First Love Is Very Perfect

First Love Is Very Perfect
PART 10.FIRST LOVE IS VERY PERFECT


di kantor dafa


" tuan 5 menit lagi kita akan membuka mall yang ada di dekat desa" ucap asisten nya yang tak lain adalah diky


" siapkan mobil kita akan ke sana" ucap dafa


" baik tuan" ucap diky


di perjalanan


" nasya kita ke mall dimana sedangkan mall nya itu kan jauh" ucap kayla dengan mimik lugu


" kita akan ke pergi ke mall yang akan dibuka sebentar lagi" ucap nasya dengan wajah yang senang


*dimall


" aduh nasya yakin lo kok rame amat ya" ucap* rani protes yang kesempitan karna dihempir orang


" aduh nama nya juga baru di buka ini mall lagi pula diskon tau" ucap nasya


" pantes lo mau nya disini pulaan diskon curang lu " ucap zahra


mereka berempat tidak menyadari kalau putri menghilang


* flashback


" akhirnya nyampai juga ini mall"


" ia pegel ni kaki gue"


" capek gue"


" jauh amat sih"


dan banyak lagi yang protes akan lama nya ini


" gimana ni " tanya kaila


" mudah" santai Nasya tanpa basa basi Nasya menerobos orang 2 yang berani menghempit jalan nya


" gila lu sya" ucap zahra dengan cepat juga zahra dan rani menerobos kayla hanya panik melijat teman2 nya


" kay, gue ke toilet ya" ucap putri kayla hanya mengangguk bertanda iya


setelah keluar toilet dan berjalan beberapa langkah


BRUK...


" Aduh kepalaku kejedot lagi gimana kalo merah bengkak berdarah " ucap putri


" menarik" batin pria yang menabrak putri yang tak lain adalah dafa


" sial emang ini cewek gak bisa apa romanris dikit" batin dafa dengan kesel


" sialan lo, emang lo gak nampak apa ini jalan udah tau mata lo 4 ditambah asisten lo ha dasar pria brensek" ucap putri kesel marah dan pergi


" what ?? pria brensek berani sekali dia bilang tuan pria brensek " dalam hati diky


" *menari sekali " batin dafa tersenyum sekilas melihat putri di tengah berlarinya


" diky* , cari tau tentang wanita itu " ucap dafa


" baik tuan " ucap diky


di depan mall


" para sekalian kita akan membuak mall ini untuk desa kita ini dengan harga murah dan kita persilahkan inilah dia orang yang membangun mall ini yang tak lain adalah presdir dafa" ucap sang protokol


" oh jadi namanya dafa jelek amat sih nama nya tapi orang nya gamteng kok" itulah komen dari warga situ yang masih gadis


tidak untuk putri yang terkejut karna pria itu adalah pria yang dia marahin karan tertabrak tak sengaja dan putri menutup wajah nya dengan tangan nya dengan tak sengaja dafa melirik putri dan membuat putri takut dan gemetar


" gimana nih? aku tau kalau kita bertemu aku akan minta maaf " ucap putri dalam hati


 


*di depan mall*


 


" dimana sih itu orang" ucap rina


" tadi katanya sih ke toiler sebentar " ucap kayla dengan polosnya


" what ? katanya sebentar lama begini kita nunggu nya " ucap zahra dengan kesel


tiba tiba datang lah orang yang mereka cari dari tadi dan yang baru saja di bicarakan yang tak lain adalah putri


" sial, loh dari mana sih lama banget" ucap nasya dengan sangat marah karna mereka sudah menunggu nya masuk


" eh iya maaf ya kakak kakak cantik" ucap putri sambil menunjukkan gigi putih nya " cantik sih cantik tapi cantalan taik" gumam putri yang dapat didengar mereka


" apa kamu bilang ?" ucap nasya rani kayla dan zahra mengepung putri dengan lengan baju diangkan sampai siku


" emang nya aku bilang apa ? udah lah yuk kita masuk nanti malam" ucap putri untuk mengalihkan pembicaraan


" ok kemon everybody" ucap nasya


" selamat gue " batin putri sambil memegang tangan nya di dada