
It's Me Your Love
Episode 5
Gumam Devan - Tubuh dan rambutnya sangat wangi dan begitu indah, suara yang lembut bisa menyejukkan dan menenangkan hatiku yang sedang gelisah, matanya yang mempunyai bulu mata yang lembut dan lentik dapat membuatku terpesona... Akankah aku bisa memenangkan hatinya? Apakah dia bisa menjadi milikku untuk selamanya?
Anesya - hei! Devan
( Memanggil Devan dengan suara yang sedikit keras )
Gumam Devan - aku mencintaimu Anesya
Anesya - Devan! Jangan melamun!
Devan - oh! Hm... Yup! Kenapa? Apa tadi yang kamu katakan?
( Jawab Devan dengan kebingungan )
Anesya - kamu yang kenapa... Kamu melamun ya?
Devan - maaf... Aku tidak fokus
( Jawab Devan dengan tersenyum )
Alan - mangkanya jangan kebanyakan ngapalin pelajaran hahahaha!
( Ledek Alan dengan sengaja
Devan hanya membalasnya dengan senyuman kecil namun sangat manis dan cocok di wajahnya yang selalu terlihat tenang dan lugu
Devan menyukai Anesya pada pandangan pertama mereka bertemu di bus sekolah... Devan sangat menyukai Anesya sejak saat itu
Anesya - Alan! Namanya orang pinter tu ya seperti itu!
( Kata Anesya memberi tau Anesya )
Devan - hehe... Tidak apa-apa kok!
( Jawab Devan dengan senyuman khas nya )
Anesya - kamu tadi mau ngomong apa Devan?
( Tanya Anesya dengan suara lembutnya )
Devan - hmmm... Ini buku yang kamu cari bukan?
Anesya - oh! Iya benar sekali, sains biologi!
Devan - kamu ikut olimpiade sains biologi?
Anesya - yup! Aku mengikutinya... Hmm baru kali ini sih hehe... Pertama kali mau coba coba dulu
Devan - oh okelah bagus, kamu dari kelas mana?
Anesya - kelas XII U2... Kamu kelas XII U1 kan?
Devan - iya benar... Aku juga mengikuti olimpiade sains biologi nanti...
Anesya - wahhh! Benarkah? Itu sangat bagus! Kita bisa bertemu nanti!
Devan - hmm iya benar sekali hehe...
Alan - ehemmm!... Udah dong pacaran nya! Kan kasian ni yang jomblo
( Tegur Alan dengan pura pura batuk untuk mengganggu Devan dan Anesya )
Anesya - iya iya! Ganggu aja ni anak kalo lagi berdua, dasar monyet!
( Ejek Anesya )
Alan - yeeeee jangan marah dong! Ntar Cantik nya ilang!
Anesya - Bodo Amat! Ga ngurus!
( Kata Anesya membalas perkataan Alan )
Devan - hehe... Kamu kalo marah tambah cantik lho!
( Tegur Devan dengan lembut dan dengan tertawa kecil, membuat hati Anesya berdebar kencang )
Alan - cieeee di gombalinnnnn!
( Alan pun mengeluarkan kata kata pengganggunya )
Anesya - apasih
( Kata Anesya dengan suara yang sangat kecil dan sambil berbisik bisik )
Anesya - udah ah aku mau pulang
( Kata Anesya )
Ketika Anesya sudah pergi... Di perpustakaan tinggal Alan dan Devan berdua, mereka duduk bersama dan saling mengobrol, di sela sela obrolan Alan menanyakan sesuatu kepada Devan yang membuat Devan tertarik untuk menjawab pertanyaan dari Alan
( Tanya Alan kepada Devan dengan suara lembut )
Devan - wanita? Siapa?
( Tanya Devan kembali )
Alan - Anesya... Anesya Olivia dari kelas XII U2 yang tadi di sini
Devan - hmm...
( Alan tidak bisa menggambarkan perasaan dia yang sedang sangat bahagia, dia hanya menjawab dengan senyuman manisnya itu )
Alan - kamu menyukai nya?
( Lirik Alan menuju Devan )
Devan - Sepertinya begitu...
( Jawab Devan dengan Senyuman )
Alan - ohh
( Alan membalasnya dengan senyuman pula )
Devan - namamu Alan?
Alan - yup! Alan Alvaro dari Kelas XII U3
Devan - ohhh sepertinya kau sekelas dengan Vira
Alan - Vira?
Devan - iya... Vira Syafitri
Alan - tidak! Aku malah sekelas dengan Amelia Yunizar, Vira Syafitri dan Amelia Yunizar itu sahabat atau bahasa gaul nya itu, se-gengan
Devan - ohh... Tadi aku lihat kamu dekat sekali dengan Anesya Olivia, kamu suka dia? Jujur saja tidak perlu singkuh dengan ku... Kita bisa berjuang bersama sama
Alan - tidak bisa begitu dong! Pasti juga terakhir nya Anesya bakal pilih salah satu dari kita
Devan - berarti kamu menyukainya?
( Tanya Devan dengan penasaran )
Alan - hanya Suka tapi bukan cinta
( Jawab Devan dan dengan tersenyum )
Devan - wow! Kenapa kamu tidak menyukai wanita secantik dia?
Alan - aku tidak percaya dengan yang namanya wanita, bahkan jika aku mempunyai seorang istri aku pasti tidak terlalu memikirkannya
Devan - kenapa? Kenapa kamu tidak mempercayai wanita?
Alan - Ibuku cerai dengan Ayahku disaat usiaku masih 13 tahun... Dan ibu tiri ku selalu menyiksaku karena aku adalah Anak tiri nya, aku sangat rindu pada ibuku, tapi aku sangat membenci ibu tiri ku, kau lihat luka di leherku? Itu karena aku terus terusan bermain dan bersosialisasi dengan wanita, aku ingin ramah dengan mereka, tapi ibu tiri ku malah memukuli ku dengan penggaris besi
Devan - astaga! Sejahat itukah ibumu? Itu seharusnya tidak terjadi! Itu adalah kekerasan!
Alan - setiap kali aku ingin membela diri... Pasti ayahku tambah memarahi ku, setiap kali aku kerumah ibu kandungku, pasti ayahku akan memarahiku lagi
Devan - astaga... Sabar ya Alan
Alan - sudah lah! Itu sudah takdir... Aku tidak ingin mengungkit ungkit masalah itu lagi, aku ingin pergi ke toilet, dan kau silahkan pulang, jangan paksakan otakmu untuk terus terusan belajar
Devan - baiklah! Aku akan pulang
---------------------------
Di toilet sekolah...
Alan - hiks hiks hiks!
( Alan menangis )
Alan - Anesya jauhi aku... Jauhi akuuu!!!!!!!
( Teriak Alan sambil memukuli kepalanya sendiri )
Alan - hiks... Aku takutttt.... Ibuuu tolong akuuu...
( Alan menelan Obat penenang yang dia bawa ke sekolah )
Alan - Anesya... Menjauhlah kau dariku... Sebelum aku mati di bunuh ibu tiri ku, aku harus belajar untuk membenci mu Anesya!!! Bukannya malah menyukaimu seperti Devan
Alan - aku harus pergi darimu... Kau sangat mirip dengan ibu kandungku sendiri Anesya itulah aku menyukai mu...
( Bersambung )
Merci Beaucoup!...