
Aurora
Jam menunjukkan pukul 00:25. Aurora Sadar karena dia haus membuka matanya dan memegang kepalanya yang masi pusing.
"Mmmm,dimana aku"sambil mencoba turun dari ranjang.karena kepalanya masi pusing dia terjatuh.
"Auhhh,"
Suara Aurora cukup keras sampai membangun Pangeran.Pangeran yang kaget dan melihat Aurora berada di lantai langsung berlari ke arah Aurora.
"Kamu kenapa bangun dari tempat tidur"tanya pangeran.
"Aku haus ingin minum"
Pangeran menggendong Aurora dan membaringkannya dia tempat tidur lalu menuangkan segelas air yang di berikan ke Aurora.
"Aku dimana?dan kamu kenapa ada disini?"
"kamu ada di rumah ku"jawab Pangeran sambil mengelus kepala Aurora.
Aurora lalu teringat sesuatu
"Ibu,aku harus pulang ibu pasti senang khawatir karena aku belum pulang"sambil bangkit dari tempat tidur.
"Jangan bangun dulu kamu masi lemas,Aku tadi sudah menelepon ibu mu dan meminta izin supaya kamu menginap di rumah ku semalam"ucap pangeran
"Tidak aku harus pulang ibu pasti cemas karena tau aku pingsan"Aurora mengira Pangeran memberi tau ibu nya.
"Tidak tidak ibu mu tidak tau,aku sengaja tidak memberi tahu kan ibu mu takut nya dia panik"ucap pangeran menenangkan Aurora.
Aurora melepas nafas lega.
"lagian kalo kamu mau pulang ini sudah tengah malam,kamu tidur aja besok aku akan mengantarmu pulang."kata pangeran.
Diluar rumah langit Sangat gelap terdengar suara petir yang sangat kencang.
Aurora yang mendengar suara petir itu langsung takut dan memeluk Pangeran yang masi berada di sampingnya.
"Haaa...aku takut"
"Tenang itu cuman petir"Ucap Pangeran memenangkan Aurora.
Suara petir kembali menggema dengan kencang.
"Jangan tinggalkan aku,aku takut petir"sambil menangis
pangeran yang ibah melihat nya menangis gemetar ketakutan, memeluk Aurora.
"Sudah tidurlah"ucap pangeran.
Setelah beberapa lama akhirnya Aurora tertidur Pangeran yang melihat Aurora tertidur lalu beranjak dan kembali ke sofa merebahkan tubuhnya karena sangat mengantuk dia langsung tertidur.
***
Pagi harinya Aurora terbangun karena sinar matahari yang terbit dari timur...
"Sudah pagi,"Batin Aurora.
Aurora melihat sekeliling dan berhenti saat melihat seorang lelaki tampan yang sedang tidur di sofa,dia beranjak dari tempat tidur dan berjalan pelan-pelan mendekati lelaki itu,dia melihat dengan seksama dia terkejut ternyata lelaki itu adalah Pangeran.Dia memegang kepalanya mencoba mengingat apa yang terjadi dia mengingat semua yang terjadi tadi malam.
"Hayy..ayok bangun"Ucap Aurora mencoba membangun Pangeran.
"Mmmmm,5 menit lagi Ma"ucap pangeran yang mengira yang membangunkan nya adalah Mama nya.Aurora yang mendengar suara Pangeran tersenyum kecil.
"Ayo bangun anak ku sayang"goda Aurora.
"Kau sudah bangun"tanya pangeran.
"emmm,"dengan wajah polos Aurora sambil mengangguk.
"Ayo bangun mandi dan bersiap siap untuk mengantarkan ku pulang"ujar Aurora sambil menarik tangan pangeran.
Pangeran menarik tangan Aurora sampai jatuh ke sampingnya dan dia mendekat ke Aurora.
"Mau apa kamu, kenapa dekat dekat"tanya Aurora panik sambil memegang dada Pangeran dan mendorong nya.
"Kau sangat merindukan ibu mu ya, bagaimana saat kita sudah bersama nanti apa kau akan membangunkan ku untuk mengantarmu ke rumah ibumu,ehhh"Ucap Pangeran menggoda.
"Apaan sih,kalo itu beda lagi halnya.udah pergi sana"Kata Aurora.
Pangeran beranjak meninggalkan Aurora dengan tersenyum saat sampai di pintu dia berbalik badan dan menatap Aurora yang masi ada di sofa.
"Klo aku pikir perkataan mu tadi itu artinya kamu mau hidup berdua dengan ku"kata pangeran sambil memegang dagu nya.
"Sudah sana,"gumang Aurora sambil melepaskan bantal kecil ke Pangeran.
"tapi kamu mau kan"Ucap Pangeran menggoda sambil tersenyum dan menutup pintu.
"Pergi"Kata Aurora dengan nada yang agak keras.
Setelah Pangeran pergi Aurora membereskan tempat tidur nya tadi, mendengar suara pintu di buka.
"Kau sudah bangun"kata ibu Ratna.
Aurora menoleh
"Sudah Bu"
"Ibu mau mengantarkan pakaian ganti mu,tadi bagi ibu menyuruh mbok untuk pergi membeli baju untuk mu. Ibu harap kamu suka?kata ibu Ratna sambil memberikan baju itu kepada Aurora.
"Terimakasih ibu saya suka kok.ibu apakah saya boleh memanggil ibu dengan sebutan Mama seperti Pangeran?"ucap Aurora sambil memegang tangan ibu Ratna.
"Tentu saja boleh"kata ibu Ratna sambil mengelus kepala Aurora.
"Terimakasih Mama"Aurora sambil tersenyum.
****
Pangeran dan Aurora keluar dari kamar masing masing Kamar Pangeran berada di sebelah kanan dan kamar Aurora berada di sebelah kiri kamar Mereka terhalang dengan satu ruangan yaitu ruang Baca tetap nya rua baca milik Pangeran Pribadi.
Mata mereka bertemu saling pandang beberapa saat Aurora lalu tersadar dan memalingkan pandangannya.
"Ayo turun Mama sepertinya sudah menunggu di meja makan"Ajak Pangeran mendekati Aurora dan memegang tangan Aurora.Dia mengikut saja.
"Ma"Panggil Aurora.
Pangeran yang mendengar Aurora memanggil nama ibu dengan sebutan Mama bengong sambil menatap Aurora.Aurora yang melihat ke arah Pangeran.
"Ada apa,ada yang aneh dengan ucapan ku"senyum Aurora.
"Tidak tapi sejak kapan kau memanggil ibu ku dengan sebutan Mama."tanya pangeran penasaran.
"sejak tadi"ucap Aurora
"Sudah ayo makan nanti keburu dingin lo"ucap ibu Ratna.
Selesai makan Pangeran berpamitan kepada Mamanya untuk mengantarkan Aurora pulang.