Spring Day

Spring Day
Bab 8


Han kembali melihat layar sentuhnya. Sudah hampir satu jam dia berada ditempat ini.


“Hyung, kau sudah menelpon Hwi dan Min ?” tanya Jian yang baru saja selesai dimake up dan hairstyling.


“Ya, aku sudah menelpon mereka. Tapi tidak diangkat. Pasti mereka masih dijalan,” jawab Han.


“Semoga saja mereka memang masih di jalan,” balas Jian. “Jika kenyataannya mereka baru bangun tidur, maka aku akan memarahi mereka nanti.”


Jian menarik napas. Dia tahu kalau Jian tidak bercanda dengan kata-katanya barusan. Kelima member sudah berkumpul dan sedang bersiap-siap untuk menjalani pemotretan, namun 2 anggota termuda terlambat datang.


Saat di dorm, Jian sudah mengingatkan Hwi dan Min agar tidak begadang main game karena punya jadwal besok. Tapi mereka tampaknya tidak mendengarkan Jian dan memberikan banyak alasan agar bisa bermain game. Jian masih memberikan toleransi, para anggota yang sudah siap bisa berangkat duluan untuk menghemat waktu, sementara Hwi dan Min bisa menyusul.


“Mereka belum datang juga ?” tanya Won.


Jian menggeleng.


Won menatap Jian sejenak, dia tahu, leadernya sedang menahan kesal karena ulah 2 maknae itu.


“Aku akan menunggui mereka disini,” ucap Won. “Sebaiknya kalian segera berganti baju, karena bagian stylist baju sudah memanggil kalian.”


“Baiklah, kami serahkan padamu ya,” balas Han.


Won mengangguk. “Iya, tidak apa-apa."


+++


Aria terpaksa membatalkan kelas pilihannya hari ini dan memilih datang ke tempat magangnya.


Iya, ini tiba-tiba.


Tiba-tiba Amy menelpon, minta bantuan sebagai asistennya.


“Aku benar-benar minta tolong padamu, sebelumnya maafkan aku karena keteledoranku lupa memberitahumu tentang jadwalmu untuk bekerja hari ini…. …. ….” Aria tidak begitu ingat apa yang dikatakan Amy di telepon karena gadis itu terus saja bicara tanpa jeda. “Mungkin saja ini bisa jadi pengalaman yang bagus dan tambahan ide untuk kerja sama kita…..” Aria terus saja mendengarkan ucapan Amy hingga gadis itu menyampaikan inti dari masalahnya, “Intinya, kau harus datang.”


Aria mendengar suara Desainer Cha yang memanggil Amy. Lalu tidak lama kemudian, Amy berkata lagi diteleponnya, “Dalam 30 menit kau sudah harus sampai disini.”


“Yaa, yaa, sampai ketemu.”


Bahkan belum selesai Aria berbicara, Amy sudah menutup sambungan teleponnya. Dia pasti sibuk sekali karena diberi pekerjaan oleh Desainer Cha.



Dan …..


Disinilah Aria sekarang. Dia baru saja selesai memungut gantungan-gantungan yang tidak terpakai dan meletakkannya dirak baju yang kosong. Disebelahnya ada satu rak beroda penuh dengan pakaian yang sudah siap untuk dicoba para model. Tugas Aria hanya mengantarkan pakaian ini untuk dicoba. Sudah ada Amy yang menunggu dan menilai pakaian yang akan dipakai untuk pemotretan.


“Ohh, ini dia,” kata Amy saat melihat Aria yang datang. Amy tidak sendirian, ada beberapa staf yang bersamanya.


“Aria, kau juga bantu-bantu disini,” Amy memberi instruksi. “Aku tidak ingin ada banyak orang yang datang ke ruangan ini. Jika ada pakaian yang kurang cocok, maka aku ingin kau mengambil pakaian yang lain lagi dari ruangan kita.”


Aria mengangguk. Menuruti saja perintah yang dikatakan Amy.


“Bawa pakaian ini untuk Fen, dia sudah menunggu,” Amy memberikan beberapa stel pakaian kepada stafnya.


Apa member REAP yang akan melakukan pemotretan disini ?


Amy mengambil beberapa stel pakaian dan memberikannya kepada Aria lalu memberikan perintah, “Pakaian ini kau coba bawa ke Han. Dia juga sudah menunggu lama. Setelah dia coba, pastikan dia merasa nyaman dan cocok. Sesuaikan dengan stylenya. Kau sudah mempelajari semua style mereka kemarin.”


“Yaa,” Aria segera menerima pakaian-pakaian tersebut dan mencari Han.


Semua orang sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing.


“Maaf membuat anda menunggu,” ucap Aria saat menemui Han. Dia membungkuk hormat dan Han membalas sapaannya. “Miss Amy meminta saya membawa beberapa pakaian untuk anda coba.”


Aria mengeluarkan beberapa gantungan pakaian dan memberikannya kepada Han. “Silahkan dicoba disana.”


“Ohh iya, terimakasih,” balas Han.


Aria menunggu Han selesai berganti baju. Dia mencoba mengingat-ingat bagaimana style Han. Aria juga mengamati beberapa baju yang masih dipegangnya, jika Han merasa tidak nyaman dengan baju yang dia pakai, maka bisa berganti dengan yang lainnya.


“Bagaimana ? Anda suka ?” tanya Aria.


Han mengangguk. “Aku suka yang ini.”


“Kau merasa cocok dan nyaman dengan baju ini ?” tanya Amy yang menghampiri mereka. Dia datang membawa troli berisi aksesoris yang akan dipakai para member.


“Yaa, kurasa lebih nyaman dengan ini,” jawab Han merapikan bajunya.


“Oke,” balas Amy mengangguk.


“Aku belum melihat si maknae dan leader,” Amy melihat sekelilingnya. “Kemana mereka ? Apa belum datang ?”


“Leader kami sudah datang duluan sementara si maknae terlambat,” jawab Han.


“Haduh, dasar si bungsu,” balas Amy seolah sudah akrab sekali dengan mereka.


“Apa dia asisten baru mu ?” tanya Han penasaran. “Kami saling kenal.”


Aria hanya tersenyum. Ternyata Han mengenalinya. “Yaa, Haloo.”


“Ohh, iya. Dia asisten baruku,” jawab Amy. “Dia baru bekerja disini. Sepupunya Yura.”


“Tentu saja aku tahu,” balas Han lagi.


Pandangan mata Han teralih pada seseorang yang baru datang menghampiri mereka. Dia mengangguk membalas sapaan orang itu.


“Aduhh, maknae, kau terlambat lagi,” ucap Amy yang melihat Min baru datang dengan Jian.


“Nuna, jangan mengingatkan lagi. Aku sudah dimarahi oleh Jian hyung,” balas Min.


“Tentu saja aku harus mengingatkan,” Amy protes. “Tinggal kalian berdua yang belum memilih baju.”


“Ohhh, maafkan kami.”


“Min ikut aku. Dan Aria, kau bantu Jian untuk memilih baju,” perintah Amy yang membawa Min bersamanya.