
( mengandung 18++ )
Eiser yang mendapatkan perlakuan Athanasia itu tiba merasakan tubuhnya ikut memanas hatinya bergejolak seperti dibangunkan sesuatu yang tubuh dia inginkan namu dia tahan karena dia belum benar" tau siapa Athanasia, disamping itu tubuh Athanasia yg tak terkendali seperti terus mencoba menggoda Eiser untuk menolongnya dia dengan tangan meraba" dan merangkul Eiser dengan muka merah jambu nya sedikit membuat Esier goyah.
Entah mengapa tanpa sadar Eiser membawa Athanasia menuju ke kamarnya dan . " Kutarik perintahku yang tadi, tinggalkan aku dan jangan ganggu aku, Jaga Agate agar tidak kabur". Ucap Eiser pada anak buahnya dengan nada tegas dan sedikit senyum yang dia sembunyikan di wajahnya. " Baik Tuan ". Mereka pun meninggalkan Eiser yang masih melenggang berjalan sambil menggendong Athanasia ke kamarnya .
Dengan Athanasia yang terus"an bertingkah Eiser memang sudah tidak tahan, bagaimana tahan dia yang tidak pernah menyentuh wanita setelah kepergian Selena bibirnya terus di sesap lembut oleh Athanasia. Jantung nya terus berdegub kencang dan tubuhnya pun ikut memanas hatinya terus bergejolak memberontak rasa inginnya terus memuncak tidak dapat dia tahan.
Aneh rasanya karena dulu saat dia bersama Selena tak pernah merasakan apa yang dia rasakan saat ini karena dia dulu sangat menjaga selena dan hanya berciuman dengan selena tidak mau melakukan lebih sebelum ada ikatan yang sah diantara mereka namun Selena diam" malah melakukanya dengan Agate.
Sesampainya di kamar Eiser pun mebaringkan tubuh Athanasia kemudian melepas paksa pakaian Athanasia, dia memandangi tubuh Athanasia yang indah terawat dan. " Entah Selena atau bukan karena kamu telah menggodaku jangan salahkan aku dan ku anggap kamu Selena yang datang kepadaku untuk menebus semua kesalahan mu ". Ucap Eiser dengan senyum yang tidak dapat di artikan.
Dia pun perlahan memasukan sesuatu ke dalam bagian intim Athanasia,
Athanasia yang baru pertama kali tanpa sadar merasakan menjerik sakit karena merasakan sesuatu memaksa membuka bagian bawahnya. " Haha baby ternyata ini pertama kalinya bagimu ". Ucap Eiser dengan sedkiti tawa. " Teruslah mengerang itu sangat candu bagiku tahanlah sebentar sakit nya nanti akan terbiasa juga ". Kekeh Eiser dengan terus berusaha membuka milik Athanasia.
Athanasia yang menggeliat sambil terus mengeluarkan suara membuat Eiser bertambah membara dan tanganya terus menjelajah ke setiap inci tubuh Athanasia . Dengan semangat nya Eiser menghabiskan malam yang panjang itu dengan Athanasia.
Dengan keadaan Athanasia yang masih mabuk kepayang bahkan dia tidak sadar apa yang terjadi dengan dirinya hingga kini. Dia hanya merasakan rasa tak nyaman di tubuhnya berangsur menjadi nyaman entah bagaimana namun bagian bawahnya memang di rasa sakit sedikit" Dia memperhatikan dan melihat entah itu mimpi atau bukan Athanasia seperti nya melakukan kesalahan besar yang mungkin susah ia ampuni
Bahkan melakukan kesalahan tersebut dengan orang tak dikenal namun Athanasia tetap terlena dengan rasa nyaman yang Eiser berikan dan wajah Eiser yang begitu rupawan.