My Body Is Tempting

My Body Is Tempting
bab 1


POV NARNIA..


Seusai ngampus, dosen meminta ku untuk keruangannya, jatungku rasanya berdetak lebih cepat.


Ya,, aku memang belum sempat membayar uang semester selama enam bulan. langkahku terasa berat, yang aku takutkan jika dosen tidak bisa memberi keringanan lagi, dan terpaksa aku harus mengubur dalam cita cita orang tuaku yang menginginkan putrinya wisuda.


Usia ku 23 tahun dua bulan lagi, aku tinggal seorang diri dirumah sederhana peninggalan kedua orang tua ku, ayah dan ibuku sudah meninggal karena kecelakaan mobil yang mereka tumpangi 2 tahun yang lalu.


Dulu saat orang tuaku masih ada, kehidupanku tidak semenyedihkan ini, walaupun dulu ayah juga bukan orang berada tapi kami selalu merasa cukup, dan biaya kuliah ku tak pernah telat membayar, karena ayah selalu mengutamakan biaya kuliah ku terlebih dahulu daripada urusan yang lain.


Kedua orang tua ku menginginkan anaknya berpendidikan, agar suatu saat ketika mereka sudah tiada anak semata wayangnya bisa dihargai oleh orang lain dan tidak dipandang rendah.


Setelah kepergian orang tua ku, kehidupan ku hancur, yang tadinya aku selalu mengandalkan mereka, terpaksa aku harus belajar membiayai kehidupan ku sendirian.


Resto tempat aku bekerja mengalami penurunan, maka dari itu banyak karyawan yang terpaksa dipulangkan, termasuk aku.


Karena mencari kerja tidak mudah, dan setiap hari harus ada biaya untuk makan, tabungan yang semestinya untuk biaya kuliah, harus aku gunakan untuk kebutuhan sehari hari.


Langkah ku berhenti disebuah pintu besar, yang semakin membuat jantungku berdetak lebih kencang, berulang kali aku mengatur nafas, berharap ada sebuah keajaiban.


Namun kenyataanya aku harus menghadapi masalah yang ada didepanku saat ini.


' Narnia,, apa kamu tahu kenapa bapak memintamu keruangan ini.?' ucap sang dosen.


aku hanya menganggukan kepala, karena takut dan bingung sedang beradu didalam diriku.


' Narnia, jika kamu tidak melunasi biaya semester bulan ini, terpaksa kamu harus berhenti kuliah. bapak tidak bisa memberimu keringanan lagi nia.'


' Mohon beri saya kerenggangan waktu satu bulan lagi pak, jika dalam satu bulan saya tidak melunasinya maka bapak bisa mengeluarkan saya. saya mohon pak,, satu bulan saja, beri saya kesempatan.' ucap nia memohon..


Cukup lama dosen terdiam mencerna ucapan ku.


' Baiklah hanya satu bulan, setelah itu jika kamu belum melunasinya, bapak minta maaf dengan terpaksa mengeluarkan mu.'


' Baik pak,, kalo begitu saya permisi.'


Aku keluar dari ruangan yang sangat menakutkan untuk ku, sedikit merasa lega karena masih ada sisa satu bulan untuk ku mencari pekerjaan.


Aku bejalan menyusuri lorong kampus tempat ku belajar, banyak mata lelaki yang memandangku penuh dengan nafsu.


Ya,, itu karena postur tubuhku yang menggoda dimata laki laki. Dan aku sudah terbiasa akan hal itu, aku tak mau ambil pusing, karena aku juga sudah berusaha menggunakan pakaian yang lebih besar dari ukuran tubuhku, tapi itu semua tidak bisa membuat mereka berhenti melihatku dengan tatapan seperti itu.


Dulu sering kali aku hampir menerima pelecehan seksual dari laki laki gila, tapi aku masih bisa menjaga diriku, karena dulu sempat ayah mengajariku bela diri dan memasukan ku ke kelas karate. jadi untuk menjaga diriku aku masih bisa.


Tidak semua laki laki memandangku dengan nafsu, banyak juga dari mereka yang memang benar benar baik.


Menurutku laki laki yang memandangku dengan nafsu itu memang laki laki kurang ajar saja.


.


.


.


" Nia,, kamu habis dari ruangan pak heru ya? gimana nia, apa pak heru kasih kamu keringanan.? " tanya wanita tersebut.


" Alhamdulillah ra,, pak heru kasih aku kerenggangan waktu satu bulan. "


Dia adalah Ara, tiara tepatnya,, dia adalah sahabatku satu satunya, kami dekat saat masih SMA. rumah kami tak jauh, yang membedakan hanya dia anak orang berada sedangkan aku tidak. tapi itu semua bukan sebuah alasan untuk kami berteman.


keluarga ara sangat baik kepadaku, mereka tak melarang ara berteman denganku yang jelas jelas berbeda dari segi apapun.


" Kan aku udah sering bilang nia, pake uangku dulu,, mami juga ngizinin kok, tapi kamunya nolak terus. " ujar ara..


" Aku harus berusaha dulu ra,, pasti nanti ada jalan keluarnya. " ucap ku..


" Kapan pun, jika kamu butuh kamu bilang,, aku gak mau sampek kamu putus kuliah. "


" Iya iya, bawel banget sih. "


" Terus rencana kamu apa nia,,? "


" Aku mau cari kerja,, yang penting halal. "


Kami berdua berjalan kearah mobil ara yang terparkir di parkiran kampus. ketika kami hendak masuk kedalam mobil, datang seorang lelaki yang cukup menyebalkan untuk ku.


" Heii nia,, makanya jangan jual mahal sama gue,, udah sering kan gue tawarin jadi pacar gue kuliah lo bakal lancar, ehh lo malah sok sok an. " ucap benny..


Benny adalah lelaki kurang ajar dan tidak tahu malu yang sering menggodaku, aku sungguh muak dengan sikapnya yang tidak ada sopan santunnya sama sekali.


kalo bukan karena anak salah satu penyumbang dikampusku, mungkin sudah sejak lama kupatahkan kakinya.


" Gue denger denger dalam satu bulan kalo lo gak bisa lunasin uang semester, lo bakal dikeluarin ya? gimana kalo lo jadi pacar gue aja, gue akan lunasin urusan biaya kuliah lo. "


" Maaf, tapi lebih baik kamu simpan saja uang mu, karena aku tidak butuh. permisi ."


" Udah miskin tapi masih sok jual mahal. hahhaha ."


Ara mengajak ku segera pergi dari hadapan benny, benny walaupun cukup tampan dan kaya, tapi aku enggan menjadi kekasihnya, karena dia tidak pernah serius dalam suatu hubungan, yang ada diotaknya hanya nafsu nafsu dan nafsu..


benny hanya satu dari sekian lelaki yang tergiur dengan postur tubuhku.


.jangan lupa like dan komen nya ya teman teman.


terimakasih.