
It's Me Your Love
Episode 7
Gumam Devan - apakah orang itu adalah aku? Atau orang lain?
Devan - dekat? Maksud kamu... Kamu menyukai ku?
( Tanya Devan dengan suara yang lembut serta jantung yang berdebar debar tak terkendali )
Anesya - dekat dan sedang berada di hatiku maksud nya
( Kata Anesya sambil tersipu malu )
Devan - oohh seperti itu ya, kalau sekarang kira kira doi udah peka belum?
( tanya Devan perasaan cemburu nya )
Anesya - belum... Karena aku baru baru ini menyukai nya
Devan - siapa namanya? Apakah dia sekolah di tempat yang sama sepertimu?
( Tanya Devan dengan perasaan kepo dan cemburu )
Anesya - namanya...hmmm....
Devan - kenapa? Apa aku tidak boleh tau? Aku akan menjaga rahasia mu kok!
Anesya - namanya Aprillio Fahrenza, janji ya! Jangan memberi tau siapa siapa! Awas lho! Kalo kamu kasih tau ku bunuh niiii
( Kata Anesya sambil tertawa kecil dan bersikap dramatis )
Devan - iya iya... Janji, apakah dia sekolah disini?
( Tanya Devan dengan cemberut karena sedih )
Anesya - hmmm... Tidak! Dia sekolah di Pekanbaru Riau, hehe... Ketika aku masih duduk di kelas 9 aku mengikuti kompetisi lomba Menggambar, dan Lio adalah lawanku, tapi dia sangat baik terhadap ku dan dia sangat ramah, aku jadi menyukai wajah tampannya
Devan - oohh gituuu, ya udah mangga atuh sok lanjutin belajarnya
( Kata Devan )
Gumam Devan - ah! Ganggu aja tuh orang, nes aku tu suka sama kamu, kamu tu yang ga peka!
( Kata Devan sambil menggerutu )
Anesya - kamu kenapa? Kok tiba tiba cemberut gitu... Seperti orang yang mau BAB
Devan - ga! Lagi badmood, udah diem jangan ganggu, aku mau belajar! Titik! Gak pake Koma dan ga pake tanda tanya!
( kata Devan dengan cuek nya )
Anesya - oh okelah kalau begitu
_________________________
20 menit kemudian...
Triiingggg tringggg!!
Bunyi bel di sekolah menandakan para siswa siswi harus masuk ke dalam kelas
Saat semua siswa dan siswi masuk ke kelas, Devan memasuki kelas nya dengan wajah yang cuek dan cemberut, hati Devan terus gelisah dengan apa yang dikatakan oleh Anesya tadi, sebenarnya Devan ingin mengatakan jika ia sangat menyukai Anesya tapi Anesya malah menyukai Doi yang lain
( Di kelas XII U1 )
Bu guru - Devan Ravindra tolong tuliskan jawaban beserta jalannya pada tugas pelajaran fisika nomor 32 halaman 58, cepattt!!!
( Bentak Bu guru )
Namun Devan hanya melamun dan tidak mengatakan apapun, yang ada dipikiran nya adalah wajah Anesya dan perkataan Anesya
Gumam Devan - Nes... Aku cinta sama kamu... Andai kamu itu peka, aku serius nes aku cinta sama kamu, aku ingin membelai rambut hitam panjang yang dimiliki mu... Aku ingin menggenggam erat tanganmu agar kau tak pergi dariku... Aku sangat ingin mencium bi....
Bu guru - DEVAN RAVINDRAA!!!
( Teriak Bu guru dengan nada yang amat sangat marah )
Devan pun terkejut dengan suara menggelegar dan membuat suasana kelas menjadi sangat mencekam dan mengerikan
Devan - i...iii.... Iya buuu... Saa..saya Devan Ravindra, ma..maaf tadi ibu bilang apa? Mohon maaf Bu saya tadi m...me...melamun
( Jawab Devan dengan perasaan gugup )
Bu guru - melamun? Apa kata mu? Ulangi sekali lagi!!!
( Teriak Bu guru sambil mengambil penggaris kayu yang sangat panjang )
Devan - saya sangat minta permohonan maaf Bu, tadi saya melamun
Ctakkkkk!!!...
Bu guru memukul keras meja Devan Ravindra
Bu guru - apppaaa?!?!?! Melamun? Untuk memikirkan apa? Kamu ini kelas XII U1 apakah ini yang di sebut U1????!
Bu guru - ini adalah kelas! Bukan sembarang tempat kau jadikan untuk melamun memikirkan sesuatu!, Kelas berfungsi untuk ruang belajar, bukan untuk ruang melamun!!! Apakah kamu paham?!?!
Devan - i... Iya buuu maafff
Bu guru - maaf! maaf! Keluar dari kelas sekarang jugaaa!?!?
Devan - ta...ta...tapi Bu saya ingin belajar
Bu guru - tak ada kata tapi! Cepat keluar!!! Dasar! Anak anak jaman sekarang kebanyakan tidak becuss! dalam hal belajar!!! Pergi sekarang juga Devan Ravindra!?!?
Devan - ba... Baiklah buuu...
( Kata Devan dengan pasrah )
Devan pun keluar dari kelas dan ketika ingin duduk di kursi, Devan bertemu dengan Alan Alvaro
Devan - lan? What are you doing in here?
( Tanya Devan dengan ekspresi wajah yang masih cemberut )
Alan - Aku lupa bawa kamus bahasa Inggris
( Kata Alan sambil memalingkan wajahnya dari Devan )
Devan - oh begitu... Ya sudah sabar saja kalau sudah takdir ya begitu
( Kata Devan sambil merangkul pundak Alan )
Alan - kalau kau? Apa yang kau lakukan disini?
( Tanya Alan sambil menatap mata Devan Ravindra )
Devan - melamun saat kegiatan belajar dikelas ku
( Kata Devan dengan raut wajah yang sedih )
Alan - tak kusangka orang sepintar dirimu bisa juga melamun saat kegiatan belajar di kelas
( Kata Alan sambil tersenyum kecil )
Devan - Hehe... Aku tak pintar, aku tak pandai, dan aku tak cerdas, buktinya aku tidak tahu apa yang membuat aku memiliki penyakit insomnia dan apa saja cara penyembuhannya
*insomnia : Penyakit tidak bisa tidur di malam hari
Alan - kau terkena Insoidur dengan tenang
Devan - benarkah begitu? Tapi aku tidak bisa meninggalkan tugas yang diberikan guru
Alan - prinsip kita beda, dan pemikiran kita beda, karena takdir kita berbeda
Devan - ohh..., oh ya btw kenapa seperti nya kau senang sekali jika kau keluar kelas?
Alan - kenapa? Aku menyukainya, bebas dari tanggung jawab itu menyenangkan, aku juga sudah sering melakukan itu, jadi aku sudah kebal dengan perkataan guru
Devan - hahaha!! Ada ada saja Devan Devann kau sangat cerdik, apa yang kamu pikirkan di saat itu?
Alan - yang aku pikirkan di saat itu adalah... Aku hidup... Aku bernafas dan aku dianugerahi Tubuh untukku, hidup ini hanya sementara, aku ingin menghabiskan nya dengan bersenang senang, dan aku tak ingin menghabiskan waktu hidup dengan pusing pusing akibat penekanan dari guru
Devan - kalau gitu ga usah sekolah sekalian
( Kata Devan sambil melihat wajah Alan )
Gumam Alan - aku juga ingin seperti itu, tapi Ibu kandungku menyuruhku sekolah setinggi apapun yang kubisa, aku akan berusaha... Itu lah hal yang terbaik bagi hidupku, permintaan terakhir ibuku adalah AKU BISA BEBAS, BISA BERSIKAP BAIK BAGI ORANG LAIN, DAN BERGUNA UNTUK BANGSA DAN NEGARA
Devan - ibu yang menyuruhku untuk sekolah, ini adalah sekolah yang sangat didambakan oleh ibuku, aku bukan nya sengaja mau tidak masuk kelas, tapi aku bersumpah bahwa aku memang benar benar tak sengaja meninggalkan kamus di lemari buku milikku
Devan - oh begitu ya? Okelah
Alan - besok kau Alan olimpiade biologi kan?
Devan - iya dan Anesya pun mengikutinya
Alan - Kenapa mendadak menceritakan tentang dia?
Devan - siapa? Anesya? Ohh Nesya memang kenapa?? Apa kau tak suka?
Alan - bukan kok! Tidak tidak! Tidak masalah mau menceritakan tentang dia, memang kenapa?
Gumam Devan - aku sudah berjanji kepada Anesya bahwa aku tidak akan memberitahu rahasia itu kepada orang lain, aku cerita pada Alan apa tidak ya?
Bersambung
Merci Beaucoup!