Daniel

Daniel
Aulia Maharani


Aulia Maharani masih asyik mengerjakan pekerjaan kantornya di depan benda tipis berukuran 15 inci berwarna hitam. Bola matanya yang sibuk bergerak ke kiri dan ke kanan, jari yang terus aktif menari di papan keyboard miliknya. Dengan kacamatanya yang tebal dengan rambutnya yang di cepol kebelakang dan meninggalkan sedikit rambut yang sengaja ia suraikan. Yaaa... Dialah Aulia Maharani wanita berusia dua puluh lima enam tahun yang tidak terlalu mau di pusingkan dengan urusan jodoh. Bagaimana tidak, dengan sikapnya yang datar tanpa ekspresi, sedingin es batu dan kaku seperti kanebo kering, selalu acuh dan cuek jika sudah berurusan dengan lelaki. Bukan karena Ia memiliki wajah yang jelek, Aulia wanita dengan karir yang bagus diusianya yang masih terbilang muda Ia sudah mampu menduduki jabatan sebagai Manager di perusahaan tempatnya bekerja, memiliki ukuran tubuh yang tinggi dan proporsional, kulitnya yang putih cerah bersinar, rambut hitam panjang bergelombang, iris berwarna cokelat terang, bulu mata yang lentik, bibir merah semerah delima serta lesung pipinya membuat pria mana saja ingin memilikinya dan banyak sudah pria tampan yang merasakan patah hati lantaran sikapnya.


Sebuah ketukan pintu dari sekertarisnya Maureen stephanus membuat perhatian Aulia beralih dan menghentikan fokusnya terhadap pekerjaanya.


"Selamat sore bu, saya ingin mengingatkan rapat bersama perusahaan Radja Advertising malam ini sudah saya reschedule lusa setelah jam makan siang bu." Jelas Maureen dengan senyum tipis.


" Baik ibu," dibarengi anggukan dan senyum kecil Maureen sekertarisnya yang perlahan menghilang dari balik pintu.


seperginya maureen yang menghilang perlahan dibalik pintu ruang kerjanya, Aulia segera merapihkan meja kerjanya menyusun setiap berkas yang sudah dia buat sedikit berserakan.