
“Niel aku punya satu permintaan”Jessie yang tiba tiba masuk ke ruang kerja Daniel membawa kan segelas susu untuk nya, “hmm apa?” Jessie meletak kan segelas susu itu di meja “aku mau pernikahan kita hanya di ketahui keluarga dan teman dekat saja” kata kata itu membuat Daniel segera menghentikan aktifitas nya “aku mohon....aku belum siap jik semua akan tahu soal pernikahan ini”Jessie terus memohon dengan berbagai cara yang akhir nya membuat Daniel pasrah dan menganggukan kepala nya “inti nya aku nikah dengan nya” itu yang di ucap kan Daniel.
****
“Saudara Daniel Alexander Rivandra Bin Halim Putra Rivandra saya nikahkan dan kawinkan engaku dengan anak saya yang bernama Jessica Rosalind dengan maskawin nya berupa uang sebesar 1 miliar di bayar tunai” suara lantang paman Jessica yang menggantikan ayah nya yang sudah meninggal dari microphone terdengar jelas di telinga orang orang yang kini sedang duduk di bangku taman kepemilikan keluarga Rivandra,taman yang luas tersebut menjadi saksi jalan nya pernikahan kedua insan ini.
“Saya terima nikahnya dan kawinnya Jessica Rosalind binti Irwan barakha dengan maskawinnya tersebut tunai” kini suara baritone Daniel terdengar di daun telinga semua hadirin yang datang,papa Halim yang menemani anak nya yang dari tadi merasakan tegang,terus menenang kan diri nya.
“Aduhh kak Jessica udah halal deh”Mia dan Bella yang dari tadi menatap senior nya berada di depan memakai kebaya nikah yang elegan tapi simple nampak cantik bagai bidadari yang turun dari surga,tak terbayang senior mereka kini sudah di miliki oleh orang lain.
“Pengantin wanita nya beruntung yah”
“Cantik gila...sayang dah ada yang punya...kalok belum mah gua sikat itu”
“Mahar nya simple yah gak repot repot amat”
Kata kata dari masing masing tamu yang berbisik bisik,banyak yang iri dan banyak yang kagum banyak yang bertanya kenapa maskawin nya tidak lah semewah orang kaya seperti biasa nya.
Flashback on
“Jess mahar nya ini yah”Daniel menunjukan sebuah cincin berlian yang mahal dan rumah besar nan megah beserta sebuah mobil lamborghini keluaran terbaru yang indah,Jessica menelan saliva nya terkejut “mau serah warisan atau gimana Niel?” Jessica yang terkejut hanya menggarukan kepala nya yang tidak gatal “mau nikah sayang”Daniel meletakkan kembali HP nya dan menghampiri Jessica yang tengah ada di sofa “kamu jadi mau apa mahar nya”Daniel mengusap lembut pipi Jessica “uang aja yah...dari pada gak ada apa apa nanti 100 juta aja kok”Jessica membelalakan mata nya mendengar ucapan Daniel lalu menatap nya “10 juta aja”Jessica mendengus kesal,dia tahu sifat Daniel yang keras kepala akan sangat susah di tangani “1 Miliar” suara berat itu terdengar dari belakang mereka,yah itu papa Halim yang baru saja pulang dari perjalanan bisnis nya untuk pernikahan anak nya “om” Jessica segera berdiri dan membungkuk sopan “panggil papa lah”Jessica yang ragu ragu segera mengulangi kata kata nya “pa..papa”dengan ragu dia memanggil papa Halim dengan sebutan papa.
Daniel menatap papa Halim tersenyum dari mata nya dapat di pastikan jika dia sedang berterima kasih pada papa nya yang muncul tepat waktu,jika tidak mungkin dia sudah kalah bersaing dengan seorang perempuan,dia ingin mengabadikan momen nya yang indah dengan pernikahan yang mewah dan mahal tapi nampak sederhana,lalu Daniel menatap Jessica tersenyum bangga itu arti nya jika Jessica kalah “iya pah...terserah papa aja Jessica ikut aja”Kemudian Jessica kembali duduk dan diam diam mencubit lengan Daniel kuat “kamu kenapa Niel kok gitu sih”Jessica yang sedang menahan tawa,melihat wajah Daniel seolah olah tidak tahu apa apa,Daniel hanya menatap tajam dengan mata elang nya,membuat bulu kuduk Jessica merinding.
Flashback off
****
“Jess”
Kedua nya saling menatap di atas kasur,seusai acara pernikahan kedua nya,Daniel menindih tubuh Jessie dan melumar bibir manis milik Jessie,Daniel memperdalam ******* nya menjelajah setiap isi bibir nya “hmmm” satu desahan lolos dari mulut Jessie,dia ikut membalas ******* Daniel membuat permainan itu menjadi lebih ganas.
Daniel membuka resleting kebaya milik Jessie perlahan hingga kini nampak hanya mengguna kan dalaman saja,Daniel dengan alih dan cepat melepas kan seluruh pakaian nya sehingga dia kini sudah full *****,dada bidang yang kekar nampak bebas di pandang mata sungguh tubuh yang sempurna tanpa celah sedikit pun,kini Jessie juga entah kapan sudah lepas dari balutan kain nya,dia menutup dua bukit kembar nya dengan tangan nya dan satu tangan nya menutup milik nya,Daniel menyingkir kan kedua tangan Jessie dan segera menyambar kedua buah kembar tersebut “ahhh hmmm Niel....ahhh” Jessie yang tadi nya malu kini sudah mulai terangsang dan mengikuti permainan Daniel yang ganas.
Saat akan memulai ke bagian inti permainan,pintu kamar di ketuk “Niel...sibuk gak? Kalok gak ikut papa bentar ke ruang kerja” Daniel yang tadi nya sudah menengang hanya pasrah karena panggilan papa nya,mungkin ini bukan lah malam pertama yang baik untuk Daniel,Jessie hanya terkekeh dan memutus kan untuk melihat Jenni yang dari tadi di tinggal nya seharian selama acara berlangsung,nampak bayi mungil nan manis itu sedang tertidur lelap di kasur nya.
Kulit putih lembut itu terasa saat Jessie mengelus pipi nya,Jessie mengecup pucuk kepala Jennie lalu pergi ke kamar.
Karena tidak ingin mengganggu Daniel,Jessie memutus kan untuk baring di kasur menunggu Daniel tiba,namun lama Jessie menunggu tanda tanda Daniel belum terlihat jadi tak butuh waktu lama Jessie sudah terlelap di balik selimut tebal nya. Selang beberapa menit Daniel kembali menuju kamar nya,dia pikir akan melanjut kan permainan tadi namun melihat istri nya kini sudah tertidur lelap dia urung niat nya dan ikut tertidur di samping Jessie yang membelakangi nya.
****
“Jessica....Jessica jangan ikuti dia Jessica jangan pergi lah dari dia mama tidak merestuimu”
“Tapi aku terlanjut membuka hati ku mah”
“Maka kau akan mendapat kan balasan nya Jess”
Api berkobar kobar di sana setelah Jessica mengata kan kalimat tersebut,mama nya meninggal kan nya di dalam lingkaran api kemarahan “argggghhh panass”.
“Jess...sayang bangun sayang”Daniel yang melihat wajah Jessica yang sudah bercucuran keringat dan menetes kan air mata yang terlihat sangat pucat sungguh panik,Jessica langsung terduduk mengatur nafas nya yang tidak teratur dan memeluk Daniel,dapat di rasakan oleh Daniel sekujur tubuh nya bergetar dan degup jantung nya tidak teratur “Kenapa sayang? Kenapa kau seperti ini?” Daniel menatap wajah Jessie yang sangat pucat dan ketakutan “aku tidak ingat tapi itu membuat ku takut”Jessie sebenar nya tahu jika dia sangat mengingat dengan jelas kejadian itu api yang melingkari nya terasa begitu nyata namun dia tidak mau menambah beban pada Daniel sehingga dia berbohong.
“Nanti temani aku ke makam papa sama mama yah”Daniel menatap wajah Jessie lekat lalu menganggukan permintaan Jessie untuk pergi ke makam,satu hal tersebut terlintas di pikiran Jessie mungkin karena dia juga sudah lama tidak bersilahturahmi ke makam mama dan papa nya dia malam bersenang senang sampai sampai lupa akan nasehat mama nya yah almarhum mama nya pernah berkata pada nya “jangan pernah mama melihat kamu dekat lagi dengan keluarga Rivandra itu” kata kata itu menusuk di hati Jessie yang kala itu masih remaja,maka ia akan pergi ke makam mendoakan mama dan papa nya agar tenang di sana.