Spring Day

Spring Day
Kau yang aneh!


Oke, karena tidak ada respon sebelumnya. Kali ini saya coba lanjutkan dulu. Kedepannya hasil nya seperti apa.


___________________________________________


'Tunggu dulu, bagaimana dia bisa disini?padahal dia tadi aku tinggalkan dikelas. Dasar orang aneh' batinku saat melihat Suho di kantin.


Aku ingat jelas tadi dia aku tinggalkan di kelas. Bagaimana dia bisa ke kantin secepat itu?


"Zia? Apa yang kau pikirkan? " seru Jukyoo menyadarkan ku dari pikiranku.


"Ah, tidak ada hanya sedikit lelah saja. Sepertinya sebentar lagi bel, lebih baik kita segera ke kelas"


Akhirnya kami bertiga menuju kembali ke kelas.


Yah, ternyata sekarang jam kosong. Gurunya tidak hadir karena suatu halangan. Dan berakhirlah suasana kelas yang tidak kondusif seperti ini. Ada yang sedang bergosip, ada yang main ponsel, dan kegiatan tidak penting lainnya.


Sekarang aku sudah duduk dengan Jukyoo lagi. Saat tadi aku tanya kenapa dia duduk dengan Seuhan dia hanya menjawab 'tidak ada apa-apa ' sungguh alasan klasik.


"Perhatian semuanya! " teriak ketua kelas yang tidak lain adalah Jino, sikutu buku berparas tampan itu. Dia lumayan tampan, tapi kecintaannya pada buku melebihi ketertarikannya pada perempuan jadilah dia single sampai sekarang.


"Minggu depan akan diadakan event untuk merayakan ulang tahun sekolah. Untuk memperingati hal tersebut, seluruh siswa berhak ikut serta dalam event tersebut. Selain itu juga akan diadakan lomba antar kelas sesuai tingkatannya. " jelas Jino panjang lebar.


Sontak seluruh kelas menjadi ramai memperbincangkan event tersebut.


"Wah, akhirnya event pertama untuk kita. Katanya sekolah ini selalu merayakan anniversary dengan cara yang berbeda dari yang lainnya" ujar Yuna semangat.


"Yah, dari pada itu hal terbaiknya adalah kita tak harus mengikuti pembelajaran selama seminggu penuh" sahut Jukyoo.


Saat kami sibuk mengobrol tiba-tiba seseorang memanggil Jukyoo.


"Jukyoo-ya, Seuhan memintamu kesana. Katanya ada yang ingin dia bicarakan"


Kalian bisa menebak siapa dia?


Jika kalian menebak itu Suho, kalian tepat sekali.


"Ah baiklah. Zia, Yuna aku duluan ya" ucao Jukyoo sembari beranjak dari bangkunya.


"Suho-ya, apa kau tahu apa yang mereka bicarakan? " tanya Yuna.


"Mana kutahu, lagipula itu bukan urusanku" jawab Suho tanpa melihat kearah Yuna.


Ya Tuhan, ada manusia sedingin ini?


"Aish, Suho-ya kau ini sebenarnya lumayan tampan tapi kenapa kau ini seperti kutub? tidak bisakah kau bersikap hangat sedikit? setidaknya pada temanmu"


Bukan, itu bukan aku tapi Yuna.


"Yak! setidaknya dengarkan dia bicara. Dasar orang aneh" ujarku mulai kesal pada sikap acuh tak acuhnya itu.


"Siapa yang kau sebut aneh? gadis aneh? " jawabnya.


"Tentu saja kau kulkas berjalan aneh! "


"Gadis aneh! "


"Kau yang aneh! "


"Kau-" ucapan Suho terpotong oleh teriakan Yuna.


"APA KALIAN SUDAH SELESAI? Kalian ini berdua sama-sama aneh. Jadi jangan saling menghina sesama orang aneh" teriak Yuna.


"Diamlah Yuna-ya! " ucap ku dan Suho bersamaan.


"Kenapa kau ikut-ikutan? " tanyaku kesal padanya.


"Siapa yang ikut-ikutan denganmu, kau yang meniruku" jawabnya tak mau kalah.


"Kau ini laki-laki seharusnya mengalah pada perempuan "


"Ya jika perempuan itu normal, kau kan aneh"


"Aish, sudahlah terserah padamu" ucapku mengalah. Dasar, dia ini cerewetnya hanya saat berdebat. Mulutnya sudah seperti ibu-ibu tukang gosip komplek sebelah yang tidak mau kalah.






Untungnya sekarang sudah jam pulang. Seperti biasa aku menunggu kak Xiyan digerbang, tapi dia tak kunjung datang. Akhirnya ada sebuah mobil berhenti di depanku.


Tunggu, tunggu dulu.


Ini bukan mobil kak Xiyan.


Ya Tuhan, apa aku akan diculik?


Tidak, seseorang tolong aku!


Bersambung....