangat banget rasanya gak kayak tadi kedinginan kan gak enak lebih enak kayak gini. " ujar Salma sambil memeluk guling dan beselubung dengan selimutnya.
*Di ruangan keluarga ADIPATI*
Ben yg habis pulang dari bekerja langsung duduk di sofa ruang keluarga ADIPATI.
"huwwff...."menghela napas panjang.
"Eh Ben anak mama udah pulang ya, pasti capek banget habis pulang kerja" Seru buk Susi saat mengetahui kepulangan anaknya.
"Iya ma, capek banget malah." menyahuti pembicaraan mamanya.
"Oh iya kamu mau apa makan, minum, atau apa biar mama ambilin." Buk Susi berjalan menuju sopa duduk disamping anaknya.
"Gak usah ma, nanti mama capek biar suruh aja si Salma anak cengeng itu ma, biar dia tahu rasa capek setiap hari." ujar Beni terhadap mamanya sembari menunjukan muka sombongnya.
"Iya ya, kenapa gak kepikir dari tadi, eh ngomong-ngomong mama gak lihat Salma dari pagi sampe sekarang" Ucap buk Susi.
"Yaudah ma panggil aja mungkin Salma ada dikamarnya. " Ucap Ben sambil mengangkat kedua bahunya.
"ya mama panggil dulu" berdiri menuju kamar Salma yang tak jauh dari ruang keluarganya ADIPATI.
"Salma...Salma.. buka pintunya mama mau ngomong sama kamu cepetan keluar." Seru buk Susi sembari mengetok pintunya Salma.
Salma yang sedari tadi berguling di kasurnya yang empuk langsung berdiri cepat mendengar mamanya memanggil dirinya.
"Iya ma bentar" Salma berjalan menuju pintu kamarnya.
"Ada apa ma" sembari membukakkan pintu kamarnya.
"Cepetan kamu kedapur buatin makanan dan minuman untuk kakak kamu ngerti." tegas buk Susi terhadap Salma.
"Baik ma" Salma hanya mendengus kesal sembari berjalan menuju dapur rumahnya.
πππ
"Ini kak makanan dan minumanya" sembari meletakkanya di atas meja ruang keluarga.
"Eh sapa suruh kamu buatin saya es jeruk, saya gak mau ganti-ganti" tingkah jahil Ben udah bertindak untuk mengerjai Salma.
"kakak kan gak ngomong mau es apa yaudah aku buat es jeruk aja" dengus kesal Salma.
"Eh kamu Salma, udah berani ngelawan kakak ya" Ucap Ben dengan rauk muka datar tetapi seakan ada ancaman dirauk mukanya.
"Iya kak Salma ganti es nya, sekarang mau Salma buatin es apa" Tanya Salma.
"Emm mangga aja deh" Seru Ben.
Salma hanya membalasnya dengan anggukan saja.
πππππ
*Dikamar Salma*
Ting...tling... (suara pesan masuk dari HP nya Salma )