Oh My CEO’S

Oh My CEO’S
-Permintaan Daniel


“Apa Jessica mau jika dia menjadi sosok ibu kandung untuk Jennifer”Kata kata Daniel mencuat dari mulut nya sendiri,tapi dia mengurung kan niat nya untuk bertanya “mungkin nanti saja”dia pergi ke ruang kerja nya dan melanjut kan pekerjaan nya yang tingga sedikit,sementara isi kepala nya hanya berharap Jessica mau menerima nya.


****


Malam itu cahaya rembulan menerpa masuk dari sela sela jendela kamar Jennifer,terlihat Jessica sedang menyenandung kan lagu tidur,yah dia sedang membuat Jennifer tidur sambil menepuk tubuh nya pelan. Tanpa Jessica ketahui,Daniel dari luar tengah memperhatikan diri nya “Jess,kau benar benar seperti sosok ibu kandung” lalu Daniel berlalu kembali ke ruang kerja nya.


“Mimpi indah sayang,semoga cepat sembuh”lalu Jessie mengecup pipi Jenni yang sudah tertidur pulas.


Daniel kini tengah sibuk mengutak ngatik laptop di depan nya,pintu terbuka Jessica masuk membawa kan segelas susu kepada Daniel,itu membuka salah satu memori yang retak di hati nya,dulu dia selalu membawa kan Daniel segelas susu jika sedang mengerja kan tugas sekolah.


Jessica menutup pintu ruangan lalu berjalan menghampiri Daniel “minum dulu susu nya Niel”Jessica meletak kan gelas susu yang berada di genggaman nya di meja Daniel “apa Jenni sudah tidur”Daniel menutup laptop nya lalu meneguk setengah dari gelas susu tersebut “jika dia belum tidur aku tidak seharus nya berada di sini Niel,sejak kapan kau menjadi bodoh”Daniel tersedak mendengar kata kata Jessica yang pedas “ashh aku jatuh satu langkah bodoh nya aku”Jessica hanya tertawa saat melihat Daniel tersedak sedak.


“Selamat malam Jes”


“Selamat malam Niel”


Kedua nya saling berlalu memasuki kamar mereka masing masing,kamar mereka saling berhadapan “aku gagal menanya kan hal itu”Daniel mengusap rambut nya gusar.


Jessica nampak tak bisa tidur,jantung nya berdegup sangat cepat dari tadi,mata nya sama sekali belum bisa tertutup,lalu bagaimana dengan Daniel? SAMA,kini dia juga tak dapat memejam kan mata nya,jantung nya berdegup begitu deras, apa Tuhan membuka jalan untuk kedua nya?


Jessica kini tengah duduk di bangku taman melihati bulan dan bintang bintang yang bertaburan di langit malam “kenapa dengan diri ku,sulit sekali untuk memejam kan mata” Daniel sudah ada di belakang nya melangkah ke arah Jessie “apa kau sulit untuk tidur?” Daniel kini duduk di samping nya “ya seperti nya”lalu menatap Daniel,mata kedua nya kini saling bertatap satu sama lain.


Kini Jennie sudah kembali menjelajahi mimpi nya,kedua nya keluar lalu Jessie lagi lagi menabrak bidang dada Daniel “ma...maaf”Jessie segera menutup muka nya malu dan segera masuk ke kamar “apa yang telah terjadi”lalu dia menghempas kan tubuh nya di atas kasur,memori nya yang tadi nya masih tersegel mungkin akan terbebas menjelajah isi pikiran dan hati nya.


****


Pagi ini Jessie bangun sedikit telat dia melihat ke arah jam dinding yang tertempel di kamar “jam delapan?”Jessie segera berlari dari kasur dan segera membersih kan seluruh tubuh nya,setelah berpakaian dan baru akan keluar “tunggu...bos nya kan masih di rumah yah...ngapain aku pergi...”lalu Jessie yang tadi nya bersemangat terburu buru untuk kerja,segera kembali dengan malas duduk di tepian ranjang,lalu teringat akan Jenni,dia segera keluar kamar dan menuruni anak tangga satu persatu,hingga sampai dia berada di ruang makan,nampak Daniel tengah menyuapi Jenni yang kelaparan.


“Anak papa pintar yah...udah makin besar aja”Daniel mengelap sisi mulut Jenni yang belepotan karena makanan yang ada di mulut nya “aku kesiangan nih”Jessie segera duduk di sebelah Jenni,dan segera mengambil alih untuk menyuapi Jenni “aku aja sini...kamu makan dulu”lalu Daniel hanya mengangguk dan segera menyerah kan semangkuk bubur kepada Jessie “pelan pelan makan nya sayang”Jessie tertawa melihat tingkah laku Jennie yang memain kan makanan yang belepotan di tangan dan mulut nya.


Setelah makan Jenni yang masih bayi tentu akan selalu terlelap,seperti bayi pada umum nya,Jessie masih setia menemani nya di kamar hingga akhir nya tertidur pulas,seperti biasa Jessie akan pergi ke ruang kerja Daniel memeriksa apa dia ada di sana,dan benae saja jika Daniel berada di sana “Jess gak kabur lagi kayak kemarin?”Daniel masih setia mengutak ngatik laptop nya sambil bertanya pada Jessie “boss nya aja di rumah ngapain aku pergi yah aku di sini lah bantu”Jessie segera duduk di kursi depan meja Daniel lalu Daniel menutup laptop nya “apa maksud nya”Daniel mengangkat alis nya kebingungan “kayak nya CEO yang sekarang gak butuh sekretaris lagi yah aku pergi dulu deh”tangan Jessie segera di tarik oleh Daniel saat hendak pergi “jadi kamu sekretaris nya pantes susah amat di hubungin”Daniel segera menyuruh Jessie kembali duduk di tempat awal.


Dengan beberapa bantuan dari ART yang menjaga Jenni,Jessie bisa lebih cepat membantu Daniel mengerjakan berkas berkas penting perusahaan “duh lega nya”Daniel menarik tangan nya ke atas meregangkan urat tubuh nya “Jess kamu mau gak jadi mama nya Jenni?”Kata kata itu membuat Jessie sontak terkejut “kenapa harus aku?”Daniel menatap bola mata hitam Jessie yang bersinar “karena kamu...sangat telaten menjaga nya seperti seorang ibu,aku ingin dia memiliki seseorang yang bisa terus mendampingi nya Jess,dan aku...ingin kau menjadi istri ku...aku serius Jess”Jessica terduduk lemas pikiran nya masih kemana mana kini dia bingung untuk menjawab apa sedang kan di sisi lain pikiran nya bermekar mekar bagaikan bunga yang sudah tumbuh.


“Bisa kah aku menyetujui nya”sontak kata kata itu membuat Daniel yang terkejut,Jessie hanya menatap nya sendu mungkin keputusan nya bulat,“jika jodoh maka aku akan membuka hati ku jika bukan aku akan membuka hati ku lalu pergi” kini dalam benak nya hanya itu.


Apa Jessica benar benar akan menerima dan membuka hati nya untuk Daniel,serta menjadi ibu sambung bagi Jenni? Apa kah Daniel akan benar benar menerima diri nya yang sekarang ini?


****