My Body Is Tempting

My Body Is Tempting
Bab 7.


Narnia pergi makan siang bersama aris dikantin kantor,, banyak pasang mata melihat keduanya, tepatnya melihat narnia. Hal semacam itu sudah sering narnia alami, akan banyak wanita iri dengan bentuk tubuhnya dan akan banyak pria mesum karena bentuk tubuhnya pula.


" Kamu kenapa nia.? " tanya aris ketika keduanya telah selesai menikmati makan siang mereka.


" Ah,, enggak papa ris. hanya sedikit tidak nyaman. " jawab narnia.


" Aris,, boleh aku tanya satu hal kepadamu. " tambah narnia..


" Ya,, bertanya lah. " ucap aris.


" Apa kamu mempunyai seorang kekasih dikantor ini.? " tanya narnia.


" Pertanyaan macam apa itu nia.? apa harus aku menjawabnya.? " tanya aris balik.


" Ohh tidak, tidak aris,, maaf atas kelancangan ku. karena aku merasa tidak nyaman saja dengan tatapan wanita wanita disini, aku berfikir mungkin salah satu dari mereka kekasihmu. " jelas narnia..


Aris melihat sekililinganya, dan benar tampak beberapa wanita menatap kearahnya dengan berbisik.


" Apa kalian bosan bekerja disini. " tanya Aris dengan suara tegas.


" Jika masih ingin bekerja disini, jaga mata kalian, dan belajar bersikap baik terhadap pekerja baru. " tambahnya lagi.


Dan sekelompok wanita tersebut berhamburan, kembali ke ruang kerja mereka masing masing.


" Beritahu saya jika mereka masih bersikap seperti itu terhadapmu. " ucap aris..


" Iya,, "


" Aris aku permisi dulu, mau ke toilet. " ucap narnia, dan dibalas anggukan kepala oleh aris.


" Setelah itu langsung kembali keruangan mu. " ucap aris menghentikan langlah narnia.


" Baik. " ucap narnia melanjutkan langkahnya..


Di toilet, narnia hendak keluar setelah merapikan penampilannya. Tak sengaja dia berpapasan dengan seorang gadis yang dua tahun lebih tua dari nya. terlihat dari penampilannya dia juga salah satu karyawati dikantor ini.


" Permisi kak. " ucap narnia..


" Iya,, ehh tunggu,, kamu anak baru ya.? " tanya gadis tersebut..


" Iya kak, hari ini saya pertama kali kerja. " ucap narnia..


" Ohh,, kenalin aku sarah, bagian divisi tiga. kamu.? " tanya sarah.


" Narnia,, saya sebagai asisten pak aris. " jawab narnia.


" Wah,, kamu asisten si batu itu.? malang sekali nasibmu nia. " ucap sarah.


" Malang.? " ucap narnia heran.


" Pak aris baik kok kak. " ucap narnia..


" Panggil sarah aja,, toh kita seumuran. Baik apanya, mereka itu galak dan batu. kamu harus sabar ya nia. " ucap sarah.


" Aku akan sabar sarah, karena aku membutuhkan pekerjaan ini. " ucap narnia..


" Ya baiklah, kamu nikmati saja. oh iya kedepannya aku rasa kita harus berteman narnia. kamu seperti sama denganku, susah mencari teman disini. " ucap sarah..


" iya sarah, kamu benar. kalau begitu aku tinggal dulu, aku sudah terlalu lama ditoilet, aku takut kena marah si batu katamu tadi. " ucap narnia terkekeh.


" Ya baik lah, segeralah kembali sebelum batu itu marah sama kamu, ehh,, nia kalau kita ketemu besok kamu harus kasih kontakmu ke aku ya. " ucap sarah, dan dibalas ok dengan isyarat jari oleh narnia.


Narnia berjalan sedikit tergesa gesa, walaupun jam makan siang masih tersisa beberapa menit, tapi dia takut akan kemarahan bossnya, apalagi dia masih anak baru disini, harus memberi kesan yang baik dong.


Tak terasa waktu sudah menujukan hampir jam lima sore, saatnya para pekerja sebagian sudah meninggalkan kantor, beda hal dengan narnia, dia harus menunggu perintah aris dulu kalau mau pulang, ketika aris sudah memberi titah berarti dia sudah terbebas dari pekerjaannya,, itulah resiko sebagai sekretaris.


" Nia,, kamu boleh pulang sekarang, karena tuan brian juga akan segera pulang, itu berarti pekerjaanmu juga selesai hari ini. " ucap aris..


" Iya sebentar lagi aku akan pulang, aku membereskan mejaku dulu. " ucap narnia.


" Owh iya nia,, setelah pulang kerja apa kegiatanmu.? " tanya aris..


" Aku harus mengikuti mata kuliah ku ris. " jawab narnia.


" Jam berapa kamu berangkat ke kampus.? apa setelah ini kamu langsung menuju kampus mu? " tanya aris..


" Tidak,, nanti setengah tujuh malam, aku mengikuti kelas malam ris. " jawab narnia..


" Oh begitu, baiklah aku tinggal dulu nia. " ucap aris..


Setelah mejanya sudah kembali rapi, narnia mengambil tasnya dan beranjak keluar kantor dan kembali kerumahnya.


Jarak dari kantor narnia ke rumah cukup jauh, harus berganti busway dua kali dan dilanjut naik angkot barulah tiba dirumahnya.


Seperti hari biasa, ketika pulang dari mana pun narnia langsung membersihkan dirinya, setelah itu mengisi perutnya. dan memeriksa tugas kuliahnya.


Sengaja narnia mengambil kelas jam setengah tujuh malam, padahal kalau dimau dia bisa mengambil kelas sore. itu karena narnia memberi jeda tubuhnya untuk beristirahat beberapa jam setelah lelah dengan pekerjaanya dikantor.


Sudah dua tahun tinggal sendiri membuatnya menjadi pribadi yang mandiri dan sangat mencintai dirinya sendiri. menjaga dirinya dari pria kurang ajar diluar sana, dan menjaga hatinya dari pria yang hanya sekedar penasaran dengan bentuk tubuhnya..


Karena lelah yang dia rasa, setelah mengisi perutnya dengan sebungkus mie, narnia tertidur diatas sofa ruang tamu saat dia memeriksa tugas kuliahnya.


Sampai akhirnya narnia terbangun karena suara ponselnya yang berada didekatnya. Rupanya tiara yang menghubungi, karena waktu sudah menunjukan hampir setengah tujuh tapi sahabatnya itu belum juga muncul diruang kelasnya. karena khawatir tiara menghubunginya..


Narnia terburu buru menuju kampus, beruntungnya jarak antara kampus dan rumahnya tidak sejauh kantor ke rumahnya. jadi hanya beberapa menit saja dia sudah sampai diruang kelasnya. dan tiara ketika melihat sahabatnya telah tiba dia memutuskan untung kembali kerumahnya sendiri.