
*disisi lain dirumah dafa
" waaaw.. zar lo tengok deh besar banget ni rumah " kagum putri*
" hmm.."
didepan gerbang
" selamat pagi non" salam satpam
" salaam pak kalau bisa panggil saya putri jangan panggil non saya gak suka" ucap nya
" oh iya pak saya ingin bertemu bos bapak kalo gak salah nama nya ..... da..fa iya pak namanya dafa" ucap putri
"oh tuan muda ada didalam non " ucap pak satpam sambil membeti jalan.zahra hanya diam dan mendengar kalau dirumah dafa dia diam datar dan dingin....
di depan pintu
" selamat pagi non silahkan masuk" ucap serentak pelayan
" selamat pagi" ucap putri dengan ramah zahra hanya mengangguk
" oh kalian sudah datang" ucap dafa menurunin tangga
" putri ikut saya ,kamu siapa?" tanya dafa
" zahra" ucapnya dengan singkat datar dan dingin
" hmmm...ayo" ucap dafa
" zar gue cabut dulu ya" ucap putri dan dianggukin zahra
beberapa menit kemudian
" ini orang kok lama banget ya tapi tetap tenang sabar " batin zahra dengan kesal
" hai" ucap seseorang dari sebelah nya yang tak lain diki zahra hanya melihat sosok tersebut dan mengabaikannya
" what ini cewek dingin banget tapi menarik" batin diki dengan senyum senyum
" kamu ngapain disini?" tanya diki
" kerja" jawabnya dengan singkat
" tapi setahu saya yang kerja hanya putri bukan kamu" tanya nya lagi
" bantuin" jawab nya singkat tanpa melihat orang tersebut
"oh" ucap nya zahra hanya diam melihat tangga
" kamu liatin apa" tanya nya
" tangga" jawab zahra
" ngapain liatin tangga" tanya nya lagi
" tuan...saya disini bekerja hanya bantuin teman saya dan saya lagi menunggu teman saya ini sudah cukup jelas tuan" jelas zahra dengan kesal diki hanya tersenyum melihat tingkah laku zahra
disisi lain
" ada apa tuan muda" tanya putri dengan sunyum
" kamu bekerja disini saya gaji kamu 3 juta/bulan gimana?" tanya nya
" gak saya gak mau" ucap nya
" kenapa? dan alasan nya?" tanya nya
" saya gak mau pisah dari teman saya" ucap putri " kan kamu bawa teman" ucap dafa
" oh iya ya benar juga" batinya
" kamu tinggal disini " ucap dafa dengan santai
" memang nya kamu gak ngersa kamu repotin temanmu itu" tanya nya dengan santai
" ya enggak lah pak saya juga kerja kok kami pun jarang dirumah" jelas putri dan meninggalkan dafa disana
" tunggu!" ucap dafa
" kalau kamu kerja disini gaji mu 7 juta/bulan" tanya dafa " kok diam" batinnya
putri yang mendengar itupun berhenti dan berlari ke meja dafa dan menerima tawaran nya
" baik saya terima tapi sya tanya teman saya dulu pak nanti mereka gak setuju" ucap nya
" baik silahkan" ucap dafa
" terimah kasih pak" ucap nya
" kamu sekarang kerja" ucap dafa dengan nada pura pura tegas
" baik" ucap putri dengan senyum mengembang dan pergi meninggalkan tempat tersebut
diruang tamu
zahra yang melihat putri berjalan menghampiri putri meninggalkan diki
" put lo kok lama banget sih?" tanya zahra dengan nada kesal
" hmm.....itu ... anu... aku kerja disini tapi lo harus temanin gue ya" ucap nya
" gak deng gue nyari kerja yang lain aja ogah gue kerja disini"
" aduh zar lo jangan nolak dulu dong gaji disini besar loh" ucap nya
" emang berapa" tanya zahra dengan penasaran
" 7juta per bulan" jawabnya dengan antusias
" oh..gue tetap gak mau" ucap zahra seraya undur diri
" maaf put gue gak mau jadi pembantu " ucap zahra dengan sedih
*flashback*
sebelum zahra menjadi pembantu dirumah angga zahra bekerja menjadi pembantu dirumah orang terkaya no.5 namanya dani*
" kamu kejakan semua rumah ini sendiri dalam waktu 30 menit " ucap dani dengan kasar
" baik tuan"
1 jam kemudian
karna zahra bersihkan nya lebih dari 30 menit zahra dicambuk dengan kasr dan disiksa
" bi ambil cambuk" ucap dani dengan kasar
" baik tuan" ucap bibi
"ini tuan" ucap bibi seraya memberikan nya cambuk
" ah sakit tuan sakit " ucap nya dengan keras dan menahan sakit
" tuan saya gak mau kerja disini dan saya mau mengundurkan diri, tuan saya mau minta gaji saya " ucap zahra dengan pelan
" ha apa kamu mau keluar? gak boleh kamu mau minta gaji? enak kali kamu" jawab nya dengan sombong
" kalau tuan gak mau saya keluar dari sini saya akan keluar dengan kemauan saya sendiri" ucap nya seraya jalan pelan menuju pintu
" tuan ... saya peringatkan anda sekali lagi jangan salah kan saya kalau saya akan bertintak kasar atas kemauan saya sendiri" ucap nya dengan ancaman
" silahkan" ucap nya dengan sombong ,zahra tidak memperdulikannya dan pergi