
Keesokan harinya berjalan dengan biasanya, Aurora bangun bergegas mandi dan memakai pakaian sekolahnya, meskipun hari berjalan dengan biasanya tapi ada sedikit tambahan atau perubahan yang biasanya Aurora berangkat sekolah sendiri atau bersama teman-temannya kali ini selalu di jemput oleh Pangeran.
"Pagi tuan putri"sapa Pangeran.
"pagi juga Pangeran"sapa Aurora balik.
"udah lama nunggu?"tanya Aurora.
"Gak baru aja nyampe dan pas kamu keluar dari rumah"jawab Pangeran.
"ya udah langsung jalan aja biar gak telat"ajakan Aurora.
Mereka berangkat ke sekolah bersama, semakin hari kedekatan mereka semakin akrab, hingga akhirnya ada perasaan yang berbeda di hati Aurora yang dulunya sangat memuja Dito malah sekarang saat bertemu dengan Dito dia tampak biasa aja.
***
Hari itu adalah malam Minggu dimana Pangeran berencana mengajak Aurora untuk pergi ke suatu tempat.
Kringg~kring~kring
Bunyi telpon Aurora, rupanya telpon dari Pangeran.
"Hallo…pangeran,ada apa pangeran?"tanya Aurora.
"Malam ini kamu sibuk gak, maksud aku kamu gak ada rencana mau keluar gak,ini kan malam Minggu?". tanya Pangeran.
"Gak sibuk sihh…males keluar gak ada temennya"jawab Aurora
"Loh,temen temen kamu pergi kemana?"Basah basi pangeran.
"keluar"jawab Aurora.
"Temen kamu keluar kenapa kamu gak?"Kata pangeran.
"percuma mahh,, pergi keluar sama mereka paling paling nanti pisa semua ketemu pacarnya masing-masing udah deh bubar jadinya. Lagian aku gak mau jadi obat nyamuk"ucap Aurora.
"Kalo aku ajak keluar bisa gak?".tanya pangeran lagi.
"keluar kemana?"Tanya Aurora penasaran.
"Ada deehh…Mau atau gak nii"ucapan pangeran.
"Boleh juga lagian udah lama gak keluar"kata Aurora yang mengiyakan ajakan pangeran.
"Ya udah aku jemput yaa"ucap pangeran
"Ok…aku tunggu"Kata Aurora.
Tidak lamah kemudian Terdengar suara mobil datang, Aurora yang duduk menunggu di teras pun langsung bangun.
"Hayy"safa pangeran.
"Udah siap?"tanya pangeran.
"udah tinggal jalan aja"kata Aurora.
"Tapi sebelum kita pergi,aku mau minta izin dulu ke orang tua kamu, Mereka ada dirumah"tanya Pangeran.
"Kalu ibu sih ada,tapi ayah gak ada lagi di luar kota soalnya"jawab Aurora.
"gak papa dee"kata pangeran.
Aurora lalu mempersilakan pangeran masuk dan dia segera memanggil Ibunya.
"ibu,bu.…ini ada yang cariin"kata Aurora.
Nama ibu Aurora adalah Cahaya Ramah Dani.
"siapa An"jawab ibu nya Aurora. Keluarganya memanggil Aurora dengan sebutan An karena nama panjang Aurora adalah Putri Ana Aurora.
"Asalamualaikum,malam tante,"safa pangeran
"waallaikumsalam,kamu pasti Pangerankan ganteng sekali"tanya ibu Aurora.
"iya ko tante tahu,ya tahu lah Ana kan sering cerita tentang kamu"jawab ibu nya Aurora.
Di sisi lain Aurora merasa malu, bagaimana tidak ibunya memberitahu kan bahwa dirinya sering menceritakan pangeran ke ibunya.
"Ohh iya Tante,saya mau minta izin mau ajak Putri tante ini untuk keluar sebentar, bolehkan"kata pangeran berharap di beri izin.
"Boleh aja sihh,tapi pulangnya jangan kemalaman ya"kata ibu Aurora.
Mendapatkan izin dari ibu Aurora hati pangeran lega.
"Siap tante,"kata pangeran mengiyakan.
"Ya udah buk kita jalan dulu yaa"kata Aurora.
"Ya sudah hati-hati dijalan"kata ibu Aurora.
"Asalamualaikum"
"Waallaikumsalam"
***
Pangeran mengajak Aurora ke pasar malam,saat sampe di sana mereka bermain naik Kincir angin,mobil-mobilan, Selfi bersama,saat selesai bermain mata Aurora tertuju kepada suatu permainan.
"Pangeran liat deehh…kita main perminan itu yuk"
"Permainan apa,"
"ikut aja"
Rupanya permainan yang di inginkan Aurora adalah permainan menjatuhkan kaleng,jika berhasil menjatuhkan kaleng sebelum bolahnya habis akan mendapatkan hadiah, lalu pangeran memainkan permainan tersebut dan hal asil pangeran menang dan pangeran memiliki boneka beruang.
"Kamu hebat"ucap Aurora dengan riang.
pangeran lalu memberikan hadia boneka beruang itu kepada Aurora.
"Buat aku, makasih"Aurora menerima boneka beruang itu.
Dan tidak sampai di situ pangeran membeli petasan untuk di nyalakan bersama.
"Buat apa bali petasab"tanya Aurora.
"Ya kita nyalain lah biar lebih seru,kita cari tempat yang agak luas biar gak berbahaya.Setelah menemukan lokasi yang bagus Pangeran menyalahkan petasan tersebut dan petasab tersebut meluncurkan dia atas langit malam.
"Waaawww, cantik banget"ucap Aurora.Saat Aurora terpukau melihat pesatnya itu di langit pangeran dari belakang mengeluarkan kalung yang sudah di beli 1 hari yang lalu, untuk di berikan kepada Aurora dia langsung memasangkannya di leher Aurora. Aurora pun terkejut.
"kalung..."ucap Aurora.
"untuk kamu,"kata pangeran.
"Makasih,kalung nya indah"ucap Aurora.
Karena sudah merasa kelelahan dengan berbagai macam perminan dan makanan, pangeran melihat jam di tangannya waktu menunjukkan pukul 9:30
"sudah jam 9:30,Kita pulang aja"kata pangeran
Aurora juga melihat jam di hp nya memang benar sudah jam 9:30.
"Ya sudah nanti kalo kemalam takut ibu khawatir"ujar Aurora.
Mereka lalu meninggalkan pasar malam dan pulang setelah menempuh waktu beberapa lama akhirnya sampai di rumah Aurora.
"Makasih udah mau di ajakin ke pasar malam"kata Aurora.
"Kamu suka gakk"tanya pangeran.
"suka,pake banget malah aku juga udah lamah gak ke pasar malam terakhir ke pasar malam itu saat aku kelas 2 SD."Kata Aurora.
"Ya udah masuk gih sana"Pangeran menyuruh masuk Aurora.
"aku kan uda nyampe di depan rumah,kamu aja yang jalan dulu hati hati di jalan jangan ngebut"ucap Aurora
"iya,"kata Aurora
setelah pangeran pergi Aurora pun masuk ke rumahnya dan langsung ke kamarnya,dia menatap boneka yang di berikan oleh pangeran lalu duduk di meja rias melihat kalung yang di berikan oleh pangeran juga dia membaringkan diri ranjang nya lalu terlelap tidur sambil memeluk boneka beruangnya. Di sisi lain Pangeran tersenyum senyum sendiri membayangkan tawa Aurora yang sangat riang sambil berkata
"selamat tidur Putri Ana Aurora"
lalau memejamkan matanya.