
Karena masa kecilnya yang kelam dan kisah cinta yang tragis sama membuat Eiser seakan menaruh rasa bencinya pada sosok wanita , baginya wanita hanyal penghancur harapan dan hidupnya . Esier selalu membatasi hidupnya dengan tidak mencintai siapapun , sungguh dia sangat keras pada dirinya sendiri.
Beberapa jam kemudian di ruangan Athanasia berada dia sudah sadar dan rapi makanya tadi begitu lahap karena memang dia sangat lapar kinipun dia sudah berpakaian rapi , namun Athanasia masih memberontka meminta untuk keluar dari villa ini , semua orang disini seperti acaman baginya.
" Tolong lepaskan aku biarkan aku pergi dari rumah ini !! hay kamu aku mohon biarkan aku keluar ". lantang Athanasia berkata kepada orang" di sekitarnya , di selang itu Sekertaris David memanggil kepala pelayan Ed ." Pak Ed , apakah nona di dalam sudah selesai semua keperluan nya ? jika sudah tolong bawa dia turun lalu minta sopir siapkan mobil ". perintah David pada Pak Ed .
kemudian David mengetuk pintu kamar yang ada di depanya lalu ." Nona bersiap" lah kita akan mengantarkan nona kembali ". Kata David pada Athanasia, seketika itupun pias wajahnya berubah menjadi senyum lega.
" Benarkan aku sudah boleh pergi ?! , tidak perlu mengantar aku bisa kembali sendiri ". ucap Athanasia.
" Nona ini adalah wilayah pribadi tidak akan ada akses taksi maupun lainya bahkan jika nona ingin pulang sendiri apakah nona punya uang ?!!". tegas David pada Athanasia.
" Hahhh...okelah ".
" sungguh sebenarnya aku takut jika aku sebenernya tidak bisa pergi". balas Athanasia.
" Tenang saja nona saya berani menjaminnya , tunggulah disini nanti ada pelayan yang akan membawa nona turun , saya permisi dulu". tukas David lalu dia melenggang keluar dari kamar tersebut.
David kembali keruang kerja Eiser dan melaporkan bawah Athanasia akan segera diantar pulang namun Esier hanya mengangguk seolah tak perduli .
Pak ed yang sudah selesai mengatur hal" untuk mengatur kepulangan Athanasia segera menemui Athanasia di kamar Esier .
" Terimalah ini tulis lah sesuai keinginan mu berapa besar pun anggap saja untuk membayarmu tadi malam ".
tegas Eiser pada Athanasia
" Bersyukur saja kau tak ada hubungan dengan Agate , jika sebaliknya mungkin aku tidak akan pernah melepaskanmu ".
PLAKK!!!. tampar Athanasia ke pipi Esier , sakit hatinya dibuat Esier yang menganggap seolah Athanasia perempuan murah saja , ia berjalan pergi begitu saja dengan amarah dan rasa sedihnya yang kembali karena mengingat kejadian" yang dia alamai .
" ingat jangan pernah muncul kembali di hadapanku jika kamu tidak ingin kembali ke vila ini , sungguh wajahmu sangat memuakan !!". Lantang Eiser pada Athanasia.
Dalam hati Athanasia dia sungguh tak menyangka ada orang yang bisa sesombong itu , sedih rasanya memikirkan perkataan tadi dan kejadian semalam begitu pun dengan sikap Eiser yang semena " padanya.
..........
Mobil pun melaju menyusuri jalanan yang sepi , sepanjang jalan Athanasia terus murung dan melamun , bagaimanapun juga dia telah melewatkan kesempatan berdua dengan orang yang dia cintai dan kesucianya pun malah ternodai dengan seseorang yang sombong dan sesuka hatinya saja.
" Ayah ... ibu... ahhh aku sangat lelah , apakah kalian akan marah melihat putrimu jadi seperti ini , sungguh aku ingin bersama kalian saja benar" tidak ada tempat yang aman dan tenang lagi di dunia tanpa kalian ". Tangis dalam batin Athanasia terus kelam dalam lamunan nya.