
Depan rumah Aurora..
Aurora.
"Hacu,Hadcu"Bersin bersin
"Kayaknya lo demam de An"ucap pangeran sambil menaruh telapak tangan nya di kening Aurora.
"Kayak nya gitu"
"Ya udah kamu masuk langsung istirahat ya"cuapa Pangeran.
"Iya,kamu pulang dulu deh"
"Ya udah aku pulang dulu"
*Melajukan mobil*
"Makasih telah hadir di kehidupan ku Pangeran"
"Asalamualaikum ibu,ibu ana pulang"
"Waallaikumsalam"datng menghampiri
melihat ke belakang Ana...
"Pangeran mana?Dia gak mampir dulu?"tanya ibu Aurora.
"Gk bu.ya udah aku masuk kamar dulu ya"
"Iya udah,"ucap ibunya
****
Suara telpon Aurora🎵🎵🎵
"Halo"
"Lagi apa"Pangeran.
"Lagi nelpon"
"Aku tahu kamu lagi nelpon, karena kamu menelpon dengan ku.maksudku selain telponan kegiatan ap yang lagi kamu kerjakan"tanya pangeran.
"Mmmm,lagi baring baring aja sih"
"Oh,ya sudah"ucap pangeran.
Tut-tut-tut.
"udah gitu aja,gk ada yang lain gitu nyebelin banget sih, untuk aja suka kalo gk udah aku blokir nih nor"gumang Aurora.
"Biarin aja aku bakal cuek sama dia,kalo ketemu"marah Aurora sambil melempar HP-nya ke samping nya.
Sore harinya....
Tok tok tok
"Ana"suara ibu ana.
"Mmmm"jawab Aurora
"Kamu tidur ya,ada yang nungguin tuh"ibu ana.
Aurora langsung membuka matanya dan duduk untuk mengembalikan kesadaran nya.setelah sudah sadar sepenuhnya dia lalu beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu.
"Siapa bu"Tanya.
"Liat aja sendiri,"Kata ibunya.
"Dia dimana bu"tanya Aurora
"Ada diruang keluarga"jawab ibunya.
"Ada apa"kata Aurora sambil berdiri di depan Pangeran dan melipat tangannya.
Pangeran yang melihat kelakuan Aurora tersenyum dia tahu Aurora marah kepada karena dia mematikan telpon begitu saja.tapi dia berpura-pura tidak tahu.
"Ada apa dengan mu"Tanya Pengerana.
"Tidak ada"jawab Aurora Memalingkan wajah.
"Apa kaki mu tidak pegel berdiri dari tadi"tanya pangeran mengoloknya.
"Tidak"jawab Aurora dengan ketus.
"Ya sudah kalo begitu, karena kau sudah berdiri tuan putri aku datang jauh jauh dari rumah ku menujuh rumah mu,aku sangat haus apakah mau memberikan ku air"ucap pangeran yang masih merayu Aurora.
Aurora yang melihat wajah Pangeran yang memelas,lalu berjalan ke dapur untuk mengambil air minum.
tidak beberapa lama dia kembali ke ruang tamu.
"Ini minumlah"Ucap Aurora menyerahkan gelas yang berisi Jus.
"Terimakasih"Ucap Pangeran sambil tersenyum.
"Duduklah aku ingin berbicara sesuatu."ucap pangeran
"Katakan saja,aku masih bisa mendengar mu meski tidak duduk di samping mu"ucap Aurora.
Pangeran lalu menarik tangan Aurora dan Aurora jatuh ke atas Pangeran jarang wajah mereka hanya sekitar 10c, mereka saling menatap.
"Apa kau tidak berniat bangun tuan putri"Ucap Pangeran menggoda.
Aurora lalu segera bangun dan duduk di samping Pangeran.
"Ada apa,aku tidak punya banyak waktu"Ucap Aurora ketus.
"Sebelum aku mengatakan sesuatu, jawab dulu pertanyaan ku"Ucap Pangeran lihat wajah Aurora.
"Pertanyaan apa"ucap Aurora memalingkan wajahnya.
"Kenapa kau tiba-tiba marah"ucap pangeran.
Kau masih bertanya,kepada aku marah lelaki memang tidak peka, dalam batin.
"Ehmm, Tidak siapa bilang aku marah"ucap Aurora.
"Memang tidak ada yang bilang kamu marah tapi sikap mu menunjukkan bahwa kau sedang kesal/marah."Ucap Pangeran sambl memegang wajah Aurora dan mengadakan ke hadapannya.
"Ku mungkin hanya berlebihan"Ucap Aurora sambil menepis tangan pangeran dari wajahnya.
Pangeran lalu memegang tangan Aurora dan Aurora menggeser sedikit tubuh nya sampai berhadapan dengan Pangeran.
"Maafkan aku,tadi tiba-tiba mematikan teleponnya, karena tadi saat aku sedang telpon dengan mu aku lagi mengemudikan mobil dan kamu tahu aku hampir saja tabrakan"ucap pangeran.
Aurora yang mendengar penjelasan Pangeran terkejut
"Apa kau baik-baik saja, bagian mana yang sakit"tanya Aurora panik.
"Di bagian sini"Pangeran menunjuk jantung nya.Aurora mengerutkan dahinya.
"Aku sakit jika kamu terus marah padaku"ucap pangeran.
"Kali ini aku memaafkan mu,tapi jika kau seperti itu lagi aku akan sangat marah,dan satu lagi jangan telponan saat sedang berkendara"ucap Aurora
Huhh... untuk aja di maafin kalo tidak aku akan menghajar Radit karena telah mengagetkan ku tadi.
Sebenarnya Pangeran tidak hampir tabrakan dia mengemudikan mobilnya dengan baik lalu ada mobil yang ngebuat dan menyalipnya dia pun kaget dan menjatuhkan hp lalu mengejar mobil Radit.
Pintar juga ya Pangeran berbohong.
kalo suka jangan lupa like,comen,vote.
makasih.