
Hari ini, narnia akan mencari pekerjaan, dia sudah menyiapkan semua data diri yang diperlukan. dengan menggunakan kemeja putih dan celana hitam, dia memantapkan langkahnya, sungguh dalam hatinya berharap ada tempat yang menerima dia bekerja.
Walaupun hanya menggunakan pakaian seperti itu, tetap pesona tubuhnya mengundang banyak mata yang melihat dengan pikiran yang sudah ditebak oleh narnia, dia sudah mengalami hal ini semenjak puber pertama, bentuk tubuhnya berubah menjadi sangat menggoda dimata laki laki hidung belang.
Hari sudah semakin siang,, narnia masih penuh dengan semangat dan harapan, melangkah menyusuri jalanan kota yang terik kala itu.
Bukan narnia tak mendapatkan pekerjaan sama sekali, tapi justru banyak yang narnia tolak karena alasan dan persyaratan yang mereka ajukan sungguh tidak masuk akal menurut narnia.
Banyak dari manager tempatnya melamar kerja, memberi persyaratan kalau mau diterima bekerja ditempat itu, narnia harus mau berkencan dengan manager manager tersebut.
Sungguh hati narnia sakit mendengar persyaratan gila mereka, narnia merasa hina karena sering kali menerima pelecehan hanya dengan melihat bentuk tubuhnya.
" Huhhh,, aku harus semangat.. Semoga dewi fortuna hari ini memihak kepadaku. " gumam narnia yang masih menyusuri jalanan..
Narnia memasuki sebuah pusar perbelanjaan, dia berniat ingin mengajukan lamaran kerja ditempat itu, namun sayang lagi lagi hal yang sama harus diterima.
" Kenapa banyak sekali laki laki mata keranjang didunia ini,, pikiran mereka kenapa selalu berputar tentang sex,, Hahhh,, hampir gila aku menghadapi semua ini. " gerutu narnia..
" Ayo semangat narnia,, semoga resto itu membutuhkan karyawan. " sambungnya dan berjalan kearah resto yang cukup besar dikota itu.
Narnia berjalan dengan sebuah keyakinan,, dia menuju ruang HRD resto tersebut.
Dan benar saja, sungguh malang nasibnya, dia harus menghadapi laki laki mata keranjang lagi, dan meminta persyaratan gila lagi. Narnia berjalan keluar hendak meninggalkan resto tersebut..
" Yang benar saja tuhan,, kenapa mereka memilih orang gila untuk menjadi penanggung jawab diresto sebesar ini. Persyaratan macam apa itu, apakah aku terlihat begitu sangat menggoda.? padahal aku sudah menggunakan pakaian yang cukup tertutup, tapi dasar laki laki mata keranjang selalu saja melihat celah. " gerutu narnia..
Tanpa disengaja Narnia menabrak sebuah tubuh yang cukup tegap, karena ulahnya yang tidak melihat arah depan.
Hingga map yang dia pegang jatuh berhamburan kertas kertasnya..
" Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja. " ucap narnia saat melihat sosok laki laki dihadapannya..
Lalu dia membereskan kertas kertas yang telah berantakan dibawah kakinya..
" Biar saya bantu nona,, apakah anda baik baik saja nona.? " ucap laki laki tersebut seraya membantu narnia membereskan kertas lamarannya.
" Tidak usah tuan, saya bisa sendiri, ini karena kecerobohan saya. "
" Tidak apa apa nona,, saya juga salah tadi karena tak melihat arah. "
" Apakah anda sedang melamar pekerjaan diresto ini nona." ucap lelaki tersebut saat melihat biodata narnia.
" Ahh,, iya tapi saya tidak jadi menerima pekerjaan disini tuan."
lelaki tersebut menautkan dahi karena ucapan narnia, dia merasa bingung.
" Maksud anda,, anda menolak bekerja disini, begitu nona. " tanya lelaki itu yang masih bingung.
" Iya,, saya menolaknya,, karena persyaratan yang mereka ajukan sungguh gila. Ehh,, maaf tuan saya jadi terlalu lancang. "
" Gila.? gila seperti apa maksud nona,, kalo boleh say tahu.?"
" Kalo begitu saya permisi tuan. " sambung narnia..
" Tunggu nona,, boleh tau nama anda dan boleh kah saya meminta biodata diri anda, sebelumnya perkenalkan nona nama saya aris dan ini kartu nama saya. siapa tau dikantor tempat saya bekerja membutuhkan karyawan, saya bisa mengajukan nona, tanpa sebuah persyaratan. " ucap Aris..
" Nama saya narnia,, anda bisa memanggil saya nia,, ahh baiklah tuan,, terimakasih sudah berniat baik kepada saya. " ujar narnia sambil menyerahkan biodata dirinya..
" Sama sama nona,, semoga nona beruntung dan bisa bekerja ditempat saya bekerja,, kalo begitu saya permisi nona narnia, saya harus menemui boss saya."
" Ahh iya,, semoga saja,, terimakasih banyak sekali lagi tuan aris. "
Dan mereka pun berpisah,, narnian berniat pulang kerumah nya, sedangkan aris melangkah menuju ruang vip resto tersebut untuk menemui atasannya.
" Maaf tuan saya terlambat, tadi ada insiden kecil dibawah. " ucap aris menundukan kepalanya..
" Ah ya, saya tau,, apakah dia kekasihmu?" ucap sang boss yang melihat sekertarisnya bersama seorang gadis cantik.
" Bukan tuan,, saya tidak sengaja menabraknya tadi, dan saya membantu dia merapikan kertas lamaran kerjanya yang berserakan."
" Oh,, apa dia tidak diterima bekerja disini? "
" Dia yang menolal bekerja disini tuan. "
" Menolak " ucap sang boss heran.
" Iya tuan,, dia menolak kerja disini karena persyaratan supaya dia terima dia harus mau berkencan dengan manager resto ditempat ini. "
" Persyaratan macam apa itu. Aneh. "
" tapi wajar sih, melihat wajahnya sekilas pasti banyak laki laki yang tergoda" batin sang boss..
" Tapi saya sempat meminta data dirinya tuan, siapa tahu perusahaan lagi butuh karyawan. " ucap aris menyerahkan map yang sempat dia minta dari narnia..
Sang boss melihat CV milik narnia, dia tampak serius membacanya.
" Alasan apa yang membuatmu ingin mempekerjakannya diperusahaan, sedangkan dia kuliah saja jurusannya beda dengan perusahaan milik ku. " ucap sang boss yang telah selesai membaca..
" Ahh itu,, karena saya tidak tega tuan,, melihat wajahnya tadi dan ceritanya, sejak pagi dia menolak semua tempat yang sempat dia datangi, karena persyaratan yang mereka ajukan sama gilanya dengan resto ini. "
" Benarkah? apa dia sesial itu,, harus mengalami hal semacam itu, aku pikir kalo hanya wajahnya masak banyak sekali laki laki yang ingin berkencan, aku jadi penasaran. " batin sang boss..
" Aris hubungi dia besok untuk kekantor menghadap saya. "
" Baik tuan."
Dan sang boss melanjutkan makan siangnya, setelah itu dia menemui kekasihnya yang berada dipusat perbelanjaan yang tak jauh dari resto tersebut.
* Aku seneng respon kaliam di novel baru ku.
* jangan lupa like komen nya ya gaes, biar aku tambah semangat menulis.