
5 pagi,Jessica tengah terbangun dari tidur nyenyak nya,hari ini dia harus pergi ke kantor meski Daniel tidak mengizinkan nya “maka aku akan pergi diam diam” kata kata itu yang Jessie ucap kan pada diri nya tanpa sepengetahuan Daniel,Jessie bersiap siap untuk pergi tidak lupa membersih kan seluruh tubuh nya yang kotor,Daniel menyiap kan setelan untuk Jessie memakai nya.
Setelah selesai sarapan Jessie memasak sup untuk Jennifer dan Daniel.
Kini gedung besar dan megah itu telah berada di hadapan mata Jessica,gadung yang bertuliskan RIVANDRA ACORP,Jessica melangkah kan kaki nya masuk “kak....udah baikan kah? Kakak gak apa apa kan”Mia yang tiba tiba datang langsung menanyakan hal hal berulang ulang membuat Jessica tertawa “aduh...ratu nya bawel nih mulai lagi”Jessica pergi berjalan menuju meja nya,nampak beberapa tumpukan berkas di meja nya,tugas nya sebagai skretaris mungkin sedikit berat,mengganti kan sang CEO jika tidak masuk ke kantor.
Entah apa yang akan di ucap kan oleh Daniel jika dia tahu Jessica juga merupakan sekretaris nya,Jessica sendiri lupa akan hal tersebut karena dia masih mengingat sosok pak Halim CEO nya.
Telepon pada hand phone Jessica berdering tepat pada pukul 9,dia yang sedang mengetik di laptop nya menghentika aktifitas nya dan mengangkat telepon tersebut tertera di sana nomor yang tak di kenal “halo,dengan Jessica Rosalind di sini”Jessica tentu harus bersikap sopan karena merupakan nomor yang tak di kenal,namun siapa sangka jika nomor itu adalah nomor Daniel “di mana kamu? Pergi ke mana?”Jessica yang mengenal suara omelan itu segera bangkit dari meja nya,mengatur degupan jantung nya “aku sedang kerja,dan aku juga sudah memasak,sup nya ada di panci”Jessica berbicara layak nya seperti seorang ibu yang sibuk bekerja pada Daniel.
“Kerja kerja,kan aku udah bilang di rumah aja.....”kata kata nya terputus saat suara tangisan kencang menggelegar di telepon tersebut,Jessica menjauh kan sebentar telepon tersebut karena daun telinga nya terasa ngilu saat mendengar suara tersebut “ada apa dengan nya kenapa nangis seperti itu”Jessie mulai kembali duduk untuk mendengar penjelasan Daniel “dia terbangun dan mencari mu tapi tidak menemukan mu jadi nangis seper.....” lagi lagi kata kata Daniel terputus saat seorang pengasuh berbicara pada nya “maaf tuan seperti nya nona muda demam,tubuh nya panas sekali...apa anda mau membawa nya ke dokter?” Lagi lagi suara di telepon tersebut membuat Jessica tambah panik begitu juga Daniel yang ada di seberang sana “halo...ada di mana?” Kata kata terakhir itu terucap dari bibir Jessica namun sayang nya telepon sudah di matikan.
Telepon di tutup dan Jessica membawa tas serta hand phone nya dia berlari meninggal kan gedung “kak mau ke...”Mia yang melihat Jessica berlari terburu buru segera menghampiri Jessica “aku pergi dulu dah”Jessie kembali berlari memanggil taxi,hand phone nya berbunyi lagi “halo...Jenni ada di RS ROYAL TARUMA” Daniel yang seperti nya mengerti akan isi pikiran Jessica segera menghubungi nya untuk memberitahu keadaan Jennie sekarang.
RS ROYAL TARUMA,rumah sakit international dari salah satu yang terbesar di jakarta rumah sakit yang tak kalah besar dengan Rivandra Acorp mempunyai bangunan kaca yang megah dan kokoh,Jessica tengah berdiri di depan pintu rumah sakit tersebut “hufttt...baik lah ini dia” Jessica segera melangkah kan kaki nya masuk ke dalam sana,menuju bagian administrasi “maaf bu,kamar atas nama Jennifer Elvina Rivandra ada di mana yah?”petugas administrasi segera mengecek nama nama yang ada di komputer nya tersebut lalu bangkit lagi “silahkan bu,kamar nya ada di lantai 3 nomor 302 kamar VVIP”tidak perlu waktu lama untuk mencari nama Jennifer,Jessica berterima kasih pada petugas administrasi berlari menaiki lift dan segera menuju lantai 3,tak butuh waktu lama Jessica sampai di kamar 302 kamar Jennifer,pintu terbuka lebar oleh Jessica sedikit di banting,nafas nya tak karuan.
Pintu di ketok,dan dokter masuk ke dalam “permisi,maaf mengganggu,bayi atas nama Jennifer sudah di perboleh kan pulang besok,jangan lupa untuk mengambil obat dan vitamin nya,pola makan nya harus sehat untuk 1 minggu sampai dia benar benar aktif lagi,untuk itu.....orang tua harus mengawasi dia 24 jam full”Dokter pun meninggal kam mereka berdua,bukan Daniel yang terkejut malah Jessica yang terkejut,dia benar benar bersalah sekarang,Jessica menatap Daniel,seolah Jessica bertanya bagaimana ini “Niel....”kini Jessica mulai risih dengan keadaan “kau boleh menjaga nya....itu jika kau mau”Daniel memberikan tawaran untuk Jessica,itu membuat nya berpikir keliling “jika aku menjaga nya aku akan di sana bersama Niel tapi....jika aku tidak menjaga nya maka aku akan merasa bersalah bagaimana ini” pikiran Jessica mulai tak karuan sehingga dia menjawab perkataan Daniel dengan lantang “aku yang merawat nya Niel...aku yang bertanggung jawab”Sontak membuat Daniel sedikit terkejut atas teriakan Jessica “apa kau yakin”Daniel masih tidak yakin dengan pilihan Jessica,pasal nya dia harus tinggal di rumah nya sampai Jenni sembuh total,sedang kan menginap semalam saja dia tidak mau apa lagi jika menginap beberapa hari.
“Aku yakin....aku tidak salah pilihan”bola mata Jessie dan Daniel saling menatap lurus,nampak dari mata Jessie keseriusan terlihat dalam mata nya,sehingga Daniel menganggukan kepala nya tanda setuju.Jennifer menangis memecah kan kesunyian di dalam sana,Jessica yang tengah duduk langsung bangkit dan segera menghampiri box bayi tersebut “it’s ok im here”Jessica menepuk pelan tubuh Jennifer yang tengah nangis,menyenandung kan lagu untuk nya tangisan nya perlahan lahan Reda dan menjadi sebuah dengkuran kecil yang sekilas terdengar di daun telinga Jessica.
****
Hari ini,Jennifer di nyata kan sudah benar benar boleh pulang,selama Jessica terus mendampingi Jenni,tidak terdengar sedikit pun tangisan dari mulut Jenni,hanya suara gelak tawa kecil nan imut dari mulut kecil nya,mereka keluar dari rumah sakit membuat perhatian pada orang banyak ,mereka berpikir Jessica dan Daniel adalah sepasang suami istri yang sangat bahagia.
Kini mereka sampai di kediaman,Jessica merasa ragu untuk tinggal di sini beberapa hari,namun keputusan nya sudah matang,dia melangkah kan kaki nya masuk ke dalam membawa Jennifer ke kamar nya,Daniel membawa arah mata nya melihati langkah Jessica yang sudah tak terlihat lagi ke dalam kamar.
“Apa Jessica mau jika dia menjadi sosok ibu kandung untuk Jennifer”Kata kata Daniel mencuat dari mulut nya sendiri,tapi dia mengurung kan niat nya untuk bertanya “mungkin nanti saja”dia pergi ke ruang kerja nya dan melanjut kan pekerjaan nya yang tingga sedikit,sementara isi kepala nya hanya berharap Jessica mau menerima nya.
****