My Childish Boyfriends

My Childish Boyfriends
episode 4


"yaudah sekarang kita turun kebawa yah buat makan"ucap cia dengan lembut sambil mengelus surai alex.


"sekarang lepasin yah pelukannya"lanjut cia.


nggak mau alex masi mau meluk via"jawab alex sambil mengeratkan pelukanya dan mendusel duselkan kepalanya di ceruk leher cia.


"ko ngak mausih emang loh ngak lapar apa"ucap cia.


yah alex lapersih tapi aku nyaman di pelukan via"jawab alex.


hmm kan bisa nanti lagi peluknya oke jadi sekarang kita turun kebawah yah"ucap cia sambil berusaha melepas pelukan alex.


"tapi janji yah via nanti peluk lagi"ucap alex sambil melepaskan pelukannya.


"iyah via janji"jawab cia


"yaudah via kita turun ke bawa yuk"ucap alex sambil turun dari kasur.


eh,alex"ucap cia.


"kenapa via manggil alex"jawab alex.


kamu cuci muka dulu gih sana masa kamu turun ke bawah muka kamu kek gitu"ucap cia.


"oke doki via"ucap alex sambil berlari menuju kamar mandi.


cia yang melihat kelakuan alex cuman terkekeh, menurut dia itu alex sangat gemes.


setelah beberapa menit alex pun keluar dari kamar mandi dengan muka segarnya.


"via yuk kita turun kebawah"ucap alex sambil menarik tanggan cia.


cia yang di tarik tangganya cuman pasrah saja.


setelah turun tangga mereka mendekati meja makan yang sudah tersaji dengan macam macam makanan.


"bundaa"ucap alex mendekati bunda rina dan mengecup pipi mamanya.


"eh,sayang udah bangun"ucap bunda rina kaget karna mendapat kecupan tiba tiba dipipinya yang sedang menuangkan air putih di gelas.


sedangkan mama tika lagi menggatur piring piring di atas meja.


iyah bunda alex udah bangun"ucap alex.


"bunda ada ngak yang bisa cia bantuin"ucap cia.


udah ngak ada sayang kamu duduk aja yah, alex kamu juga duduk"ucap bunda.


"oh gitu yah bun"ucap cia sambil menarik kursi untuk dia duduki.


semuanya pun duduk dan menyantap makan mereka masing masing tapi lain halnya dengan alex dia sama sekali tidak menyentuh makananya cia yang melihat itu lansung bertanya.


"hey kok ngak di makan sih hmm"ucap cia sambil menyentuh lengan alex dan mengelus yang duduk di samping seblanya.


"alex maunya di suapin via"ucap alex sambil mengerucutkan bibirnya cia yang melihat itu


lansung menyentilnya tapi pelan ko.


"ih kok mulut alex di sentil sih"ucap alex cemberut.


"ya makanya jangan gituin mulut lo kan gue gemes lihatnya"ucap cia sambil terkekeh.


"tapi jangan di sentil juga nanti kalo misalkan berdarah gimana"ucap alex dramatis.


"yaelah kan gue juga sentilnya pelanko ngak kuat kuat amat"ucap cia.


sudah sudah ngak usah ribut, kamu juga cia jangan kasi gitu alex"ucap mama tika yang melihat mereka adu mulut.


iyah mah ngak kaya gitu lagi"ucap cia sambil melanjutkan makanya.


"via suapin alex dong"pinta alex.


makan sendiri aja kan kamu punya tanggan"ucap cia cuek.


"kalo via nggak suapin alex aku ngak bakal makan"ucap alex sambil melipat tangannya di depan dada.


cia yang melihat tingkah alex cuman bisa menghela napas saja.


yaudah sini piring kamu gue suapin"ucap cia sambil menghadap alex.


alex yang mendengar perkataan ciapun langsung berbinar senang.


"nih piring aku"ucap alex sambil menyodorkan piringnya ke hadapan cia.


"aaa..buka mulutnya"ucap cia sambil menyodorkan makanan itu ke mulut alex dan lansung di lahap oleh alex.


"cia makan juga masa alex doang yang makan"ucap alex


"kan aku lagi nyuapin loh gimana mau makan"ucap cia sambil menyodorkan sesendok yang berisi makanan ke mulut alex.


"kita makan sepiring berdua aja"ucap alex sambi mengunyah makananya.


"iyah"ucap cia sambil menyendok sesuap nasi ke mulutnya juga.


mama tika dan bunda rina yang melihat mereka cuman tersenyum saja.


merekapun makan dengan nikmat.


-


-


mereka yang melihat kelakuan alex hanya terkekeh.


nih kamu minum dulu"ucap cia sambil menyodorkan gelas ke alex.


alex lansung menggambil menegugnya sampe tandas tak tersisah.


"makasi via"ucap alex sambil tersenyum kepada cia


"sama sama"balas cia.


setelah itu merekapun lansung membersihkan sisah makanan yang mereka makan tapi, tidak untuk alex dan cia karna tadi alex merengek ke cia supaya menemani dia di ruang televisi.


dan disini lah alex dan cia yang sedang menonton sambil alex memeluk cia karna alex sempat menagih janji cia yang di kamar tadi yang katanya mau memeluk dia lagi.


"sayang ayo kita pulang papa udah pulang dari Singapura udah ada di rumah"ucap mama tika sambil mengambil tas selempangnya. karna sekarang sudah menunjukan jam 17:21.


"ah iyah mah, alex lepasyah pelukannya via udah mau pulang"ucap cia lembut.


"alex nggak mau"ucap alex sambil mengeratkan pelukanya di pingang cia.


"kan cia mau pulang"ucap cia.


"via nginap aja di rumah alex"ucap alex belum melepas pelukannya.


"nggak bisa alex via harus pulang soalnya gue mau ketemu papa aku yang habis pulang dari singapura"ucap cia memberi pengertian kepada alex.


hiks nggak mau hiks"ucap alex terisak di pelukan cia.


"hey kok nangis sih, yaudah gini aja besok sehabis pulang dari sekolah via bakal kesini lagi"ucap cia sambil mengelus surai alex


"beneran"ucap alex berbinar.


"iyah alex"ucap cia.


kamu janji yah"ucap alex sambil melepas pelukannya.


hmm via janji ko yaudah via pulang dulu yah"ucap cia sambil berdiri dari duduknya dan mengambil tas selempangnya.


alex hanya mengangukan kepalanya dan bangun dari duduknya.


"ayoh mah kita pulang"ucap cia sambil berjalan mendekat ke mama tika.


"jeng kita pulang dulu yah"ucap mama tika kepada bunda rina.


iyah sering sering yah mampir di sini"ucap bunda rina.


mama tika dan cia berjalan keluar, dan bunda rina serta alex ikut juga berjalan di belakang mereka.


saat sudah sampai di depan dapat mereka lihat sudah ada jemputan yang menunggu ialah pak oji.


mama tika dan cia mulai berjalan mendekati mobil tapi mereka menghentikan langkahnya karna alex memanggil cia.


"via"pangil alex.


ciapun berbalik badan menghadap alex.


iyah kenapa"ucap cia.


hmm alex minta dong nomor via"ucap alex.


cia pun mengasih nomornya kepada alex.


"yaudah via pulang yah"ucap cia sambil mengelus kepala alex.


alex hanya menganguk sambil tersenyum.


ciapun pulang sesampainya mereka lansung turun dari mobil dapat mereka lihat mobil papa cia yang terparkir di garasi mobil.


saat sudah masuk mereka dapat melihat papa cia atau sebut saja hendri yang sedang duduk diatas sofa di ruang nonton.


papa cia kangen"ucap cia sambil berlari ke papa hendri dan memeluknya.


"eh kalian udah pulang"ucap papa hendri sambil mengelus surai cia.


iyah pa kita habis kerumah temen mama"ucap mama tika sambil duduk di samping suaminya.


emang temen mama yang mana"ucap papa hendri.


itu temen mama yang bernama rina"ucap mama tika.


"oh jadi dia udah pulang dari london"ucap papa hendri.


iyah tadi pulangnya"ucap mama tika.


papa bawa oleh oleh ngak buat cia"ucap cia sambil melepas Pelukannya.


"bawa dong sayang,oleh olehnya ada di kamar kamu bi surti yang naroh."ucap papa hendri.


"ya udah cia naik dulu ke atas mau lihat oleh oleh yang papa bawa"ucap cia sambil berdiri dari duduknya.


oyah papa sama mama lepas lepas rindu aja cia ngak bakal gangu ko,bay mah pah"lanjut cia sambil berjalan ke atas.


papa hendri dan mama tika hanya terkekeh dengan tingkah cia.


****segini dulu ceritanya tenang aja bakal di lanjutin ko.


selamat membaca selalu bahagia dan sehat selalu****