
Dengan rasa cemas eiser bergegas ke kamarnya , matanya membelalak melihat athanasia sudah tergeletak di lantai tubuhnya terkulai lemas dengan wajah pucat nya , Esier langsung mengangkat tubuh athanasia mebawanya berbaring di kasurnya.
.” Cepat panggilkan dokter veron untuk kesini dalam 10 menit harus sudah disini titik.” Lantang Eiser dengan nada tingginya . Kepala pelayan pun bergegas memanggil dokter pribadi Eiser lewat telfon yang ada di sampingnya .
8 menit kemudian dokter veron tergopoh gopoh menghampiri Eiser sambil membawa perlengkapan medisnya.” Tuan apakah anda sakit atau seseorang perlu diperiksa”. Eiser menatap tajam wajah Dokter Veron .” Apakah anda tidak melihat wajah pucat dia apakah mata anda sudah bermasalah ?! Cepat periksa dia”. Dokter veron pun terbelalak lalu dengan cepat menuju Athanasia yang masih dalam keadaan pingsan untuk memeriksanya
“ Maaf tuan karena saya sudah berumur jadi mata saya agak menurun penglihatanya”.
“ Diam saja lakukan tugasmu , dan laporkan padaku apa yang terjadi padanya “. Ucap Eiser.
Dengan cekatan dokter veron memeriksa Athanasia dan juga suhu tubuhnya .” Nona ini sepertinya menderita anemia dan hanya kelelahan saja tuan dan juga sepertinya tidak ada nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya dalam jangka panjang, itulah yang menyebabkan dia pingsan .” “ Saya akan meresepkan beberapa obat dan tolong berikan asupan sayuran dan daging” untuk menjadi penambah darah”.
“ Ed , suruh bagian dapur untuk memasak makanan dengan bahan yang tadi dibicarakan Dokter Veron, oh ya jangan lupa bilang pada Albert untuk membeli beberapa set pakain wanita.” Perintah Eiser pada kepala pelayannya , kemudian dia meminta kepada pelayan wanita untuk membersihkan tubuh Athanasia dan menjaganya untuk sementara hingga Athanasia bangun.
Dengan perasaan lega Eiser kembali ke ruang kerjanya karean memang beberapa hal ada yang sudah tidak bisa di tunda lagi , perasaanya masih kawatir karena Athanasia namun dia sedikit lega karena Athanasia baik” saja .
" sungguh hal yang sangat merepotkan sekali ". batinya Esier , kemudian dia berkutat kembali dengan macbook nya kemudian dia memanggil sekertarisnya
wajah Athanasia terus mengingatkanya pada rasa benci Eiser terhadap masalalunya .
sungguh Dunia seakan menggores luka yang dalam bagi Esier , waktu kecil ketika Eiser sama sekali tak dekat dengan ibunya , ibunya selalu benci Eiser karena wajah dan matanya secara garis besar mirip dengan Ayahnya yang memaksa menikahinya , dan ketika dia baru berumur 6 tahun ibunya ternyata selingkuh dengan pria lain Esier yang paham akan hal itu sangat kecewa pada ibunya karena dia sangat berusaha keras agar di sayang ibunya tapi malah ibunya memilih membagikan cinta pada pria yang bukan keluarga nya.
Namun berbeda dengan ayahnya , suatau hari ketika biasanya ayah Eiser pulang malam namun karena dia sakit dia pulang siang hari dan ingin istirahat dari kerjanya untuk beberapa hari , namun bukanya bisa istirahat dia malah mendengar suara laki " dan perempuan sedang bercanda ria di kamar istrinya
ia pun langsung mendekat ke kamar tersebut dan langsung membukanya seketika matanya membelalak melihat 2 orang yang dia kenali sedang bermesraan tanpa menggunakan sehelai kain.
Dengan muka masam dan beribu" amarah yang berkecamuk dihatinya Ayah Eiser langsung memukuli pria itu hingga dia tak berkutik istrinya yang ketakutan kemudian dengan beraninya dia membela pria yang bukan suaminya itu Ayah Eiser yang hatinya mulai gelap mulai keluar dari kamar tersebut dia mengambil senjata api yang ada di ruangan sebelahnya kemudian
" Matilah bersamanya jika kamu memang benar mencintainya !!".
Duar !!....duar.. suara tembakan melengking di rumah tersebut seketika itu pun 2 orang di hadapanya terkapar bersimbah darah.
Eiser yang melihat hal mengerikan terjadi di depanya seketika lari ketakutan keluar rumahnya dia sangat takut air matanya terus mengalir namun tak bersuara sama sekali , kepala pelayan segera mengejarnya namun seketika Esier pingsan karena sangat syok dengan hal" yang blm sempat ia cerna dalam pikiranya.