
It's Me Your Love
Episode 8
Gumam Devan - Ini adalah rahasiaku dengan Anesya, apakah Alan berhak tau tentang ini?
Alan - kenapa?
( Tanya Alan dengan terheran heran melihat tingkah laku Devan yang membingungkan )
Devan - hmmm... Tidak tidak! Bukan apa apa... Aku hanya memikirkan materi pelajaran yang tadi
Alan - oohh sudah lah mari kita bersenang senang
( Ajak Alan dengan riang nya )
Devan - bersenang senang??? Tapi ini masih di jam pelajaran, kita seharusnya tidak bo...
( Alan memotong kata kata yang diucapkan Devan )
Alan - ayolahhhh!!! Lupakan itu! Mari kita ke kantin! Kita akan makan siang dan bersenang senang, ayolah Devan! Besok kau akan Olimpiade sains mangkanya makan yang banyak biar sehat!!
( Kata Alan dengan tertawa )
Devan - ta...tapi.... Bagaimana jika ada guru yang melihat?
( Jawab Devan dengan perasaan gugupnya )
Alan - yasudah palingan nanti dihukum, hahaha!
Devan - kamu kok pasrah banget jadi orang?
Alan - bodo amat ah! Ayo kita ke kantin!!!
( Alan menggenggam erat tangan Devan dan membawanya ke kantin sekolah )
____________________________
Saat makan...
Alan - sluruupppp!! Waahhhh enak nya kuah bakso ini, walaupun bakso nya kurang besar, oh iya tadi kamu mau bilang apa tentang Anesya?
( Kata Alan sambil menghirup kuah bakso )
Devan - ha? Apa? Anesya?, Oh ya, tadi aku mau bilang kalau dia... Hmmm dia, oh ya! Tadi aku bertemu dia di perpustakaan dan Yaaa... Seperti biasa kami mengobrol
( Devan berbicara dengan kebingungan nya untuk menutupi rahasia nya dan Anesya )
Alan - benarkah?? Waahhhh bisa seperti itu Yaaa?
( Kata Alan sambil melirik mata Devan )
Devan - hmm... Yaa, hmm... Ta... Tapi Alan... Kita sudah disini terlalu lama, tidak baik ke kantin dan makan di saat jadwal pelajaran
( Kata Devan dengan perasaan takut )
Alan - tidak perlu takut Devaannnn!!! Kau ini lebay! Tidak akan apa apa! Jangan terlalu teladan jadi orang hahahaha!!
Tiba tiba ada seseorang yang datang lalu menepuk tangan atas tindakan yang dilakukan Alan Alvaro dan Devan Ravindra
Plokk... Plokk... Plokk!!!...
Pak guru - bagusss sekali!! Hebattt! Kalian sudah berani ya! Ke kantin dan makan saat jadwal pelajaran
( Kata Pak guru sambil menjewer telinga Alan dan Devan )
Devan - ampunnnnn!!! Sakit pakkk sakittt
( Kata Devan sambil meringis kesakitan )
Pak guru - enak sekali kalian yaa?!?! Makan seenak jidat kalian saja! Ini waktunya belajar!!!
( Bentak pak guru )
Pak guru - kalian harus menerima hukuman! Ayo kita ke lapangan!!!
( Kata pak guru sambil menjewer telinga Alan dan Devan )
Maka, sampailah mereka di lapangan sekolah yang sangat luas, pak guru memberi mereka hukuman atas tindakan yang dilakukan oleh mereka
Pak guru - kalian berdua harus lari 65 keliling lapangan sekolah ini!!!
Devan - ta...tapi... Pak disini sangat panas
( Kata Devan membujuk pak guru agar tidak menghukum nya )
Pak Guru - mangkanya! Kalian tidak seharusnya melakukan tindakan itu!!! Cepat! Lakukan perintah pak guru!!!
Mereka pun melakukan apa yang diperintahkan oleh pak guru, walaupun disaat itu, Panas terik, sangat lah menusuk kulit, mereka berdua dengan cepat melakukan apa yang diperintahkan oleh pak guru
Setelah beberapa saat kemudian...
Alan telah mengelilingi lapangan sekolah sebanyak 15 kali, dan Devan telah mengelilingi lapangan sekolah sebanyak 12 kali, Devan dan Alan sangat lelah, dan banyak keringat yang bercucuran di dahi mereka, sangat tampak sekali kalau mereka sedang kelelahan
Alan - pakkk... Sudah dong pakkk, kami capek banget pakkk, sumpah!
Pak guru - ni anak udah nakal nawar lagi!!! Cepat lariiii!!!
Alan - pak, kayaknya Devan kecapekan pak, dia sudah kelelahan banget pak, apalagi besok dia olimpiade sains, kalau dia sakit nanti gimana pak?
Pak guru - mangkanya!!! Siapa suruh keluar kelas sambil makan dan ke kantin sekolah!, Cepat lari! Pak tidak mau tau! Pokoknya kalian harus lari 65 keliling lapangan sekolah!!!
Ketika itu Alan sedang melihat Devan yang sedang berjalan dan kelelahan, tetapi badan Devan tak lagi seperti tadi, dia merasakan pusing di kepalanya, dan badannya pun sempoyongan seperti orang mabuk, Alan yang melihat itu pun langsung cepat berlari mengejar Devan
Gumam Alan - ha? Devan? Kenapa kau seperti ini?
( Teriak Alan sambil berlari mengejar Devan )
Lalu tiba tiba Anesya datang dan ikut berlari mengejar Devan, rupanya Anesya ingin pergi ke toilet dan malah melihat Devan berjalan dengan sempoyongan karena ingin pingsan, Anesya pun berlari dengan kecepatan penuh walaupun di saat itu ia memakai rok dan seragam sekolah yang membuatnya sedikit susah bergerak.
Alan dan Anesya pun berlari mengejar Devan Ravindra dengan cepatnya
Gumam Anesya - Devan apa yang terjadi?!?!
Alan yang tengah berlari kencang tidak melihat bahwa ada Anesya di sana yang ikut mengejar Devan, mereka mengejar Devan seperti sedang berlomba lari, jantung mereka berdua berdebar kencang, karena takut Devan Ravindra terjatuh, dan mereka berdua pun berteriak dengan suara yang kuat
Alan dan Anesya - DEVANNNNN!!!!!
( Mereka berteriak memanggil nama Devan Ravindra )
Pak guru - cepat tangkap diaa!!! Jangan sampai Devan Ravindra terjatuh!
( Teriak Pak guru! Agar Devan tidak terjatuh )
Gumam Alan - Anesyaaa?!?! Mengapa dia ada disini???
Disaat itu pula Alan pun tau kalau Anesya ikut mengejar Devan Ravindra yang sempoyongan karena pusing dan ingin pingsan, tetapi terlambat... Alan sudah berlari dengan cepatnya, dan sulit untuk mengubah arah lari nya.
Anesya lebih dulu memeluk tubuh Devan yang pingsan dan Alan malah memeluk tubuh Anesya dan Devan
Alan - Anesya?!?!
Anesya - Alan?!?!
Mereka saling bertatapan dengan mata yang tajam dan air keringat keluar bercucuran di tubuh mereka
BERSAMBUNG
Merci Beaucoup!