MAFIA

MAFIA
6


Caroline memasuki kamar Aksa setelah menidurkan Twins. Ia membawa segelas teh untuk Aksa. Tubuhnya di balut dengan gaun tidur berwarna merah gelap.


"Oh kau sudah datang" mata Caroline membola kaget melihat penampilan Aksa yang er seksi.


Kemeja hitam yang terbuka seluruh kancingnya sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang atletis dan oh jangan lupakan delapan kotak di perut duda anak dua itu. Celana bokser yang mencetak jelas aset berharga miliknya dan jangan lupakan kaki kaki kekar yang berbentuk sempurna. Wajah Caroline sukses memerah saat melihat pemandangan di depannya.


"Kemari lah dan jangan lupa kunci pintunya..." ucap Aksa. Caroline mematuhi perintah Aksa,  ia mengunci pintu dan segera mendekati Aksa.


"Ini tehmu" ucap Caroline menaruh teh di meja samping ranjang.


"Duduk di sini" ucap Aksa menepuk ranjang di sebelahnya. Caroline dengan ragu mendudukkan diri di samping Aksa.


Grep


Napas Caroline tertahan,  Aksa tiba tiba memeluknya dengan posisi kepala di ceruk lehernya. Dapat Caroline rasakan sesuatu yang basah, lembut dan panas menyapu lehernya. Eh? Basah? Lembut? Panas?  Argh sial wajah Caroline memerah hebat saat menyadari Aksa menjilati lehernya. Aksa menjauhkan wajahnya dan melihat Caroline yang menatapnya sayu dengan wajah merona.


"Aku menginginkanmu" ucap Aksa di depan bibir Caroline. Aksa dengan cepat menyambar bibir Caroline dan ********** dengan ganas. Mengajak lidah Caroline untuk beradu bertukar saliva.


"Hmmp hah hah..." Caroline menghirup udara dengan rakus saat Aksa melepas tautan bibir mereka sehingga meninggalkan jejak benang saliva.


"Kau manis" ucap Aksa kembali menyerang leher Caroline membuat Caroline menggeram karena merasakan perasaan aneh yang baru pertama kali ia rasakan.


Bret


Dengan kasar Aksa merobek gaun tidur Caroline membuat Caroline terpekik kaget. Dan dengan spontan menutupi tubuhnya menggunakan tangannya sendiri walaupun itu percuma.


"Kau lucu sekali" ucap Aksa melihat tingkah Caroline.


"Kau mau apa?" tanya Caroline takut.


"Memakanmu..."


Selanjutnya hanya terdengar teriakan, geraman dan desahaan dari kedua insan yang sedang mengejar kenikmatan dunia. Malam itu Caroline seutuhnya menjadi milik Aksa.


"Mine..." bisik Aksa memberikan gigitan di bahu Caroline hingga menimbulkan bekas gigi disana.


~


Aksa tersentak bangun saat mendengar suara Twins yang mengetuk pintu kamar dengan brutal.


"Mommy, Daddy buka pintunya"


Aksa berdecak, ia mengambil jubah mandi untuk menutupi tubuhnya. Lalu berjalan menuju pintu dan langsung dihadiahi Twins masuk ke kamarnya dengan cepat.


"Dad, Mommy belum bangun?" tanya Kenzo saat melihat Caroline masih tertidur di balik selimut.


Nak Mommy mu masih capek udah dihajar sama Daddymu yang buka puasa.


"Huff ya sudah kalau begitu, biarkan Mommy istirahat" ucap Kenzi menghela napas padahal dia ingin di mandikan oleh Caroline dan di bantu bersiap ke sekolah.


"Hn good boy" ucap Aksa mengusak rambut kedua putranya.


Aksa segera menutup pintu saat Twins sudah berlari ke kamar mereka untuk bersiap ke sekolah. Ia mendekati Caroline yang masih tertidur. Ia yakin wanita itu sangat kelelahan karena tadi malam merupakan pengalaman pertamanya, hal itu terbukti dengan adanya bercak darah di sprei.


"Ah segarnya..." gumam Aksa merasakan tubuhnya lebih membaik dari biasanya.


Aksa memilih bersiap ke kantor karena ada rapat pagi ini. Dan iya yakin rapat pagi ini akan lancar tanpa ada hambatan karena tubuhnya terasa lebih baik dari biasa.


Caroline mengerjabkan matanya, ia meringis saat tubuhnya terasa remuk. Mengingat kejadian semalam rasanya Caroline ingin mencabi cabik wajah sok tampan milik Aksa tapi tidak di pungkiri dia juga mengnyukai kegiatan semalam.


"Hn sudah bangun" Caroline segera menoleh ke arah pintu kamar mandi dan mendapati Aksa yang baru selesai mandi. Wajah Caroline merona saat melihat beberapa tanda merah dan bekas gigitan yang ia buat di tubuh Aksa tadi malam.


Aksa menyeringai saat mengetahui apa yang di pikirkan oleh Caroline. Ia berjalan mendekat membuat Caroline gelagapan.


"Kau memikirkan yang semalam he?" ucap Aksa mendekatkan wajahnya kepada Caroline. Baru saja bibir keduanya akan saling *******...


"Hueeee Kenzo Daddy memakan bibir Mommy" teriak Kenzi yang berdiri di depan pintu kamar.


Oh god nak,  kau mengacaukan jatah pagi Daddymu.


Caroline dengan cepat mendorong Aksa dan berlari ke kamar mandi dalam keadaan tubuh yang di lilit selimut. Caroline mencoba mengabaikan sakit di bagian intinya. Wajahnya memerah karena kepergok oleh Kenzi.


~


Para pegawai kantor Aksa menatap heran pada bos mereka yang mendadak membagikan bingkisan pagi ini dan kalau di lihat wajah sang bos lebih cerah dari biasanya. Wajah tampan itu di hiasi senyum kecil.


"Ekhm bos ada apa gerangan anda membagikan bingkisan pagi ini?" tanya salah satu karyawan.


"Hm? Tidak ada hanya saja suasana hatiku sedang baik" ucap Aksa berjalan ke arah lift pribadi miliknya yang langsung menuju ke ruanganbya.


"Ah, siang ini makan siang gratis untuk kalian" ucap Aksa sebelum pintu lift tertutup.


Oke para karyawan semakin dibuat heran karena sikap sang bos mendadak baik. Biasanya di pagi hari akan memasang wajah garang dan langsung memerintahkan hal berat.


"Apapun yang membuat bos senang,  aku harap itu bisa membuatnya senang setiap hari" ucap salah satu karyawan yang di setujui oleh karyawan lainnya.


Aksa sendiri sudah sampai di ruangannya dan sedang tersenyum lebar saat mengingat kejadian semalam dimana dia berhasil memiliki Caroline seutuhnya.


"Yah waktunya bekerja" ucap Aksa mengambil dokumen untuk rapat pagi ini.


TBC