My Prince Is So Handsome

My Prince Is So Handsome
Eps.9. Problem (2)


Happy reading


" Kamu sendiri doang Oliv? " tanya Jennie kepada ku


" Emm " kata ku gugup


" Aku harus gimana, aku harus jujur atau bohong sama Jennie " batin ku


" Kok kamu malah diem? " tanya Jennie


" Ahh, iya aku dateng sendiri " jawab ku gugup


" Serius? " tanya jennie lagi


" Iya " jawab ku


" Kamu tau dari mana alamat rumah aku? kan sebelum nya aku ga pernah kasih tau kamu " tanya jennie untuk yang ketiga kali nya


" Aku tau dari bu Kim " jawab ku


" Aku ga yakin kamu pergi sendiri " kata Jennie


" Kok kamu malah jadi curigain aku sih? " tanya ku


" Aku yakin pasti kamu pergi sama seseorang ya kan? " tanya jennie yang berusaha meyakinkan aku


" Engga Jen " jawab ku


" Bagaimana Jennie tau kalo aku pergi sama Yoona? " pikir ku


" Iyakan? Jawab Oliv " kata Jennie


" Aduh, aku harus gimana, aku harus jujur atau bohong " batin ku


Untung saja tiba tiba tante Jennie datang dan membawa 1 teh hangat di tangannya


" Nih Jen, minum " kata tante Jennie


" Lama amat tan " jawab Jennie


" Hehe, tadi tante cari gula nya dulu, taunya gula nya ada di lemari yang paling atas " kata tante Jennie


" Ceroboh " jawab Jennie


" Iya iya, udah ini cepet di minum " kata tante Jennie


Jennie langsung meminum teh hangat yang dibawakan oleh tantenya


" Kayanya kalian ingin mengobrol ya? " tanya tante Jennie


" Kalo begitu tante pergi deh " kata tante jennie


" Engga kok, ga usah pergi ga apa apa kak " jawab ku


" Udah ga apa apa, tante ga mau ganggu kalian, sekalian juga tante mau ke dapur bikin kue buat kamu, abis bikin kue tante mau mandi " jelas tante jennie


" Ngga usah repot repot kak " jawab ku


" Ga apa apa, ini tante mau coba bikin kue juga, soalnya belum pernah bikin kue " kata tante Jennie


" Kalo begitu, aku boleh bantuin ga? " tanya ku


" Engga usah, kamu katanya mau ngobrol sama jennie " jawab tante Jennie


" Pliss kak, oh aku punya ide, gimana kalo aku udah selesai ngobrol sama Jennie, aku bantuin kakak, gimana? " ujar ku kepada tante Jennie


" Ya sudah kalo itu mau kamu " jawab tante Jennie


" Kamu bisa buat kue? " tanya tante jennie kepada ku


" Bisa kok kak " jawab ku


" Dia selalu bantuin mamanya kalo buat kue, tan " kata Jennie


" Wah, hebat kamu Oliv " kata tante jennie


" Makasihh " jawab ku


" Yaudah tante ke dapur dulu yah " kata tante jennie


" Oke kak " jawab ku


" Oliv " panggil Jennie kepadaku


" Ahh, iya? " tanya ku kepada Jennie "


" Kamu kesini sendirian atau sama yang lain? " tanya jennie yang sangat serius


" Apa aku jujur aja ya, kalo aku bohong kayanya jennie ga bakal percaya, oke aku bakal jujur ke Jennie " batin ku


" Sebenernya tadi aku pergi sama Yoona, tapi pas sampe sini Yoona bilang ga jadi mau jenguk kamu " kata ku


" Yah ampun Oliv, kenapa kamu ga jujur dari tadi sama aku " jawab Jennie


" Aku ga mau kamu kepikiran ini terus, jadi aku pikir aku rahasiain aja dari kamu " kata ku


" Mau sampe kapan kamu rahasia-in ini dari aku oliv? " tanya Jennie yang sangat sangat serius


" Aku mau nge-rahasia-in ini dari kamu sampe kamu udah bener bener pulih " jawab ku


" Coba ceritain aku semuanya dari di sekolah sampe kamu di rumah aku " kata ku


Karna pasti ceritanya panjang, aku ga ceritain lagi yah, tapi bayangin aja kalo kalian bener bener di ceritain sama Olivia


Soalnya Olivia ceritain ke Jennie itu bener bener kaya aslinya setiap rinciannya dia ceritain dan bukan intinya


" Yah ampun " kata Jennie


" Iya aku tau, aku yang salah, tapi - " kata ku kepada Jennie tetapi dipotong


" Kamu kan punya hak bukan untuk marahin dia? " tanya jennie


Aku hanya tertunduk diam


" Sedangkan dia engga? Tapi dia juga punya hak untuk bicara " jelas Jennie


" Jadi sebenernya kalian berdua itu ga salah, sama sekali engga, kan kalian sama sama punya hak, emang kalian ga punya hak? " jelas Jennie


" Di antara kalian yang salah itu bukan kamu dan juga bukan Yoona, lagian misalnya kalo Yoona yang salah atau pun kamu yang salah, aku pasti tetep punya hak kan untuk marahin kalian berdua? Lagian aku juga ga bakal memilih 1 diantara kalian, aku kan ga punya hak untuk memilih 1 di antara kalian, pasti aku ga ber-pihak kepada siapa siapa, apalagi kan kalian bff aku, aku ga bakal bisa pilih 1 diantara kalian berdua " jelas Jennie


" Jadi kamu jangan terlalu rendahin diri kamu sendiri, kamu ga boleh rendahin diri kamu seperti itu lagi yah " kata Jennie


" Iya Jen, aku ngerti, makasih ya udah percayain aku " jawab ku


" Yaudah sana mau bantuin tante aku ga bikin kue kan hobi kamu " kata Jennie


Tanpa sepatah kata lagi pun aku langsung meninggalkan Jennie dan pergi ke dapur


" Kakak, aku mau bantuin kakak bikin kue " kata ku


" Eh kaget, kirain tante kamu masih ngobrol sama Jennie " jawab tante jennie


" Hehe " kata ku


" Hayoo, kalian abis ngomongin apa? Tentang pacar pacaran yah? " tanya tante jennie sekaligus menggoda ku


" Ihh kakak mah, ya engga lah kak " jawab ku


" Haha, iya iya kakak cuman bercanda kok " kata tante jennie yang lagi mempersiapkan adonan kue


" Oh iya ngomong ngomong, kamu udah punya pacar belum? " tanya tante Jennie


" Belum, kak " jawab ku


" Hah!? " teriak tante Jennie


" Kenapa kak, iya serius aku belum punya pacar " jawab ku yang ingin memasukkan kuenya ke dalam oven


" Cewe se cantik kamu belum punya pacar? " tanya tante Jennie


" Ihh aku ga cantik tau, cantikan kakak sama Jennie " jawab ku


" Ani, kakak jelek tau " kata tante Jennie


" Cantik " jawab ku


" Jelek tau " kata tante jennie lagi


" Oh iya ngomong ngomong nama kamu siapa? Aku belum tau " tanya tante Jennie


" Aku Olivia kak " jawab ku


" Nama yang bagus, kalo tante Jennifer " kata kak Jennifer


" Makasih, nama kakak juga bagus " jawab ku


Kamu umurnya berapa? " tanya kak Jennifer "


" Aku 16 tahun, 3 bulan lagi baru 17 tahun " jawab ku


" Tua-an Jennie dong, kamu ulang tahunnya emang tanggal berapa? " tanya Kak jennifer


" 10 Oktober 2002 " jawab ku


" Kalo Jennie 16 January 2002 " kata kak Jennifer


" Kakak belum punya pacar? Bahkan kakak sekarang harusnya sudah menikah " tanya ku


" Aku belum punya pacar, iya sih harusnya aku udah menikah tapi belum punya jodohnya " jawab kak Jennifer


" Sabar ya kak, mungkin suatu saat nanti bakal ketemu jodoh nya " jawab ku


Kamu agama apa? " tanya kak Jennifer "


" Aku Katolik " jawab ku


" Jennie Kristen " kata nya


" Tinggi badan kamu berapa? " tanya kak Jennifer


" Kayanya 168 " jawab ku


" Tinggi juga ya kamu " kata Kak Jennifer


" Tapi tidak setinggi abangku " kata ku


" Abangmu tinggi nya emang berapa? " tanya kak Jennifer


" 185 cm " jawab ku


" Wow, dia tinggi banget, tapi ga beda jauh kok sama kamu, kalo tante tingginya 162 cm " kata kak Jennifer


" Kalo jennie berapa kak? " tanya ku


" Kayanya 163 " jawab kak Jennifer


Tak terasa kue yang ada di oven sudah jadi


" Yey kuenya udah jadi " kata ku kegirangan


" Kamu suka kue ya? " tanya kak Jennifer


" Haha lumayan lah, tapi aku lebih suka bikin kue nya " jawab ku


" Ya ampun " kata Kak Jennifer


" Maaf ya, tadi kakak nanya-nanya mulu ke kamu " tambah kak Jennifer


" Ga apa apa kok kak " jawab ku


" Kakak cuman mau lebih deket aja sama kamu " kata kak Jennifer


Aku tersenyum dan kak Jennifer pun membalas senyuman ku


" Kak Jennifer " panggil ku


" Iya? " jawab nya dengan sangat lembut


" Kakak belum pernah bikin kue sebelum nya? " tanya ku


" Belum, hehe " jawab kak Jennifer sambil sedikit tertawa


" Oh iya kakak mau nanya 1 kali lagi aja " kata kak Jennifer


" Apa tuh kak? " tanyaku penasaran


" Kamu udah punya gebetan belum? " tanya kak Jennifer


" Emm, kayanya belum " jawab ku


" Kok kayanya sih, yaudah ah nanti tante tanya Jennie aja " goda tante jennie


" Eh kak, tapi jangan percaya deh sama jennie, dia itu suka bohong, tapi bohongnya bercanda sih " jawab ku


" Masa sih? " tanya kak jennifer


" Nee, nanti coba aja kakak tanya " jawab ku


" Yaudah deh nanti kakak coba tanya " kata kak Jennifer


" Ohh iya kak, gimana kalo aku panggil kakak kak Nifer? " tanya ku kepada kak Jennifer


" Boleh, bagus tuh nama panggilannya " jawab kak Nifer


" Yaudah nih dicicip dulu kuenya " kata kak Nifer


" Aku ambil 1 ya kak " jawab ku


" Iya ambil aja, gimana rasanya enak ga? " tanya kak Nifer


" Enak banget kak " jawab ku


" Ah masa sih? " kata nya tak percaya


" Ne, cobain aja deh " jawab ku


Akhirnya kak Nifer mengambil 1 cookies dan dimakan


" Iya enak, kamu jago banget oliv " kata kak Nifer


" Hehe, makasih kak " jawab ku


" Yuk kita ke depan, tawarin Jennie " kata kak Nifer


Kita pun menghampiri Jennie


Jennie, nih kuenya udah mateng, silakan di nikmati " kata ku


" Enak banget loh Jen, olivia yang buatin " kata kak Nifer


Aku melihat jam dinding di rumah Jennie


Tak terasa sekarang sudah jam 16.00, sudah 4 jam aku main di rumah jennie, akhirnya aku pamit untuk pulang


" Kak Nifer, Jennie aku pamit pulang ya udah sore " pamit ku "


" Cepet banget " kata kak Nifer


Udah 4 jam kak aku disini, nanti kapan kapan aku main lagi yah ke rumah kakak " jawab ku


" Yaudah oliv, hati hati ya " kata Jennie


" Kamu pulangnya naik apa? " tanya kak Nifer


" Jalan kaki " jawab ku


" Rumah kamu jauh ga? " tanya kak Nifer


" Engga kok kak " jawab ku


" Kakak anter aja yuk " ajak kak Nifer


" Ga usah kak, engga apa apa, deket kok " jawab ku


" Yaudah, hati hati ya Olivia " kata kak Nifer


" Oh iya, sebentar Olivia " kata kak Nifer


" Kenapa kak? " tanya ku


Kak Nifer sedikit berlari ke dapur


Setelah keluar aku melihat sebuah kantong di tangannya


" Ini Oliv, buat kamu " kata kak Nifer


Kak Nifer memberikan kantong plastiknya kepadaku


" Apa ini kak? " tanya ku


" Coba kamu buka " jawab kak Nifer


Pas aku membukanya, itu adalah kue cookies yang tadi kami buat


" Itu buat kamu, sebagai ucapan terima kasih kakak karena kamu udah mau dateng kesini, udah mau jenguk jennie, dan bikin jennie sembuh " kata kak Nifer


" Yah ampun kak, makasih banyak ya " jawab ku


" Yaudah aku pamit dulu ya " kata ku


" Hati hati ya " jawab kak Nifer


" Bye Oliv " kata Jennie


Aku hanya melambaikan tanganku


Dan mulai berjalan ke rumah


Beberapa menit kemudian...


Tak terasa sudah sampai di rumah


Aku mengetuk pintu dan langsung masuk


Betapa terkejut nya aku, aku melihat mama sedang marah, muka nya sangat seram, mukanya yang seram bercampur aduk dengan muka yang khawatir


" Kenapa ini? " pikir ku


Aku mulai mengingat ngingat apa yang terjadi?


Akhirnya aku baru inget


Kalo aku lupa memberitahukan mama kalo aku ke rumah jennie


****** aku


Pasti diomelin mama


" Dari mana kamu? " tanya mama


" Aku harus jawab apa? " pikir ku


" Jawab pertanyaan mama, kamu abis dari mana? " tanya mama lagi


" Aduh gimana ini " pikir ku


Bersambung...


______________________________


Kira kira apa yang terjadi ya dengan Olivia


Baca terus ya My Prince Is So Handsome


Dan jangan lupa di Like dan comment ya, jangan lupa juga untuk di favoritekan


Makasihh ya


Saya pamit


Sampai jumpa di eps berikutnya


Saya Nathania, sekian terima kasih


1785 kata kata