
Matahari perlahan menyingsing tinggi cahayanya menembus jendela kaca menyapu lembut pias wajah Athanasia , sedikit mengerjap" dia berusaha membuka mata dan melawan rasa sedikit pening dikepalanya . Athanasia terbangun dengan mata membulat ketika menyadari sosok tangan yang merangkulnya dari belakang , dia sangat syok dengan apa yang terjadi pada dirinya samar" mengingat malam panjang yang dia lakukan , ingatan" yang seperti mimpi pun mulai masuk ke dalam pikirannya dari awal apa yang dia ingat tentang dirinya dari ketika dia ditarik seorang laki" hingga jatuh tak tersadar dan kini terbangun tanpa sehelai pakaian .
Pikirannya kacau dia takut dan sedih juga buru" dia mencari pakaiannya namun tak menemukan sama sekali tanpa berfikir panjang dia langsung menyambar kemeja pria di atas nakas yang besar kemungkinan milik Eiser . " Apa yang terjadi padaku hiks hiks , kenapa aku berakhir seperti ini siapa dia , Kenapa melakukan hal seperti ini dengan teganya ". Batin Athanasia tak karuan sambil menahan tangis dalam kebingungannya dengan hal apa sebenernya yang terjadi padanya.
Dia mencoba untuk sedikit berkali namun rasa sakit ditubuh bagian bawahnya membuatnya kesusahan untuk bergerak bebas begitupun tubuhnya seperti remuk karena kelelahan berkerja seharian , disamping itu Eiser yang sedang tidur merasakan ada sesuatu yang hilang dia mulai membuka matanya dan melihat disekitarnya , matanya menangkap sosok Athanasia yang sedang mencoba kabur dari kamarnya dengan langkah yang terbata" , diapun bangun dari ranjang besar miliknya dia meraih Athanasia kemudian dengan paksa mencium bibirnya . " Pagi" begini sudah ribut ini hukumanmu karena menggangu tidur nyenyaku apa masih kurang dengan permainan kita Selena !?". Athanasia yang belum sempat membalas begitu terkejut dengan apa yang dilakukan Eiser dan dikatakannya tanpa sadar dia menendang paha Eiser dengan kaki rampingnya .
" Apa yang kau lakukan !!". " Apakah aslinya kau sekasar itu Selena ?!." . Tanggap Eiser pada Athanasia dengan nada sedikit tegas kemudian dia menarik Athanasia dan melemparnya ke ranjang kemudian memeluknya erat" . Athanasia berteriak seketika dan mencoba melawan namun tenaganya tak cukup melawan tubuh kekar Eiser .
Kemudian Eiser kembali mencium dan menyesap paksa bibir mungil Atahanasia , merah wajah yang terlukis serta raut kebingungan Athanasia membuat Eiser sedikit terkekeh " Apa kamu tau Selena seberapa banyak yang kau bawa mati hati dan perasaan ini ?!". " Semua kau bawa mati tanpa sedikit kamu sisakan cahaya padaku , apakah kamu memang semurah itu ?!".
Athanasia meronta mencoba melapsak dirinya dari Eiser dengan sedikit menahan air matanya.
" Apa yang kamu lakukan padaku ? Kenapa tega sekali dirimu ! Lihatlah dengan jelas aku bukanlah wanita yang kamu cari apakah kamu buta ?!". Sambung Athanasia dengan nada sedikit bergetar . Eiser yang terkejut dengan ucapan Athanasia yang berani mencoba membentaknya lalu dia mencengkram dagu Athanasia dengan mata tajam melekat pada wajah Athanasia ." Berani sekali kamu meninggikan nada suara di depanku apakah kamu ingin lenyap bersamaan dengan Agate ?!. Dan apa yang aku lakukan dengan dirimu ?! Hhhhhh apakah kamu bodoh , kamu sendiri yang muncul dan terus menggodaku dan terus"an menciumiku , Dasar wanita murahan ". Ujar Eiser dengan nada merendahkan Athanasia kemudian berlenggang pergi keluar dari kamarnya dan menutup pintu dengan keras".
Disamping itu Athanasia yang terkejut dengan kata" Eiser lemas seketika tanpa sadar air matanya mengalir pikirannya mencoba mereka kembali hal" apa yang terjadi semalam namu bagaimanapun tak sepenuhnya dia ingat semua hal yang terjadi , dia hanya tau dirinya yang ditarik paksa ke kamar sewaan Club kemudian berujung dengan pria Asing .