It's Me Your Love

It's Me Your Love
Chapter 4 menyukai nya


Its Me Your Love



Episode 4



Anesya - Aduhhh tinggi banget sih! Aaaa! Aduhhh



Alan - Anesyaaa!!!



Lantas Alan menolong Anesya yang sedang terjatuh karena tidak bisa mengambil buku Sains biologi dan buku buku nya pun jadi jatuh berantakan



Alan - kamu kalau tidak bisa mengambil buku, minta tolong dong! Jangan dipaksain, kan jadi berantakan semuanya



Anesya - iya iya maaf aku bakal rapi in kokk


( Kata Anesya dengan suara lembut )



Alan - kalo nasibnya bilang pendek ya pendek, jangan dipaksain tinggi dong!



Anesya - ihhhh!!! Bukan aku yang kependekan dasar kamu aja yang ketinggian!



Alan - yehhh kalo dibilangin, coba bandingin tinggi aku dengan Monas, tinggian mana coba?



Anesya - Monas lah, masa kamu!


( Kata Anesya dengan suara yang sedikit berbeda )



Alan - tuh kan! Setinggi tingginya aku, masih tinggian Monas lah!


( Jawab Alan sambil merapihkan buku buku yang berserakan )



Ctakkkk!


Devan seketika membanting buku sains biologi yang dipinjamnya dari perpustakaan kala itu



Dia tiba tiba membanting buku sains biologi nya bukan karena kesal sebab dia tidak bisa belajar namun kali ini dia marah karena merasa tidak nyaman ketika Alan dan Anesya mendekat



Anesya - Devan? Kamu kenapa?


( Tanya Anesya terheran-heran sembari memandang wajah Devan yang kesal )



Devan - Aku juga mau bantuin kamu kok!


( Jawab Devan dengan Tersenyum menyembunyikan ke kesalan nya sembari berjalan mendekati Anesya )



Anesya - wahh!!! Terimakasih Devan, hati mu baik sekali!



Alan - tumben... Biasanya cuek terus dengan yang namanya cewek



Devan - gak semuanya begitu kok!


( Jawab Devan dengan Tersenyum sembari membantu Anesya )



Anesya - hmmm... Devan, aku... Hmmm...


( Anesya memanggil Devan dengan Ragu ragu )



Devan - Hm? Kenapa?


( Tanya Devan )



Anesya - maaf proses belajar mu menjadi terganggu karena diriku yang ceroboh



Devan - ga papa kok! Kemarin juga udah belajar



Anesya - maaf ya Devan


( Meminta maaf dengan Devan )



Devan - iya gapapa



Alan - ehemmm!


( Alan pura pura batuk yang bertujuan untuk mengganggu Anesya dan Devan )



Anesya - apa sih! Ganggu aja!



Alan - kan aku batuk! Banyak debu nya nihh



Anesya - sok bersih! Padahal jarang mandi kalo ke sekolah!



( Kata Alan sambil tertawa )



Anesya - Enak aja! Impossible!


( Jawab Anesya dengan cuek )



Alan - sinis amat sih! PMS ya?? Hahaha


( Alan merayu Anesya )



Anesya - bodo amat!


( Jawab Anesya dengan singkat )



Alan - hahahaha! Dasar cewek!



Anesya - iya aku cewek! Emang aku cowok?



Alan - eh dimana sih tadi, padahal udah ketemu?


( Kata Alan mencari cari sesuatu )



Anesya - nyari apa sih? Mangkanya di jaga baik baik



Alan pun tertawa kecil mendengar jawaban Anesya



Alan - mau tau ga aku nyari apa?


( Tanya Alan kepada Anesya )



Anesya - nyari apaan sih?



Alan - aku lagi nyari senyuman kamu yang hilang


( Jawab Alan sambil tertawa kecil )



Anesya - ihhhh Aaalllaannnn!


( Teriak Anesya dengan sedikit kesal )



Alan - kenapa manggil manggil aku? Kangen yahh?? Aku masih disini lho! Hahaha


( Lagi lagi Alan menjawab dengan perasaan senang dan tertawa )



Anesya pun memukul mukul kecil lengan Alan



Anesya - ngapain aku kangen dengan cowok Playboy kayak kamu? GAK LEVEL!!!



Alan - ah masa?? Hahahaha! Nesya Nesya



Anesya - bodo amat lah! Gak ngurus!


( Sekali lagi Anesya menjawab perkataan Alan dengan cuek dan perasaan kesal )



Devan yang berada di samping Anesya pun hanya terdiam, dan jemari Devan mulai mendekati Anesya, dengan isyarat bahwa Devan pun ingin dekat seperti Alan dan Anesya



Gumam Alan - hmmm... Baru pertama kali ini... Aku bisa dekat dengan perempuan kembali... Tapi tetap saja aku tak percaya dengan yang namanya perempuan



Devan - Anesya


( Devan memanggil Anesya dengan suara dan perasaan yang sedikit kesal )



Anesya - ya? Kenapa?


( Jawab Anesya )



Di saat itu Angin tiba tiba datang dan seketika mengibas rambut hitam panjang nan wangi milik Anesya



Gumam Devan - wahhh dia cantik sekali...



Gumam Devan - Tubuh dan rambutnya sangat wangi dan begitu indah, suara yang lembut bisa menyejukkan dan menenangkan hatiku yang sedang gelisah, matanya yang mempunyai bulu mata yang lembut dan lentik dapat membuatku terpesona... Akankah aku bisa memenangkan hatinya? Apakah dia bisa menjadi milikku untuk selamanya?



( Bersambung )



{ BY : ANISAH NABILAH }


Merci Beaucoup!...