
It's Me Your Love
Episode 9
Mereka pun saling bertatapan dengan tajam dan air keringat bercucuran di tubuh mereka, Alan dan Anesya pun terkejut kenapa mereka bisa berpelukan demi mengejar Devan Ravindra
Alan - hmm.. Anesya? Ka... Kau di sini?
( Tanya Alan sambil memalingkan kepala dan berbicara dengan nada yang sedang terengah engah )
Pak guru - hei kaliannn!! Ayo cepat bawa Dia ke UKS!!! Kalian ini bahagia sih! Ada Orang lagi sakit kalian malah ngobrol, mau kena hukuman lagi?!?!
( Kata Pak guru sambil menghampiri Alan dan Anesya )
Lalu mereka pun membawa Devan menuju UKS sekolah, pada saat mengantar Devan yang pingsan ke UKS, Jantung Alan seperti sedang berlomba, jantung nya tak berdetak seperti biasanya, kali ini jantung nya berdetak dengan amat sangat cepatnya
Gumam Alan - kenapa jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya, kenapa aku seperti ini ketika bertemu dengan Anesya?
( Gumam Alan sambil mengusap usap dadanya dengan lembut )
Setelah mengantar Devan Ravindra ke UKS, Alan dan Anesya pun menunggu di luar UKS, dan Anesya pun bertanya
Anesya - lan?
( Kata Anesya memanggil Alan yang tengah duduk di samping nya )
Alan - hm?
Anesya - apa yang terjadi dengan Devan?, Apa yang terjadi sampai dia pingsan seperti ini?
( Tanya Anesya sambil menatap mata Alan, namun Alan terus membuang muka )
Alan - entah lah.... Hmmm.. sepertinya dia begitu kelelahan, soalnya tadi cuacanya sangat panas, mungkin sebab itu dia pingsan
( Kata Alan sambil memalingkan wajahnya ke arah yang lain dan menghindari tatapan mata Anesya )
Anesya - memang nya kalian melakukan apa tadi sampai disuruh lari di tengah lapangan sekolah?
Alan - itu salahku
( Alan berdiri dan ingin meninggalkan Anesya, namun... )
Anesya - tunggu! Kau belum selesai menceritakan kejadiannya!
( Kata Anesya sambil menggenggam erat tangan Alan Alvaro )
Alan - lepaskan! Aku tak suka disentuh oleh wanita! Jangan pernah menyentuhku Anesya!
( Jawab Alan sambil menghempaskan tangan Anesya )
Anesya - apa yang terjadi? Kenapa kau seperti ini?
Anesya terus memanggil Alan dan berusaha untuk berbicara dengannya namun Alan terus menjauhi segala sesuatu yang berhubungan dengan Anesya
_________________________
Beberapa menit kemudian... Devan pun tersadar dari pingsannya dan dia terlihat sangat lemah, Anesya pun masuk ke ruangan itu, Anesya yang saat itu datang dan melihat kondisi Devan, tiba tiba merasa sangat iba terhadap kondisi Devan
Anesya - Devan! Kau sudah sadar?
Gumam Devan - astaga! Dia disini? Aku harus...hmmm... Aku tidak boleh kelihatan lelah! Aku harus bisa membuatnya bahagia! Aku harus sembuh! Aku tidak boleh terlihat lemah! Aku seharusnya tidak boleh membuatnya khawatir
Devan - hmm... Ya, Kenapa nes?
( Jawab Devan dengan mencoba untuk mengukir senyuman di wajah nya )
Anesya - untunglah... Devan besok adalah olimpiade sains! Kau harus sehat Devan kau harus sembuhh!
( Devan yang kala itu mendengar kan ucapan Anesya terheran heran )
Devan - kenapa? Kamu harusnya bahagia karena aku sakit... Lawanmu akan berkurang nes
Anesya - hei! Ayolahhhh mari kita berjuang bersama sama!
( Kata Anesya sambil tertawa kecil dan memberi semangat untuk Devan supaya sembuh )
Devan - hmmm.... Ya
( Devan tak banyak bicara dia merasa sangat pusing di kepala nya )
Devan - Nes
Anesya - ya?
Devan - mengapa kau menyukai lelaki itu?
Anesya - siapa? Lio?
Devan - iya Aprillio Fahrenza yang kamu bilang tadi di perpustakaan
Anesya - ohhh Lio, dia sebenarnya pacar imajinasiku... Dia tidak nyata... Dan dia hanya berada dalam mimpiku
Devan - kenapa seperti itu?
Anesya - Lio... Dia adalah pacar idamanku, dia tampan, lembut, dan juga ramah, aku menyukainya
Devan - jika di dunia nyata... Apakah kau punya doi?
( Tanya Devan dengan penasaran )
Anesya - ya! aku punya, tapi itu adalah RAHASIA tidak boleh di ketahui siapapun
Devan - termasuk aku?
Anesya - tentu! Hanya sahabat ku yang tau
Mendengar ucapan Anesya yang tadi, Devan malah merasa kecewa, Devan merasa kalau dia itu hanya sebatas teman biasa untuk Anesya dan Devan merasa dia telah gagal dalam masalah hubungan dengan Anesya, dia merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena tidak bisa menjadi teman yang baik untuk Anesya
Gumam Devan - kenapa aku tidak boleh tau? Apa aku bukan sahabatmu? Apa aku hanya orang lain di matamu? Sebegitu tak suka nya kah dirimu padaku nes? Apa ada dari diriku yang kurang memuaskan sehingga kau bahkan tak menganggapku sebagai sahabat?, apa yang kurang dari ku? Apa pun akan kulakukan untukmu... Aku mencintaimu Anesya
- Bersambung -