Towards Happiness

Towards Happiness
BAB 4


Sedikit mengesampingkan rasanya dia mencari" ponselnya namun beberapa menit kemudian dia menyadari semua barang"nya masih berada di ruang istirahat tempat dia bekerja . Athanasia melihat di sekelilingnya mencari" sebuah benda yang menunjukan pukul berapa sekarang setelah dia menemukan dan sedikit memperhatikannya dia terkejut bukan kepalang karena sekarang sudah menunjukan pukul 9 pagi dia terkejut karena janjinya menemani seorang yang tak lain pujaan hatinya Alvredo untuk melihat" galeri di pusat kota rudith, perasaan kecewa pada dirinya sendiri dan mertuki dengan hal" yang ia lakukan terus mencampuri pikirannya yang campur aduk " Bodoh sekali dirimu ... bagaimana aku nanti menjelaskan pada Alvred , aku telah menunggu saat" pekan menghabiskan waktu bersamanya namun aku mengacaukan sendiri , sungguh bodoh diriku ....". " Apakah aku masih punya muka untuk bertemu Alvred dengan keadaan diriku yang sekarang ? Harus bagaimana aku ". Runtuknya di hati kemudian dia mencoba bangkit dan melangkah keluar dari kamar tersebut namun 2 pria berjas hitam menahannya dengan paksa dan membawanya masuk kembali ke kamar Eiser kemudian mengunci pintu tersebut .


" Hei.., apa yang kalian lakukan lepaskan aku . kalian tidak berhak atas diriku , tolong lepaskan aku !!!". Teriak Athanasia namun tidak ada suara maupun usaha seseorang untuk membalas teriakan Athanasia . Lama dia berteriak dan menunggu agar dirinya keluar dari kamar tersebut ingin rasanya dia keluar dari tempat ini dan pulang untuk menangis melimpahkan semua keterkejutan dan perasaan tak karuan yang dia alami saat ini namun tak ada tanda" seseorang yang akan membukakan pintu ia pun terduduk lemas pasrah tenaganya seperti habis perutnya terasa sangat lapar karena sedari kemarin sore dia tidak makan sesuatu sama sekali matanya lama kelamaan berkunang tiba pandanganya menjadi gelap seketika diapun pingsan.


Disamping itu Eiser yang ada di ruang kerjanya selesai membaca laporan tentang Athanasia yang di berikan asistennya David sedikit berpikir apakah dia mau menahan Athanasia atau melepaskannya jujur hatinya agak sedikit tergoyah setelah melakukan cinta semalam dengan Athanasia namun dia bukan lelaki brengsek yang akan merebut wanita yang sudah memiliki kekasih dalam laporan yang di buat David , David mengira Alvredo adalah kekasih Athanasia karena dia sangat dekat dengan Athansia namun diluar dugaan perkiraannya salah .


" Athanasia de marre nama yang bagus , apa ini Athy ? Nama panggilan dia waktu kecil ? Hhh kenapa sangat lucu ". Gemas Eiser sambil sedikit tersenyum . " Oh ya David , dari kemarin wanita itu tidak makan sama sekali suruh para maid memasak untuknya dan membantu keperluannya jika dia ingin pulang maka biarkan dia pergi untuk apa menahan wanita yang sudah memiliki kekasih , aku tak semurah itu untuk merebut wanita orang ". Perintah Eiser pada David , David pun segera keluar dan dengan menyembunyikan sedikit tawa karena tingkah bosnya Eiser yang seakan wajahnya tak rela melepas Athanasia namun tegas perkataanya untuk membiarkan Athanasia pergi.


Selepas David menyampaikan perintah kepada bawahnya untuk mengurus Athanasia diapun kembali ke ruang kerja Eiser untuk menunggu hal" yang akan diperintahkan Eiser serta membacakan jadwal kegiatan yang akan dilakukan Eiser hari ini , baru beberapa menit David masuk keruang kerja seorang wanita menghampiri Eiser dan David dengan wajah sedikit tegang berkata dengan terbata" " Tu tuan..nona yang ada dikamar utama pingsan da..dan wajahnya sangat pucat ".


karena ini karya pertama author mohon kritik dan saranya reader


trimakasih untuk para reader yang selalu setia tetep membaca


author ucapkan terimakasih sebanyak" nya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š