
“Iya aku ingat itu kan gara gara kamu” Jessica mendengus kesal lalu berbalik dan memeluk tubuh kekar milik Daniel “aku ingin setiap hari nya kini bahagia seperti ini Niel aku harap...tidak ada masalah apa pun yang menimpa kita” Daniel membalas pelukan nya “aku juga,semoga kita bisa saja berbahagia seterus nya sampai rambut kita memutih bersama nanti nya jangan tinggal kan aku Jess” Janji dari kedua nya di dengar oleh bulan,bintang,dan hamparan laut yang menjadi saksi bisu mereka.
Semoga saja iya semoga mereka berbahagia seterus nya namun siapa tahu jika masalah akan menimpa mereka.
****
Jam sekarang menunjukan pukul 10 pagi, Jessie kini sedang menunggu sang suami nya yang tengah check in,check in? Untuk apa? Iya mereka check in karena hari ini Jessica dan Daniel akan pulang ke Indonesia,sudah hampir seminggu mereka meninggal kan Jennifer di sana bersama kakek nya,Jessica takut sangat merepot kan papa mertua nya itu,banyak sekali orang yang sesekali melirik ke arah Jessica,kenapa apa ada yang aneh dengan nya? Tentu saja ada,Jessica membawa sangat banyak oleh oleh di tangan nya dan lagi kantong oleh oleh itu berupa tas transparan,di mana mengundang perhatian orang orang yang lewat di sana memperhatikan nya.
“Sudah,ayo pesawat nya sudah menunggu tuan putri untuk naik”Daniel mengejut kan Jessica yang tadi nya sedang berdiri melamun,dia mengambil tas oleh oleh itu dan menggenggam tangan Jessica,sesekali dia melirik Jessica dan tersenyum ke arah nya “andai hidup ku bisa seperti ini selama nya” Daniel menatap Jessica yang sedari tadi sibuk dengan minuman starbucks nya asam,mungkin itu yang bisa di ekspresikan oleh Jessica dari wajah nya.
Di pesawat,Daniel sesekali menggoda Jessica dia menyentuh bagian bagian tubuh Jessica memberi kan setiap rangsangan pada nya,siapa yang ingin melihat? Tidak ada,pesawat itu tentu nya merupa kan exclusive class,di mana itu sangat mahal dan sangat sepi tentu membuat Daniel ingin dengan cepat menerkam Jessica sebelum nanti ada nya seorang bayi kecil pengganggu “eughh Niel,jangan” Daniel makin tambah buas bermain dengan Jessica setiap dia mengeluar kan setiap desahan nya,Jessica tahu bagaimana seorang Daniel jika sudah melakukan hal seperti ini LIAR DAN BUAS dia di penuhi hasrat seperti nya,Jessica juga tahu Daniel bukan orang yang hanya akan melakukan satu ronde dalam permainan ini,dia akan melakukan nya sampai diri jya puas,lalu bagaimana dengan Jessica? Tentu dia hanya bisa pasrah dan nanti nya sudah tertidur.
****
“anak mama lagi apa?” Jennifer yang sedang bermain menghentikan aski nya begitu mendengar suara lembut dan tenang itu memanggil nya,suara yang sudah beberapa hari di rindu kan nya,Jennifer berjalan perlahan lahan menuju Jessica yang ada di ambang pintu,dia sudah mulai berjalan sekarang nampak lucu jika di lihat,hampir terjatuh namun lebih dulu di tangkap oleh Jessica “ma..ma” kata kata itu terucap sendiri nya saat Jessica menggendong nya “wahh,Niel lihat dia memanggil ku”Jessica girang dia menggelitik pelan perut yang sedikit buncit itu dan mmebuat Jenni tertawa “hei kau bayi kecil,kenapa kau belum bisa memanggil ku hah,cepat panggil aku papa PA...PA”Daniel pasti kesal sekarang bagaimana tidak, 11 bulan Jennifer bersama dengan nya tapi tidak memanggil nya,sedangkan Jessica dia baru berapa hari bersama nya saja sudah di panggil mama “ini anak mu bagaimana bisa kamu seperti itu Niel?” Jessica membelai pipi suami nya membuat anak kecil itu cemberut.
“Sebentar lagi dia ulang tahun Jess,menurut mu mau di apakan?” Jessica bingung dengan perkataan Daniel Mau di apakan? Yang benar saja laki laki satu ini “mau di apakan? Tentu saja di rayakan papa macam apa kau ini” Jessica pergi meninggal kan Daniel,dari tempat nya berdiri Daniel bisa melihat bayi itu tengah meledek nya dengan menjulur kan lidah nya ke bawah “yang benar saja?” Kini Daniel benar benar kesal dengan tingkah laku anak perempuan nya yang sudah tidak peduli lagi dengan papa nya ini.
****
“Kamu mau kemana pagi pagi sudah rapi?” Daniel mengejut kan Jessica yang sedang ada di dapur tengah memasak “kerja,kenapa memang nya? Pak bos sendiri kenapa masih memakai pakaian tidur begitu”Daniel menepuk jidat nya dia lupa jika harus bekerja,banyak pekerjaan nya dia berniat untuk menghubungi sekretaris nya “mana kenapa gak ada sih” Daniel kesal saat tidak menemukan kontak di HP nya yang bertulis kan sekretaris “ehmm,sekretaris nya itu di sini Niel,tenang saja pekerjaan nya sudah beres tinggal di tanda tangan saja”Jessica tersenyum sambil menata makanan di meja “bagaimana aku bisa lupa dengan sekretaris ku sendiri,dia kan istri ku sendiri pantas aku tidak menemukan email masuk dari sekretaris di kantor,kan dia ada bersama ku bodoh kau Daniel!”.
“Makan dulu Niel? Atau mau mandi dulu? Baju nya udah siap kok”timbul niat untuk menggoda Jessica lagi di otak Daniel “aku ingin makan”Daniel berjalan ke arah Jessica “duduk dulu aku ambil kan”Mungkin Jessica masih belum sadar maksud dari wajah Daniel saat itu “kenapa harus duduk,aku ingin memakan mu”Hembusan nafas itu terdengar di telinga Jessica di mana membuat nya berbalik dan tidak sengaja mengetok kepala Daniel dengan centongan yang di pegang nya “auhh,kok aku di pukul Jess?” Jessica meletak kan kembali centongan yang tadi di pegang nya dan mengusap kepala Daniel yang tadi di pukul nya “maaf aku lupa ada centongan tadi hehehe”Jessica terkekeh sambil mengusap rambut Daniel.
****
“Ahh makasih kakak oleh oleh nya” Mia dan Bella memeluk Jessica bersamaan “gimana kak malam pertama nya” tanpa sadar Mia asal ceplos saja,membuat Jessica membulat kan mata nya wajah nya memerah mengingat kejadian beberapa hari lalu “maka nya cepat nikah Mia”Bella tertawa melihat Jessica yang memerah wajah nya “hushh udah diam,gak baik di dengar semua orang nanti aku mau ke ruangan ku dulu dadah” Jessica berlalu dengan cepat menahan malu meninggal kan kedua rekan kerja nya yang tertawa dari tadi.
“Niel,ini di tanda tangan dulu” Jessica kini sedang berada di ruangan Daniel meminta diri nya menandatangani berkas berkas itu “cium dulu” lagi lagi Daniel menggoda nya,emang dia itu selalu mencari kesempatan dalam kesempitan “ci...cium?” Wajah Jessica kembali memerah sepeti tomat “iya,kalok gak mau aku gak mau tanda tangan”Daniel membuang muka nya padahal itu hanya akal akalan nya saja supaya Jessica mau mencium nya “huhh baik lah Jessica hanya ciuman lagi pula dia itu suami mu jadi tidak apa apa” Jessica dengan ragu mendekat ke arah Daniel lalu mencium nya,tapi Daniel malah mendorong tengkuk leher Jessica agar dia dapat memeprdalam ciuman nya.
****
Jessica kini sedang berada di ruang apotek,selain menjadi sekretaris CEO,Jessica juga di percaya sebagai kepala dokter di perusahaan itu,biasa nya setiap sore dia akan ke sana mengecek obat obatan yang sudah mau habis atau pun tidak ada lagi,tiba tiba lampu padam itu membuat nya sedikit ngeri “siapa itu” suara keras nya menggema di situ pasal nya hanya ada diri nya di sana,lelaki itu berjalan dengan santai hingga saat dekat dengan Jessica “pak Rosid?” Iya dia pak Rosid,dia adalah seorang manager di perusahaan Daniel,dari awal buka nya perusahaan ini sampai sekarang pak Rosid lah yang berada di sini paling lama sekira nya hampir 8 tahun usia perusahaan itu,dan arti nya 8 tahun juga Pak Rosid sudah bekerja di sana.
Jessica selalu takut jika berada di dekat nya,pasal nya dia selalu berbuat mesum “ahhh,nak Jessica sendiri saja yah” Pak Rosid mulai menyentu Jessica mulai dari paha nya dan lengan nya “Ahhh tolong!” Dia tahu pasti akan percuma berteriak karena semua karyawan sudah pulang “percuma sayang,mari kita bermain dulu”Jessica mengeluar kan air mata nya dia memundur kan langkah nya namun sayang dia sudah terpojok di tembok “saya mohon jangan pak” tangisan nya kini menggema di ruangn itu.
Pak Rosid sudah mulai menjamah tubuh Jessica,dengan tenaga nya dia merobek pakaian Jessica,spontan Jessica menutup tubuh nya yang masih tertutup bra hitam nya “ahhh,sungguh beruntung aku kali ini” pak Rosid menyeringai,dia tidak peduli dengan tangisan yang dari tadi di keluar kan Jessica “Niel tolong aku” hanya itu yang bisa di ucap kan oleh Jessica dalam hati nya berharap Daniel segera datang BRAKK!!!, dan benar saja laki laki yang tadi nya di maksud oleh Jessica datang,dia lega dan terduduk di lantai “Jess,tidak apa apa” Daniel membuka jas nya dan menutupi tubuh Jessica dengan jas itu “Rosid...berani sekali kamu” BUAGHH pukulan yang keras itu mendarat di wajah pak Rosid “pa...pak ma..maafkan saya ampuni saya” Pak Rosid langsung berlutut dan memegangi kaki Daniel “maaf? Anda seharus nya sudah saya masukan ke dalam penjara karena melakukan Pelecehan di kantor saya”.
“Ampuni saya pak...saya masih ada istri dan anak anak saya di rumah jangan masukan saya ke penjara”Daniel menatap jijik Pak Rosid,lalu menatap Jessica,Jessica menggelengkan kepala nya arti nya Daniel tidak boleh melakukan hal itu “baik kali ini saya ampuni kalau sampai hal ini terjadi lagi bersiap saja kau Rosid”Daniel pergi menggendong Jessica ke dalam mobil “BRENGSEK!” Pak Rosid marah,lalu dia menyeringai “akan ku buat perusahaan ini menerima akibat nya”.
“Kenapa bisa begini?” Seperti nya Daniel kali ini benar benar marah terhadap nya “ma...maaf Niel aku tidak tahu akan seperti ini aku hanya mengecek obat obatan tadi”Jessica menunduk untuk menatap Daniel kembali saja dia tidak berani “aku sudah memutus kan jika kamu tidak akan di izin kan bekerja lagi” dengan suara tegas nya Daniel mengatakan hal tersebut “baik lah” Jessica tidak berani memberontak dia takut untuk melawan Daniel,lalu bagaimana dengan Jessica yang dulu terkenal galak di sekolah? Tidak dia memang galak tapi dia tidak akan berani jika berurusan dengan Daniel yang marah.
Kali ini Jessica benar benar takut,dia harus ada di rumah tapi setidak nya dia bisa menjaga Jenni kali ini dengan leluasa tanpa harus di tinggal lagi “ya tidak apa Jess,ini juga kesalahan mu” dia benar benar pasrah kali ini,dia hanya berharap agar tidak ada lagi kejadian seperti ini bukan hanya takut di leceh kan namun diri nya juga takut dengan amarah Daniel.
****
Terkadang apa yang kita harap kan itu berbeda dengan kenyataan.
Mencintai seseorang,tetapi tidak di cintai,bukan berati kamu telah menjadi sosok yang paling tidak di inginkan. Sesedih apapun jangan pernah melupakan setiap kebahagiaan yang pernah datang menayapa.
Di usia remaja ini terkadang kamu berpikir,mengapa aku tak sebahagia dia? Mengapa aku tidak punya apa apa sedang kan dia mempunyai segala nya? Bagaiman dia bisa di cintai begitu besar oleh orang yang di cintai nya sedang kan aku tidak?
Lupakan semua itu,kamu masih mempunyai intuisi yang bisa membuatmu keluar dari cobaan yang menghampiri di setiap detak jantung mu. Anggap lah kehidupan ini sebuah labirin rumit,dan kamu adalah orang yang memasuki nya.
Jika kamu tersesat,kamu pasti berbalik,mencari jalan keluar yang benar, bukan nya malah menyerah dan menunggu mati sia sia di dalam nya.
Ayo semangat jangan terlalu memikir kan dia yang tidak mencintaimu sama sekali cari lah kehidupan baru,aku yakin kamu bisa melewati semua nya dengan baik jangan mudah menyerah!