
“Aku bawa dia ke rumah ku saja hehhe otak mu ini jalan yah”Daniel teringat akan ide aneh nya itu,entah apa jadi nya nanti jika Jessica terbangun dan mendapat kan diri nya tidak ada di rumah nya,Mungkin Jessica akan mengomel habis habisan pada Daniel atau pada diri nya sendiri.
****
Jessica terbangun pada siang hari mungkin tidur nya sangat nyenyak karena kurang tidur,Jessica merentang kan tangan nya melurus kan tulang tulang nya yang lesu sehabis bangun tidur,mendapati diri nya bukan berada di kamar nya,Jessica panik “astaga aku di mana” Jessica yang panik mencoba untuk mengingat yang telah terjadi 2 jam yang lalu “ini pasti kerjaan Daniel” Jessica segera bangkit dan keluar kamar dan benar saja rumah yang di tempati nya merupakan salah satu memori yang bersejarah 10 tahun yang lalu untuk nya.
“Dia membawa ku ke sini untuk apa? Aku benci tempat ini!” Jessica berjalam menuruni anak tangga dan suasana di rumah itu masij mirip seperti 10 tahun lalu mungkin hanya design nya saja yang di ubah lebih modern mengikuti perkembangan zaman.
Jessica teringat akan tempat di mana biasa Daniel akan mendiam kan diri di rumah ini,Jessica pergi ke taman belakang dan benar saja nampak pria paru bayah tengah duduk di bangku taman yang tak lain adalah Daniel sendiri,dari belakang Daniel merasa kan kehadiran seseorang maka dia berdiri dan berbalik melihat Jessica yang tengah berdiri di ambang pintu taman.
“Aku mau pulang” Jessica langsung membenar kan posisi berdiri nya langsung to the point,namun Daniel malah tidak mengizin kan nya “tolong Jess menginap lah di sini semalam saja”Daniel terus memohon kepada Jessie,memang sulit untuk meluluh kan hati Jessica yang keras bagai kan batu,namun dengan berbagai cara Jessica pun pasrah akan keadaan,dia memilij untuk menginap semalam.
Terlihat dari belakang pintu,bayi kecil cantik dan imut yang sudah menginjak umur 1 tahun itu sedang merangkak,namun bukan nya menghampiri Daniel dia malah menghampiri Jessica,Jessica merasa kaki nya di sentuh segera melirik ke bawah dan membawa anak itu ke dalam dekapan nya,ada rasa nyaman yang di alami bayi itu saat di berikan sentuham sentuhan hangat oleh Jessica,dia tertawa setiap kali Jessica mencoba menyentuh hidung nya.
“Come girl play with daddy” Daniel mencoba mengambil alih menggendong bayi itu dari Jessica namun membuat bayi tersebut menangis dengam kencang,jadi mau tidak mau Jessica mengambil kembali bayi tersebut dari Daniel,bayi itu menghentikan tangisan nya dan memberika senyum lalu tertawa (seperti bayi pada umum nya) kepada Jessica.
“Yah aku rasa dia nyaman dengan mu kau bisa menjaga nya” Daniel mengusap rambut anak perempuan nya tersebut lalu menatap Jessie “nama nya Jennifer Elvina Rivandra kamu bisa memanggil nya Jenni”Daniel membuat nama Jennifer agar dia selalu mengingat nama Jessica setiap saat dia bersama dengan anak nya.
“Jennifer?” Saat Jessica menyebut nama itu,Jennifer tertawa dan ingin menyentuh wajah Jessica,rambut nya di main kan oleh Jennifer sehingga membuat Jessica geli saat rambut nya menusuk leher nya,Jessica membawa Jennifer ke dalam agar tidak ber lama lama terkena sinar matahari yang menyengat kulit bayi yang mulus dan putih tersebut.
****
Di kamar Jenni,Jessica tengah memakai kan nya baju yang indah,mengoles kan krim pada wajah nya dan minyak pada perut dan punggung nya agar tidak masuk angin,Daniel berjalan masuk dan duduk di tepian ranjang melihati Jenni yang kini tengah berbaring meminum susu yang di berikan oleh Jessie,aura yang di pancarkan Jessie terasa hangat dia benar benar memberi kasih sayang pada Jenni seperti ibu dan anak kandung,namun itu bukan karena merebut kembali hati Jessie merupakan hal yang tidak mudah untuk Daniel meluluh kan nya,Daniel tentu mempunyai beribu cara agar Jessie luluh dan mau menerima nya.
“Apa...kenapa kau menatap ku seperti itu?” Jessie membuyar kan lamuan Daniel saat di sadar bahwa diri nya terus di tatapi oleh Daniel “tidak aku hanya tidak menyangka bahwa Jenni mau dengan mu,dia tipikal pemilih orang namun tidak dengan mu”Daniel mengusap dan mencium kening Jenni yang sudah tertidur lelap di pangkuan Jessie.
“Aku mau minta maaf...10 tahun lalu aku memang pergi untuk kuliah namun siapa tahu 7 tahun kemudia aku di nikah kan secara paksa oleh ayah ku...pernikahan kami tanpa ada nya cinta nama gadis itu Leona dia berasal dari keluarga terpandang namun nasib nya malang,dia sendiri terpaksa untul menerima pernikahan paksa itu...saat itu yang ku tahu hanya untuk membuat nya melahir kan anak untuk keluarga ku...setelah kehamilan nya 9 bulan kemudia Leona melahir kan seorang bayi perempuan dan dia meninggal saat itu juga...menginjak umur 1 tahun nya aku memilih pulang ke Indonesia melanjut kan usaha papa ku...siapa sangka aku menemukan mu...tapi selama pernikahan aku terus memikir kan mu Jess...beribu kali aku terus menghubungi mu...namun nomor mu sudah tidak aktif”tanpa sadar Jessie dan Daniel telah menetes kan air mata mereka bersamaan,tapi hati nya belum bisa mencoba untuk terbuka dan berbagi cinta nya pada Daniel.
“Aku....aku...tidak tahu maaf...kan aku juga yang sudah egois...tapi aku belum bisa menerima mu sepenuhnhati maaf...”Jessie meminta maaf pada Daniel karena belum bisa menerima Daniel “aku tahu itu...aku yakin kau butuh waktu sementara”Padahal dari dalam hati nya Daniel merasa sakit dan tidak terima namun dia tidak bisa memaksa orang begitu saja.
“Kau tahu aku memilih nama Jennifer kenapa?” Jessica menggeleng kan kepala nya tanda tidak tahu lalu mengusap air mata nya “aku memilih nama itu agar aku bisa selalu mengingat nama mu,nama nya ku buat mirip seperti mu agar aku selalu merasakan ada nya diri mu saat aku berada dengan Jenni”Jessie hanya menganggukan kepala nya tanda bahwa dia paham.
Malam itu,mungkin menjadi malam yang berat untuk Jessie untuk tidur,banyak kenangan yang sudah di kubur nya kini tumbuh kembali mengisi kepala nya...semoga saja Jessie bisa dan mau menerima Daniel.
****
Apa Jessie mau menerima Daniel apa ada nya? Tunggu kelanjutan aku lagi yah ini adalah novel kedua author sesudah “Kamu Milikku Selamanya” bisa di lihat di profil yah jangan lupa mampir ke sana🥰.