
It's Me Your Love
Episode 10
Gumam Devan - Apa yang kurang dariku sehingga aku bahkan tak bisa menjadi sahabat maupun kekasihmu?
Anesya - Devan! Hei!! Kenapa melamun? Kau sedang memikirkan apa?
(Kata Anesya sambil melambaikan tangan nya)
Devan - Tidak kokkk, aku hanya memikirkan... Hmmm... Memikirkan... Alan!, Oh ya Alan dimana?
(Jawab Devan seperti kebingungan ingin menjawab pertanyaan Anesya )
Anesya - entahlah kemana dia, apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau melamun?
Devan - tidak aku hanya memikirkan olimpiade sains besok
Anesya - jangan dipaksakan kalau kau tidak kuat untuk besok, hehe...
( Kata Anesya sambil tertawa kecil )
Devan - hehe... Iya iya
Gumam Devan - kenapa kau selalu memberiku perhatian, sehingga aku menyukaimu? Kenapa wajahmu terlihat ramah sekali? Kenapa suara merdumu itu dapat menenangkan hati dan pikiranku?
Anesya - Dev
Devan - ya?
Anesya - apa kau mengatakan soal Lio pada orang lain?
Devan - tidak... Aku belum mengatakan nya pada orang lain, apa Vira tau soal ini?
Anesya - tentu! Dia dan Amelia sudah tau tentang ini
Devan - ohh
Tringggg tringggg!!!!
( Bel pulang sekolah )
Devan - pulanglah dan belajar ya! Untuk besok jangan sampai patah semangat! Selalu optimis! Oke!
Anesya - baikkk!!
( Jawab Anesya sambil tersenyum )
Gumam Anesya - dia adalah lawanku, lawan dari Olimpiade sains biologi, kenapa dia bisa menyemangatiku sampai seperti itu, aku yang seharusnya menyemangati nya tapi apa yang kulakukan?
Anesya - Dev
Devan - hm? Kenapa? Bukankah tadi aku suruh kamu pulang? Kenapa masih disini? Mau tinggal disini kah?
Anesya - enggak kok! Cepet sembuh ya! Makan yang banyak biar sehat, besok kan Olimpiade sains harus semangat ya!
Devan - terimakasih
( Devan tersenyum manis menatap bola mata Anesya yang berwarna Coklat tua )
Gumam Devan - kenapa? Kau sangat cantik? Indah sekali dimataku, terlalu berkilau dan menyilaukan mataku, terlalu hangat yang kurasakan, membuat pikiranku semakin melayang layang, seperti kupu kupu yang sedang terbang di udara, betapa senangnya diriku saat ini saat telingaku mendengar ucapanmu tadi, terima kasih Anesya
( Devan tak berhenti tersenyum mengingat ucapan Anesya tadi )
Gumam Devan - aku harus memenuhi permintaan Anesya, aku harus semangat untuk besok! Aku harus sehat dan aku harus sembuh
____________________________
Keesokan harinya...
Saat olimpiade sains biologi dan fisika akan dimulai, Devan belum juga datang ke sekolah, Anesya menunggu kedatangan Devan Ravindra, dia telah menanyakan kabar Devan kepada teman teman Devan yang lain namun jawabannya tetap sama, mereka mengira Devan tidak akan datang ke sekolah dan tidak akan mengikuti Olimpiade sains biologi karena Devan bilang kepala nya semakin pusing dan sepertinya Devan demam tinggi akibat hukuman yang diberikan oleh pak guru kemarin, dan Anesya mencoba mencari Devan dengan menanyakan kabarnya kepada Alan
Anesya - Alaaannn!
( Panggil Anesya memanggil nama teman Devan Ravindra )
Alan pun menoleh, namun Alan cuek dan tidak peduli dengan Anesya, Alan tetap saja jalan menuju kelas nya
( Perintah wanita cantik berambut hitam tersebut )
Namun Alan tetap tidak memperdulikan panggilan dan perintah dari wanita cantik bernama Anesya Olivia tersebut
Anesya pun langsung meraih tangan Alan yang sedang berjalan, Alan pun menoleh kebelakang menghadap Anesya dan menatap mata coklat Anesya
Alan - lepaskan aku!
Anesya - Alan dengarkan aku! Kumohon
Alan - aku tak suka disentuh oleh wanita sepertimu!!!
( Bentak Alan sambil mendorong Anesya kebelakang, Anesya pun terjatuh akibat dorongan Alan yang begitu kuat )
Namun, Anesya tidak sampai terjatuh ke lantai, dia terjatuh di pelukan Devan Ravindra yang saat itu tepat di belakangnya
Anesya - apa yang terjadi padamu! Kenapa kau seperti ini!!!
( Anesya membalas memarahi Alan, semua orang pun melihat tingkah laku mereka berdua )
Devan semakin memeluk tubuh Anesya dengan sangat kuat dan berbisik
Devan - tenang, sabarlah, semua orang melihat kita sayang
( Devan tak sengaja memanggil Anesya dengan sebutan sayang )
Anesya yang kala itu tengah panas karena api amarah yang membakar nya, tiba tiba merasa tenang karena Devan memeluknya dan membisikkan kata-kata yang membuatnya tenang, namun dia sangat terkejut saat Devan memanggilnya dengan sebutan "sayang" itu
Vira dan Amelia pun datang, dan langsung menolong temannya yang hampir terjatuh di sana, Vira menatap mata Alan dengan amat sangat tajam, Alan melihat mata Vira yang menunjukkan bahwa dia sangat marah, Vira sedang menahan amarahnya karena melihat perilaku Alan yang begitu kasar kepada sahabatnya
Namun setelah menatap mata vira Alan tidak memperdulikannya, dan Alan pun pergi meninggalkan mereka dengan cuek nya
Anesya - kenapa Alan seperti ini? Kenapa dia berubah?
Amelia - dasar laki laki bren*s*k!
( Teriak Amelia )
Alan yang mendengar teriakkan Amelia yang sangat memekakkan telinga itu pun terasa sangat melukai hatinya, Alan yang tadinya ingin pergi ke kelas namun Alan malah mengubah arah nya, malah menjadi ke toilet sekolah, Alan merasa kepalanya sangat sakit dan harus meminum obat penenang nya
_____________________________
Di toilet
Braakkkk!!
( Suara pintu kamar mandi yang dipukul oleh tangan Alan )
Dan saat Alan ingin duduk di closet Toilet tangannya tak sengaja terkena pecahan cermin yang tajam di sana
Alan yang sedang kesal dan tengah terbakar api amarah merasa lebih marah karena tak hanya terbakar api amarah namun Alan juga merasa dia tengah terbakar api cemburu karena Devan memeluk tubuh Anesya yang sangat erat.
Alan pun menangis sambil duduk di closet Toilet
Alan - apa ini?
( Alan menangis )
Alan - kenapa? Sampai cemburu seperti ini?
( Alan semakin marah )
Alan - KENAPA AKU MENYUKAI MUUUU!!!!
( Alan memukul mukul pintu kamar mandi, sampai orang orang yang sedang menunggu pun terheran heran )
Alan - tidak! Tidak boleh!!!! Aku harus membencimuuuu!!!
( Alan meminum obat penenang nya )
Alan - aku tak percaya dengan wanita! Karena wanita itu telah membunuh ibuku!!!! Tak lagiii!!! Aku tak akan mempercayai wanita, TIDAK AKAN!
( Bersambung )
Merci Beaucoup