SALMA

SALMA
episode 7


"pada pagi itu papa udah siap-siap bekerja, papa bekerja sebagai supir taxi online. Setiap hari papa pergi dari jam 08:00 pagi dan pulang jam 9,10,kadang juga bisa pulang jam 12 malam. Demi mendapatkan uang untuk biaya keluarga papa. Waktu itu kamu belum ada dan Vina masih dalam kandungan mama kamu yang berusia 5 bulan. Umur Ben pada masa itu ia berusia 6 tahun baru Kelas 1 SD. Dan pada suatu ketika papa mendapat penumpang lokasinya berada di kota P sangat jauh dari tempat biasa papa mengantar orang lain. Setelah papa sampai pada tujuan, papa berhenti didepan sebuah club sowaya tempat para perempuan dan laki-laki yang lagi putus asa. untuk menghibur diri maka mereka akan pergi ke club tersebut." Salma yang mendengar itu terus terduduk disamping papanya sembari menunggu papanya melanjutkan cerita selanjutnya.


Seketika papa berdiri di depan club tersebut sambil mondar mandir menunggu seseorang yang memasang taxi tersebut kepada papa. papa tahu orang itu berada didalam club tersebut karena lokasin yang ia share lok berhenti tepat di depan sebuah club tersebut. Setelah berapa menit kemudian ada Seorang satpam datang menghampiri papa ia baru saja keluar dari club tersebut,


#permisi pak apa bener bapak supir taxi yang bernama pak Wijaya#


"oh iya benar saya wijaya "


#Mari Pak saya diutus nyonya mika untuk menyuruh bapak masuk#


"Oh iya makasih pak" satpam itu hanya membalas dengan anggukan saja.


" Kemudian papa masuk kedalam club tersebut, setiba disana papa mengedarkan sorotan mata untuk menemukan nyonya mika yang memesan taxi tadi, kemudian ada lambain tangan yang memangil papa kemudian papa mendekat *Sini mas* ucap nyonya mika kepada papa sambil menepuk kursi sembari memberi simbol untuk duduk disampingnya. Setelah itu papa turutin aja mau nyonya mika karena papa tidak mau mengecewakan penumpang papa, papa akui memang nyonya mika cantik, elegan, tapi entah mengapa ia sering datang ke club tersebut mungkin ia ada masalah dalam keluarganya. Setelah 20 menit papa berada di samping nyonya mika sambil menemani nyonya mika minum minuman beralkohol. Papa pun mulai bosan, Karena nyonya mika tak menimbulkan gerak gerik untuk pergi dari Sana, Sampai saat dimana papa buka suara. "maaf nyonya apakah anda mau saya antar soalnya saya sedari tadi menunggu anda tapi anda tak berniat untuk pergi kalau begitu saya pergi saja, masih banyak tugas dan kerjaan saya nyonya, saya harus mencari uang kalau saya terus berlama lama disini ntar saya pulang tanpa bawa uang. Ucap papa terhadap nyonya Salma. nyonya mika berdiri dan ia menatap papa lalu berkata *kalau kau ingin uang banyak saya bisa membayarmu asalkan kamu temenin saya untuk satu malam saja minum disini dan bersenang senang tapi tenang saja saya gak akan ngapa ngapain kamu, Ucap nyonya mika kepada papa. papa yang sudah terlanjur datang dan sudah menunggu begitu lama sayang Kalau ditolak. Toh itu juga demi uang untuk biaya Ben dan persalinan mama kamu yang sedang mengandung Vina kakak kamu. tanpa papa pikir panjang, papa menemani nyonya mika untuk minum dan berjoget joget, pada kala itu Umur papa 32 tahun masih dibilang mudah jadi tidak masalah papa pikir untuk berjoget joget hanya satu malam saja. nyonya mika yang terus menerus menawarkan minuman papa juga tidak enak untuk menolak nya. *ini minum lah satu Kali saja supaya tambah happy * Ucap nyonya mika kepada papa. Papa pun tak enak menolak akhirnya papa minum. Karena papa tidak pernah minum minuman beralkohol papa jadi ketagihan hingga papa mabuk tak sadarkan diri dan sampai jam 10 malam akhirnya, papa dan nyonya mika pulang kerumah nyonya mika yang begitu besar akan tetapi hanya dia sendiri yang ada dirumahnya papa pun menghantarkan nyonya mika kekamarnya dengan mengendong nya bak seperti princess, Karena tidak ada yang membantu papa akhirnya mengantarkan nya sendiri kekamar nyonya mika. Memang nyonya mika terbilang mudah dari mama kamu ia berkelas karena ia orang Kaya tapi sayangnya ia sebatang Kara. papa mulai masuk dengan pelan papa membaringkanya diatas kasurnya yang empuk itu. Nyonya mika tak sadarkan diri papa juga tak sadarkan diri tapi papa tidak terlalu mabuk berat seperti nyonya mika. Dan kamu tahu Salma apa yang terjadi....huffff (sembari menghela nafas panjang ).


"Apa pa lanjutin" jawab mika dengan cepat.


nyonya Mika menarik kera baju papa saat papa membaringkan tubuhnya di kasur. *mas jangan pergi, jangan tinggalin aku sendiri, aku takut, aku gak mau sendirian * Ucap nyonya Mika. papa pun tak sadarkan diri yang sedari tadi menahan kantuk berat karena pukul sudah menunjukan pukul 12 malam. papa yang terlena dengan kecantikan nyonya mika akhirnya papa tidur denganya dan terjadilah sesuatu diantara papa dan nyonya mika tanpa papa sadari hari sudah pagi mentari sudah memancarkan sinarnya dibalik gorden dari kamarnya nyonya mika. Papa berusaha bangkit dari tempat tidur dan papa merasa begitu berat dan sangat susah untuk bangkit, seketika papa tersadar sambil mengucek ucek mata untuk menajamkan penglihatan papa. Tanpa papa sadari papa nyonya Mika sudah berada diatas tubuh papa kita berdua terbalut oleh selimut yang tebal tanpa mengenakan pakaian sedikit pun. Papa kaget dan langsung berdiri, begitu pula nyonya Mika ia terbangun dari tidurnya karena kaget oleh pergerakan papa yang begitu cepat sehingga membuat kasur dan selimut berserakan. *Apa yang terjadi kenapa bisa jadi begini mas* Ucap nyonya Mika. " saya tidak tahu nyonya apa yang terjadi " Papa sangat merasa gagal pada waktu itu karena merasa telah menghianati mama kamu Salma (sambil melirik kearah Salma ).


"Setelah itu apa yang terjadi pa" kemudian Salma angkat bicara terhadap papanya.


"Kemudian saat itu sudah terjadi papa dan nyonya Mika tidak bisa berbuat apa apa karena yang berlalu biar lah berlalu Ucap nyonya mika. Dan akhirnya gimana gimana gitu papa dan nyonya Mika berpikir akhirnya nyonya Mika membuat keputasan ia bilang * Begini saja mas kamu anggap saja tadi malam tidak terjadi apa apa, kamu bisa pulang * Ucap nyonya Mika dalam kesedihnya ia tidak bisa menuntut karena kesalahan tadi malam nyonya mika pikir itu murni kesalahanya. dan ia tidak mau dituduh sebagai perusak keluarga orang itu sebabnya ia melepaskan papa begitu saja. " tapi bagaimana dengan kamu " papa berbicara mengenai dirinya karena papa merasa bersalah sudah menghancurkan kehiadupan wanita yang baik seperti nyonya mika. *Tidak usah dipikirkan mas saya bisa jaga diri kok kamu pulang saja saya gak papa.* Ucap nyonya mika dengan wajah sedihnya. Setelah kejadian itu papa sering diem dan ngelamun terus dirumah."


"Hari hari papa lalui seperti biasa papa bekerja siang dan malam. Semenjak kejadian malam itu papa agak sedikit kurang bersemangat bekerja. seketika ada suara HP berbunyi dari saku Papa kemudian papa angkat, papa sangat terkejut mendengar berita yang disampaikan oleh nyonya Mika, Karena nyonya mika yang menelpon papa. Ia Bilang dia hamil papa sangat ketakutan tapi juga lega karena mendengar perkataan nyonya mika jika ia akan mengurus dan membesarkan bayinya itu sendirian tanpa sosok Seorang suami, papa pada saat itu bimbang Dan ketakutan sekali pada mama kamu bagaimana kalau mama kamu tahu tapi papa sebisa mungkin menutupinya dari mama kamu... Hari hari terus berjalan tak terasa sudah tiga bulan berlalu, pada waktu itu papa dan mama sangat menantikan anak papa yang ke dua yaitu Vina dimana hari itu tiba mama kamu melahirkan Seorang bayi perempuan bernama VINA yaitu kakak kamu Salma. papa dan mama seberusaha mungkin untuk bisa membesarkan dua buah hati kami Setelah begitu cepatnya berjalan waktu Umur Vina sudah beranjak 7 bulan sudah mulai belajar duduk sendiri, makan sendiri.Dan Umur Ben pun sudah bertambah besar sekarang ia sudah Kelas 3 SD. kebahagian pun mulai mewarnai keluarga kami tapi saat di malam hari, tiba-tiba ada seseorang yang mengetok pintu


flashback on


tok.. tok.. tok.


"Iya siapa tunggu sebentar" sahut buk Susi dari balik pintu lalu membukanya.


"Iya cari siapa Mbak tanya buk Susi" Tanya buk Susi kepada orang tersebut.


"Mohon maaf buk sebelumnya karena datang di malam hari. Kami dari pihak rumah sakit ingin menyampaikan informasi penting dari nyonya Mika untuk tuan WIJAYA." jawab Seorang suster. tak lain dari suster rumah sakit yang telah membantu nyonya mika melahirkan.


"nyonya Mika, siapa dia" pikir buk Susi nampak kebingungan.


"Oh silakan masuk"


Suster yang berdiri itu kemudian memasuki rumah ADIPATI sambil membawa Seorang bayi yang baru lahir.


"Tunggu sebentar saya panggil suami saya dulu " tukas Buk Susi.


suster hanya manganggukan kepalanya saja.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡


"Itu pa.. ada yang nyarik in papa " Tunjuk buk Susi kepada Seorang suster yang berada di ruang keluarga sembari berjalan menuju Seorang suster tersebut dengan suaminya.


"Permisi anda mencari saya" sapa pak WIJAYA.


Buk Susi yang sedari tadi mengekori suaminya itu kemudian duduk dan mendengar percakapan suaminya itu dengan suster tersebut.


"Nyonya Mika" menyebut nyonya mika.


"Siapa pa" tukas buk Susi.


Pak Wijaya tak menjawab apapun ia hanya terdiam dan ngelamun.


"Pak kami ingin memberikan bayi ini kepada Bapak sesuai perintah Buk Mika, buk mika bilang kami harus menghantarkan bayi ini kepada bapak Wijaya Karena Bapak ayah dari anak ini" Ucap suster itu yang mengagetkan buk Susi.


"Maaf suster apa maksud dari suster" buk Susi berusaha tenang.


"Ma, mama nanti papa jelasin tapi mama diem dulu papa mau ngomong sama suster ini "


"lanjutkan Sus"


Jadi 1 hari yang lalu buk Mika datang kerumah sakit ia kesakitan dibawah Seorang supir taxi, lalu ia masuk ruangan UGD lalu ia kami tangani Setelah selang beberapa jam akhirnya buk Mika melahirkan Seorang Putri ia beri nama Salma dan sebelum ia pergi meninggalkan anaknya untuk selamnya ia berkata 'TOLONG BERIKAN PUTRIKU DENGAN PAPANYA'. Lalu ia menuliskan alamat rumah bapak kepada kami dan Setelah itu ia meninggal. karena tidak ada kerabat sekalipun teman kami pihak rumah sakit segera memakamkannya di TPU dekat rumah sakit Umum."


"Apa sus meninggal gak mungkin ini terjadi"


"benar pak dan ini bayi Bapak namanya Salma." sembari memberikan bayi itu kepada pak Wijaya.


"Saya permisi dulu" bergerak dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan rumah ADIPATI.


"Pa.. Papa.. apa maksud suster itu " Pak WIJAYA tersadar dari lamunanya.


"Ma.. maaffin papa ma"


"Maksud Papa apa" mulai merasa ada aura tidak enak.


"Jadi gini ma...Waktu itu.....


Setelah menjelaskan semua itu dengan panjang lebar tanpa ketinggalan satu kalimat pun Pak Jaya menarik nafas lega tinggal menunggu reaksi istrinya.


"Owh jadi gitu pa, ternyata papa selama ini berbuat keji dibelakang mama. Mama gak habis pikir papa setega itu melukakannya kepada mama..... Papa jahat.. papa jahat.. papa jahat..." Buk Susi menangis sejadi-jadinya ia tak terima, ia merasa di bohongi selama ini semenjak itu lah sikapnya berubah drastis.


flashback of


"Dan semenjak itu lah mama kamu berubah sikap dan itu juga alasanya kenapa mama kamu selalu membenci kamu dan papa" sambil meneteskan air matanya.


Salma yang tak tahan melihat papanya yang terus menangis akhirnya ia peluk dan diusapnya air mata papanya dengan kedua tanganya.


"Udah pa sekarang Salma udah ngerti semuanya Salma gak akan nangis lagi kalau mama marahin Salma, Papa juga gitu ya..harus kuat.." Salma memberi kata Semangat kepada dirinya dan papanya.


"Iya sayang sekarang kamu tidur gih karena udah malem jangan nangis lagi ya nanti kepalanya pusing." Ucap Pak Jaya kepada anaknya.


"Iya pa... "


GIMANA CERITANYA SERU GAK '''''''


jangan lupa follow, like, dan komen serta vote ya dah.... dadah....