
Setelah lamaran kerjanya diresto tadi, narnia memutuskan untuk pulang kerumah karena dia merasa lelah hari ini.
Setibanya dirumah, narnia hendak merebahkan tubuhnya diranjang miliknya, namun belum sempat dia melakukan itu ponselnya berdering, dengan terpaksa narnia mengurungkan niatnya tersebut dan meraih ponselnya yang berada diatas nakas..
" Nomor baru.? siapa.? ahh aku terima saja siapa tau penting. " gumam narnia saat melihat nomor tidak kenal yang menghubunginya.
" Hallo,, selamat siang, apa benar ini nomornya narnia.? " suara laki laki dari seberang.
" Iya betul saya sendiri,, maaf ini siapa.? " tanya narnia..
" Hay nia,, aku aris, yang tadi gak sengaja nabrak kamu. " ucap aris..
" Ahh iya saya ingat,, Maaf tuan ada perlu apa ya, anda menghubungi saya.? " tanya narnia..
" Jangan terlalu formal berbicara denganku,, aku rasa umur kita tidak terpaut jauh. "
" Baik tuan, ehh aris maksud ku. kamu belum menjawab pertanyaanku tadi ris."
" Oh iya hampir lupa,, nia atasan ku memintamu untuk kekantornya besok pagi, apa kamu bisa.? "
" Aris,, ee sebenarnya aku ragu,, aku takut atasanmu akan memperlakukan ku seperti tempat tempat sebelumnya yang aku datangi. "
" Hahahh,, kamu tenang aja nia, boss ku tidak mungkim memberimu persyaratan gila semacam itu. dan kalau pun itu terjadi mungkin kau tak akan menolak nya. "
" Maksud nya apa ris. "
" Sudah lupakan,, apa kamu besok bisa datang menghadap atasanku nia.? "
" Baiklah,, besok aku akan kesana. "
" Kalo begitu aku tutup telpon nya nia, aku harus kembali bekerja. sampai jumpa besok nia. "
" Iya ris. "
Narnia kembali merebahkan tubuhnya, setelah sambungan telpon nya sudah terputus.
" ya tuhan. aku berharap hariku esok lancar, dan engkau memberi keajaiban dalam kehidupanku. amin. "
Narnia akhirnya terlelap karena kelelahan,, sehingga dia telat bangun untuk pergi kekampus, mimpi narnia harus terganggu dengan suara ketukan pintu yang cukup keras hingga membuatnya segera bangkit dan berlari kearah pintu tersebut.
Dan ketika narnia membuka pintu rumahnya, tampak seorang gadis dengan pakaian mahal melekat dalam tubuhnya, membuat aura kecantikannya semakin memancar, siapa lagi kalau bukan sahabat baik narnia tiara wijaya kusuma.
" Ara.!!! Ayo masuk ra. "
" Kemana saja kamu nia, aku sudah ribuan kali mengetuk pintu kamu tak kunjung membukanya."
" Maaf ara,, aku tidur tadi kamar. "
" Terus kenapa gak ngampus kamu. "
" Astaga.!! iya,, aku lupa,, jam berapa sekarang.? " tanya narnia panik.
" Sudah jam sembilan malem. " jawab ara singkat..
" Ha.? Aargghh,, kenapa aku sampai lupa,, sial. "
" Ya udah mau gimana lagi, gimana lamaran kerjamu nia, udah dapet.? "
" Sering mau keterima mah,, cuma mereka selalu memberi persyaratan gila. " ucap nia yang mulai kesal...
" Iya gila,, masak kalo mau keterima aku harus mau kencan sama mereka. yang bener aja,, emang gue cewek apaan. "
" What.!! Gila tuh managernya. " ucap ara membulatkan matanya karena terkejut..
" Nia kamu pake uang ku aja dulu ya,, daripada kamu di keluarin dari kampus, sayang kan nia bentar lagi kamu wisuda. "
" Huh,, kamu terlalu baik ara padaku,, tapi maaf aku gak bisa terima tawaran kamu, masih ada satu kesempatan besok,, ada sebuah perusahaan yang memintaku menghadap atasannya, dan semoga itu rejeki ku ra. "
" Ya sudah lah, kalo itu keinginanmu, jangan pernah segan meminta bantuan kepadaku nia. "
" Iya,, kalo nanti mendesak aku akan meminta bantuanmu. "
" Kalau gitu aku pulang dulu nia, aku kesini karena khawatir kamu gak kuliah tadi, aku pulang ya, jaga dirimu baik baik. "
" Terimakasih sudah mengkhawatirkan ku ra, kamu hati hati dijalan. "
Dan tiara telah meninggalkan kediaman narnia, perut narnia yang dari tadi siang belum terisi, cacing didalamnya memaksa narnia supaya memberinya makan.
Narnia berlalu kedapur dan hanya ada satu bungkus mie instant disana.
" Baiklah hari ini mie lagi dengan rasa rendang, semoga saja tidak keriting ususku karena mie mulu tiap hari, hanya berbagai macam rasa saja yang tak membuatku merasa bosan." gerutu narnia sambil memasak mie nya.
Dikediaman neil jhonson..
Mereka sedang menyelesaikan makan malam mereka dimeja yang berada diruang tengah rumah itu. tak ada percakapan ketika sedang makan.
Seusai dengan makan malam nya brian hendak beranjak pergi meninggalkan kedua orang tuanya, namun niat itu terpaksa dia urungkan saat ayahnya menahannya untuk pergi.
" Duduklah kembali,, Daddy ingin berbicara kepadamu. " perintah lelaki paruh baya tersebut..
" Are you oke son? " sambung nya lagi..
" Yess,, i am ok dad. "
" Jangan terlalu larut dalam kesedihanmu nak,, wanita seperti dia tak pantas kamu cintai sebegitu besar. "
" Ya dad,, aku hanya merasa sedikit kecewa, dan besok juga akan seperti biasanya. "
" Dad, aku mau keatas dulu,, aku capek hari ini. "
Dan pria paruh baya tersebut mengijinkan putranya beristirahat.
Didalam kamar miliknya, brian tak bisa langsung tidur, dia menghubungi sekretaris pribadinya.
" Ya tuan. "
" Gimana soal gadis yang kau tabrak tadi ris, kau sudah menghubunginya? "
" Sudah tuan,, besok dia akan datang kekantor tuan. "
" Baik lah kalo begitu "
" Iya tuan. "
Brian memilih mengecek pekerjaannya lewat laptot yang berada dalam pangkuannya, hingga tengah malam dia merasa lelah dan memutuskan tak melanjukan pekerjaanya dan memilih tidur diranjang miliknya.