My Body Is Tempting

My Body Is Tempting
Bab 5


Suasana pagi ini sungguh mendukung, mentari terlihat cerah, cahayanya begitu menghangatkan menurut narnia.


" Semoga saja kehangatanmu ini juga menghangatkan keberuntungan ku kali ini, sungguh aku harus bagaimana jika hari ini dewi fortuna belum juga mau memihakku." ucap narnia sambil melihat sinar mentari pagi melalui jendela kamarnya.


Narnia sudah siap dengan penampilannya, memakai kemeja yang sedikit lebih besar dari ukuran tubuhnya, dipadukan dengan celana berwarna biru tua dan flatshoes. Narnia tak mengikat rambut seluruhnya hanya sebagian, dan sedikit mengunakan make up agar tak terlalu pucat ditambah warna lipstik yang soft. Ntah memang narnia sudah cantik dari lahir atau gimana, yang dia gunakan hanya pakaian sederhana tapi terlihat cocok ditubuhnya.


Butuh menghabiskan waktu sekitar tiga puluh menit sampai akhirnya narnia tiba disebuah perusahan megah yang kemarin menghubunginya.


Narnia menunggu disebuah ruangan setelah security tadi mengantarnya, jantungnya rasanya mau copot, terlalu gugup. Lumayan lama narnia menunggu. Sampai akhirnya terdengar suara langkah kaki, bukan hanya sepasang kaki tapi lebih, Ah entahlah pikiran narnia sangat gugup dan takut. takut jika nanti ada syarat konyol seperti yang sudah sudah..


Suara langkah kaki itu semakin dekat, hingga bersamaan dengan pintu terbuka, narnia berdiri dari duduknya menundukan kepalanya.


" Silahkan duduk." Suara seorang pria.


Narnia mendudukan lagi bokongnya dikursi semula, dia tetap menundukan kepalanya, karena dia merasa suara pira tersebut adalah atasannya nanti mungkin.


" Pagi narnia,, jangan terlalu gugup atasan ku tak mungkin memakanmu." bisik aris..


Ahh nafas narnia lega, ada pria yang dia kenal diruangan ini, sedikit mengurangi rasa takutnya.


" Sampai kapan kau akan menundukan kepalamu ." suara pria didepan narnia..


" Eh,, maaf pak. rasanya tidak sopan jika menatap anda langsung." jawab narnia gugup..


" Hemm, cukup sopan, baiklah kau boleh mengangkat kepala mu ketika ada orang lain berbicara didepanmu ." ucap pria itu lagi..


" Jadi apa alasanmu mencari pekerjaan, padahal seharusnya kamu masih kuliah belum wisuda, dan hanya mengandalkan ijazah SMA mu ."


" Itu pak ."


" Sudah kukatakan ketika berbicara angkat kepalamu." potong pria tersebut.


Narnia perlahan mengangkat kepalanya, matanya bertemu sosok pria tampan tepat dihadapannya, mata mereka saling bertemu sepersekian detik hingga akhirnya narnia mengalihkan pandangannya.


" Jelaskan alasan apa yang membuatmu mencari pekerjaan ." ucap brian..


Ya,, pria yang berada dihadapan narnia saat ini adalah brian, dia begitu tampan dengan pakaian kantor yang dikenakannya. dan narnia sempat terpesona dengan wajah yang dimiliki brian.


" Astaga,, ya tuhan sempurna sekali ciptaanmu ." batin narnia.


" Saya sangat membutuhkan pekerjaan itu pak, untuk biaya kuliah saya, apapun pekerjaannya pak, asal halal saya mau ." jelas narnia yang masih nampak gugup.


" Baiklah,, alasan yang cukup untuk dipertimbangkan. Aris yang akan memberi tahu detailnya pekerjaanmu ." ucap brian lalu beranjak meninggalkan ruangan tersebut.


" Nia, mari ikut saya, boss udah nerima lamaran kerja kamu, tanpa syarat yang gila kayak kemaren kemaren. " Ajak aris..


" Huftt,, syukurlah akhirnya aku dapat kerja, sempat pesimis tadi aku. takut kalau kejadian kemarin terulang lagi, baiklah ayo tunjukan pekerjaanku, aku sangat bersemangat hari ini. " ucap narnia dengan semangat 45.


Aris hanya tersenyum melihat raut wajah bahagia gadis itu. dan mereka beranjak kesebuah ruangan yang hanya ada dua meja yang saling berjauhan, satu disisi kiri dan satunya lagi disisi kanan, dan ada pintu mewah ditengah ruangan itu.


" Itu meja kerja kamu, dan itu meja kerja saya. " ucap aris seraya menunjukan kedua meja kerja tersebut.


" Kamu sekertaris, yang akan membantu pekerjaan saya sebagai asisten pribadi boss, saya cukup kualahan dengan jadwal dan tamu yang datang, tugasmu sudah aku tulis disini, kamu tinggal pelajari. selebihnya nanti saya akan lihat, betah atau tidaknya kamu bekerja disini. " jelas aris.


" *Berarti aku bakal sering ketemu pria tadi, ahh tuhan menakutkan sekali. tapi ini pekerjaan memang yang aku pelajari dikampus, dan ditambah pria tadi tak memandangku dengan tatapan mesum seperti pria pria ber uang lainnya. sudahlah, sudah untung aku dapet kerja, aku haru betah dan mudah mudahan tidak membuat pria t*adi marah dengan kinerjaku. " batin narnia..


" Narnia,, apa ada pertanyaan.? "


" Narnia.. "


" Ah iya,, maaf saya tadi kurang fokus. "


" Kenapa kamu malah bengong tadi, apa ada yang tidak kamu pahami.? bertanya lah.? "


" Tidak ris,, saya paham semua, saya akan bekerja dengan baik. "


" Baik lah, silahkan kemeja kerja mu, dan selamat bekerja narnia, semoga kamu betah disini. "


" Ah iya, terima kasih banyak. "


Narnia mulai bekerja, tak sulit untuknya membantu pekerjaan aris karena memang jurusan yang dia ambil dikampusnya adminitrasi perkantoran.


" Nia tolong antar berkas ini keruangan pak brian, minta dia menandatangani berkas tersebut, saya ada perlu sebentar dibagian, setelah beliau menandatanganinya letak kan berkas tersebut dilaci meja saya. paham. "


" Baik, saya paham. "


" Oke, saya tingga dulu. " ucap aris berlalu..


Dengan jantung yang berirama kencang, narnia memberanikan diri mengetuk pintu direktur yang berada tepat dihadapannya.


Tok.. tok.. tok..


" Permisi pak. "


" Masuk. "


" Maaf mengganggu waktunya pak. ada berkas yang harus anda tanda tangani. " seraya narnina meletakan berkas dihadapan sang direktur.


" Kemana Aris. "


" Beliau ada kepentingan diluar pak. "


Brian memeriksa berkas berkas tersebit sebelum menandatanganinya, menunggu brian membaca setiap kata diberkas tersebut cukup memakan waktu, membuat jantung narnia semakin kencang tak karuan, dia mulai merasa tidak nyaman berlama lama diruangan tersebut. Entah apa yang membuatnya begitu takut, padahal brian hanya sekedar saja melihatnya, tapi menurut narnia tatapan yang brian berikan terkesan menyeramkan.


membayangkan saja ketika dia berbuat salah, entah apa yang akan dia terima.


Sosok pria tampan, bersuara tinggi, bemata elang, bertubuh kekar, berjabatan tinggi. sungguh adil sekali tuhan terhadap dirinya, apa yang tak dimiliki brian, semua nya tersedia didalam kehidupannya.


" Masalah hidup apa tuan yang menghampirimu, kurasa hidupmu begitu sempurna, semua ada pada dirimu. " batin narnia..